Adonan asam
| Adonan asam | |
|---|---|
Dua roti bundar (adonan asam) yang mengembang secara alami | |
| Jenis | Roti |
| Tempat asal | Mesir Kuno |
| Bahan utama | Tepung, kultur Lactobacillus, ragi |
Adonan asam (Bahasa Inggris: Sourdough) adalah teknik dalam membuat roti dengan memanfaatkan ragi dari khamir liar seperti Candida milleri, dan Lactobacillus, seperti Lactobacillus sanfrancisco yang menghasilkan fermentasi lebih lama dibandingkan ragi biasa yang menggunakan Saccharomyces. Walaupun dinamai adonan asam, roti yang dihasilkan hampir sama tetapi dengan aroma lebih harum, lebih lembap, tekstur yang kenyal agak lembut, serta rasa yang hanya sedikit masam.
Sejarah
Teknik ini dianggap lebih tua daripada penggunaan ragi biasa. Teknik ini ditemukan oleh penduduk Mesir kuno yang secara tidak sengaja membiarkan gandum tercampur dengan air atau susu dan tergenang selama beberapa waktu sehingga mengembang. Roti yang dihasilkan dari adonan asam ini lebih lembut dan ringan dibanding roti yang adonannya tidak mengalami fermentasi terlebih dahulu.
Melalui proses trial and error, beberapa sisa adonan yang tersisa jika dicampurkan dengan tepung dan air tetap menghasilkan adonan dengan citarasa yang sama sehingga kemudian dikenal sebagai starter.
Proses fermentasi
Pada adonan asam, bakteri lactobacillus sebenarnya kesulitan mencerna gandum. Namun keberadaan ragi liar membantu proses ini. Aktivitas bakteri menghasilkan karbondioksida yang membuat adonan mengembang, asam laktat dan asam asetat yang menghasilkan rasa asam, serta alkohol yang menimbulkan bau wangi. Asam laktat lebih lanjut membuat roti lebih mudah dicerna oleh manusia, sementara asam asetat memberi efek mengawetkan.[1]
Nutrisi
Adonan asam dianggap lebih baik kandungan nutrisinya daripada roti dengan ragi biasa karena proses yang lebih panjang. Roti adonan asam memperlambat respon insulin.
Setiap potongan sedang roti adonan asam mengandung 185 kalori, yang utamanya disumbang oleh karbohidrat sebesar 144 kalori, proteins sekitar 30 kalori, dan lemak hanya 11 kalori. Roti ini juga sumber penting dari berbagai vitamin. Tiamin yang dikandung cukup tinggi, sekitar 0,3 mg, atau 27 persen dari kebutuhan harian. Folat sebesar 95 mcg atau 23 persen, niasin 3 mg atau 20 persen, dan riboflavin sekitar 0,2 mg atau 16 persen. Vitamin lainnya dalam jumlah kecil yang dikandung adalah vitamin E, B6 dan asam pantotenik.[2]
Sementara mineral penting yang dikandung roti adonan asam selenium, sebesar 17,3 mcg atau 31 persen kebutuhan harian. Zat besi 2,3 mg atau 23 persen, mangan 0,3 mg atau 15 persen. Mineral lain dalam jumlah kecil yang terkandung antara lain kalsium, magnesium, fosfor, potasium, seng, dan tembaga.[2]
Catatan kaki
- ^ The Power of Sourdough Bread, diakses dari situs alive.com
- ^ a b Sourdough Bread Nutrition, diakses dari situs livestrong
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.

