Ade Yasin

Ade Yasin
Bupati Bogor ke-12
Masa jabatan
30 Desember 2018 – 28 April 2022
PresidenJoko Widodo
GubernurRidwan Kamil
WakilIwan Setiawan
Sebelum
Pendahulu
Nurhayanti
Pengganti
Iwan Setiawan
Informasi pribadi
Lahir
Ade Munawaroh Yasin

29 Mei 1968 (umur 58)
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Partai politikPartai Persatuan Pembangunan
Anak2
KerabatRahmat Yasin (kakak)
AlmamaterUniversitas Ibn Khaldun Bogor
ProfesiPolitisi
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Ade Munawaroh Yasin (lahir 29 Mei 1968) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Bogor sejak 30 Desember 2018 hingga April 2022.[1]

Ade juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PPP dari tahun 2014 hingga 2018. Ia merupakan adik kandung dari mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin.[2]

Pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Bogor 2018, Ade Yasin mencalonkan diri sebagai calon bupati di dampingi calon wakil bupati Iwan Setiawan. Pasangan ini didukung oleh tiga partai politik, yakni PPP, PKB, dan Gerindra, mereka mendapat nomor urut 2.[3] Ade memenangkan pemilihan tersebut dan terpilih sebagai Bupati Bogor setelah meraih suara tertinggi sebanyak 912.221 suara atau 41,12 persen mengalahkan empat pasangan calon lainnya.[4][5] Ade menggantikan bupati sebelumnya yang dijabat oleh Nurhayanti.

Kehidupan

Pendidikan

Ade Yasin dilahirkan di Bogor, 28 Mei 1968. Ayahnya, HM Yasin, adalah pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Bogor. Saudara laki-lakinya, Rachmat Yasin pernah menjabat Bupati Bogor dua periode dan Zaenul Muttaqin pernah maju sebagai calon Wakil Wali Kota Bogor 2018.[6]

Ade Yasin mengenyam pendidikan di SD Negeri Sindangbarang 01 (1981), MTs Negeri Bogor (1984), dan SMA PGRI 1 Bogor (1987). Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Ibn Khaldun Bogor dan Magister Hukum dari Universitas Djuanda Bogor.[7]

Karier

Ade Yasin memulai kariernya pada 1999 sebagai seorang pengacara yang berkutat di Lembaga Bantuan Hukum, in house lawyer di salah satu rumah sakit, dan membuka firma hukum di beberapa kota.[6][7]

Pada pemilihan umum 2009 dan 2014, Ade Yasin terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. Ia duduk di komisi A bidang hukum, pemerintah dan peraturan-peraturan. Pada 2014, dengan perolehan suara partai yang besar, Ade Yasin terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor.[8]

Dalam struktur kepartaian, pada 2010 Ade Yasin menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Kabupaten Bogor. Pada 2015, ia menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Barat.[8]

Ade Yasin aktif dalam beberapa organisasi kemasyarakatan seperti Pembina P2TP2A Kabupaten Bogor, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), KPPI, dan Anggota Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor.[8]

Kehidupan pribadi

Ade Yasin menikahi seorang polisi bernama Ajun Inspektur Polisi Satu Yanwar Permadi yang bertugas di Kepolisian Resor (Polres) Bogor. Yanwar meninggal dunia pada 24 September 2020 karena sakit paru-paru akut.[9] Pasangan ini memiliki dua orang anak bernama Nadia Hasna Humaira dan Naufal Hilmi Ikhsan.[8]

Kontroversi

Pada April 2022, tim penindakan KPK menangkap mantan Bupati Bogor Ade Yasin terkait penyuapan terhadap anggota tim audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) perwakilan Jawa Barat. Dalam proses penangkapan tersebut, turut diamankan barang bukti berupa uang dengan rincian uang tunai sejumlah Rp570 juta dan rekening bank senilai Rp454 juta.[10] Ade Yasin diduga mengarahkan anak buahnya untuk menyuap pegawai BPK perwakilan Jawa Barat, guna memperoleh status laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2021 dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal tersebut dilakukan Ade Yasin setelah menerima laporan dari Kepala Sub Direktorat Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, bahwa laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor tidak menunjukkan kinerja baik dan akan memperoleh opini Disclaimer dari BPK perwakilan Jawa Barat.[11] Dari 12 orang yang ditangkap, 8 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk di antaranya Ade Yasin dan para pejabat dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor selaku pemberi suap dan pejabat tim audit BPK perwakilan Jawa Barat sebagai penerima suap. Dalam pernyataannya, Ade Yasin mengatakan bahwa ia tidak pernah memerintahkan anak buahnya untuk menyuap tim audit BPK perwakilan Jawa Barat, tetapi merupakan inisiatif anak buahnya sendiri. Ade Yasin juga menyatakan bahwa ia dipaksa bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya.[12]

