Abad Revolusi

Abad Revolusi
Gambaran Revolusi Prancis
Gambaran Revolusi Prancis; penyerbuan di Tuileries, Agustus 1793
Tanggal22 Maret 1765 –4 Oktober 1849
HasilRevolusi Industri
Beberapa gelombang revolusi
Revolusi Atlantik
Perang kemerdekaan Amerika Latin
Revolusi 1820
Revolusi 1830
Revolusi 1848
Berakhirnya feodalisme
Tersebarnya republikanisme
MeninggalRevolusi Amerika: 37.324+[1]

Revolusi Prancis: 150.000+[1] Perang Napoleon: 3.500.000–7.000.000 (lihat korban Perang Napoleon)

Perkiraan total korban: 3.687.324–7.187.324 (tidak termasuk perang lainnya)

Abad Revolusi adalah periode di akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19, di mana gerakan revolusi besar-besaran dilakukan di sebagian besar Eropa dan Amerika.[2] Periode ini menandai berakhirnya monarki absolut, dengan banyaknya diterapkan penulisan konstitusi atau perundang-undangan, serta munculnya negara-negara bagian.

Revolusi Amerika (1765-1783) dianggap sebagai titik awal munculnya revolusi, yang dipengaruhi pemikiran-pemikiran dari Abad Pencerahan. Peristiwa ini menginspirasi munculnya Revolusi Prancis pada 1789, yang nantinya meluas ke seluruh Eropa dengan cepat melalui peperangan. Pada 1799, Napoleon berhasil mengambil alih kekuasaan Prancis, dan melanjutkan revolusinya dengan menaklukkan sebagian besar wilayah Eropa. Meski Napoleon memaksakan penaklukannya dengan konsep modern seperti persamaan di depan hukum, atau hukum perdata, pendudukannya yang ketat memicu pemberontakan nasional, utamanya di Spanyol dan Jerman. Setelah kekalahan Napoleon, kekuatan besar Eropa mendirikan Aliansi Kudus dalam Kongres Wina pada 1814-1815, dengan upaya mencegah revolusi terjadi lagi, dan mulai memulihkan monarki yang sebelumnya diruntuhkan. Akibat penaklukkan Spanyol dalam Perang Napoleon, seluruh koloni-koloni Spanyol di Amerika memproklamasikan kemerdekaannya antara tahun 1810 dan 1820. Revolusi juga terus menyebar di selatan Eropa pada 1820, dengan munculnya pemberontakan di Portugal, Spanyol, Italia, dan Yunani. Eropa juga digencar gelombang revolusi pada 1830 dan 1848, yang disebut sebagai Musim Semi Bangsa-Bangsa. Tuntutan kaum revolusi sering kali digabung dengan motif kemerdekaan atau penyatuan negara, seperti di Italia, Jerman, Polandia, Hungaria, dan sebagainya. Kekerasan pada masa Musim Semi Bangsa-Bangsa menandai berakhirnya Abad Revolusi.

Istilah ini dipopulerkan oleh Eric Hobsbawm, dalam bukunya berjudul Abad Revolusi: Eropa 1789–1848, yang diterbitkan pada 1962.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b https://books.google.com/books?id=3KglCgAAQBAJ&pg=PA775#v=onepage-->
  2. ^ Matson, Cathy (Juli 2005). "The Atlantic Economy in an Era of Revolutions: An Introduction". The William and Mary Quarterly.
  3. ^ Hobsbawm, Eric, Abad Revolusi: Eropa 1789–1848, London, Abacus (1962).

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.