Pada September 2022, dalam sidang putusan yang digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Bandung, Ade Yasin divonis 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan penjara, karena terbukti melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a UU tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jucto pasal 64 ayat 1 KUHP.[13] Ade Yasin juga dikenakan pidana berupa pencabutan hak politiknya selama 5 tahun.[14]

Pada Oktober 2022, Ade Yasin melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat atas vonis tersebut, tetapi putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi menguatkan putusan pengadilan sebelumnya. Upaya hukum Ade Yasin selanjutnya dengan mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung juga ditolak, sehingga Ade Yasin tetap harus menjalani hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta. KPK berpendapat bahwa penegakan hukum dalam perkara ini telah sesuai dengan mekanisme dan prosedur hukum.[15]

Pada Agustus 2023, melalui surat keputusan dari Kemendagri yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Yasin resmi diberhentikan dari jabatannya dan menunjuk Iwan Setiawan sebagai bupati definitif hingga akhir masa jabatannya.[16]

Referensi

  1. ^ Iman Rahman Cahyadi (30 Desember 2018). "Dilantik, Ade Yasin-Iwan Setiawan Resmi Pimpin Kabupaten Bogor". Berita Satu. Diakses tanggal 15 Januari 2019.
  2. ^ "Istri Rahmat Yasin Pimpin PPP Bogor, Adiknya Didorong Jadi Bupati". JPNN.com. 8 November 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Agustus 2018. Diakses tanggal 18 Agustus 2018.
  3. ^ Astyawan, Putra Ramadhani (13 Februari 2018). "Ini Nomor Urut Paslon Pilkada Kabupaten Bogor 2018". Okezone.com. Diakses tanggal 18 Agustus 2018.
  4. ^ (kontributor), Ade Ridwan Yandwiputra (8 Juli 2018). Suseno (ed.). "Pilkada Kabupaten Bogor, Ade Yasin - Iwan Setiawan Menang". Tempo.co. Diakses tanggal 18 Agustus 2018.
  5. ^ Yusuf Wijanarko (7 Juli 2018). "Ade Yasin dan Iwan Setiawan Menangi Pilbup Bogor 2018". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 18 Agustus 2018.
  6. ^ a b Kusuma, Faishal (2018). Perancangan Strategi Komunikasi Politik Calon Bupati Bogor Ade Yasin. STIKOM The London School of Public Relations.[pranala nonaktif permanen]
  7. ^ a b "Portal Resmi Kabupaten Bogor". bogorkab.go.id.
  8. ^ a b c d Admin, Bhayangkari (20 Apr 2019). "Hj. Ny. Ade Yasin, SH., MH, Anggota Bhayangkari Cabang Bogor".
  9. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-30. Diakses tanggal 2022-04-28.
  10. ^ Kamil, Irfan; Asril, Sabrina (28 April 2022). "Kronologi Tangkap Tangan Bupati Bogor Ade Yasin, Awal Mula Suap Rp 1,9 M untuk Auditor BPK". Kompas.com. Diakses tanggal 7 Desember 2025.
  11. ^ Kamil, Irfan (28 April 2022). "Bupati Bogor Ade Yasin Diduga Perintahkan Anak Buah Suap Auditor BPK demi Predikat WTP". Kompas.com. Diakses tanggal 7 Desember 2025.
  12. ^ Saputra, Eka Yudha (28 April 2022). "KPK Jelaskan Kronologi OTT Ade Yasin yang Diduga Suap Pegawai BPK". Tempo.co. Diakses tanggal 7 Desember 2025.
  13. ^ Putra, Wisma (23 September 2022). "Bupati Bogor Ade Yasin Divonis 4 Tahun Bui!". Detik.com. Diakses tanggal 7 Desember 2025.
  14. ^ "Hak Politik Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Dicabut Lima Tahun". CNN Indonesia. 23 September 2022. Diakses tanggal 7 Desember 2025.
  15. ^ Murtadho, M.A. (10 Maret 2023). "Kasasi Ade Yasin Ditolak, KPK Sebut Bukti Bukan Kriminalisasi dan Politis". Tempo.co. Diakses tanggal 7 Desember 2025.
  16. ^ Murtadho, M.A (21 Agustus 2023). "Kemendagri Resmi Berhentikan Ade Yasin Sebagai Bupati Bogor". Tempo.co. Diakses tanggal 7 Desember 2025.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.