Albugo candida
| Albugo candida | |
|---|---|
| Pada spesies Capsella bursa-pastoris | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Domain: | Eukaryota |
| Klad: | Diaphoretickes |
| Klad: | Sar |
| Klad: | Stramenopila |
| Filum: | Gyrista |
| Kelas: | Oomycetes |
| Ordo: | Albuginales |
| Famili: | Albuginaceae |
| Genus: | Albugo |
| Spesies: | A. candida
|
| Nama binomial | |
| Albugo candida | |
| Sinonim[1] | |
|
Aecidium candidum Pers. (1797) | |
Albugo candida dikenal sebagai karat lepuh putih, merupakan patogen tanaman obligat dari famili Albuginaceae yang menyerang berbagai anggota Brassicaceae. Parasit ini memiliki ukuran genom yang relatif lebih kecil dibandingkan kelompok kerabatnya, dan sering menjadi organisme model untuk mempelajari interaksi patogen–inang pada tanaman silangan.[2][3]
Persebaran
Spesies ini memiliki penyebaran hampir mendunia, ditemukan di banyak wilayah penanaman tanaman silangan di Eropa, Asia, Afrika, Australasia, serta Amerika Utara, Tengah, dan Selatan. Meski demikian, patogen ini belum dilaporkan dari beberapa kawasan beriklim sangat dingin atau kurang cocok bagi pertumbuhannya, termasuk Skandinavia bagian utara, Siberia utara dan tengah, Tiongkok utara, Afrika bagian barat dan tengah, Alaska, sebagian wilayah utara dan tengah Kanada, serta Amerika Selatan bagian selatan dan barat.[4]
Inang
Patogen ini menyerang anggota keluarga Brassicaceae pada berbagai fase pertumbuhan, mulai dari kecambah, tahap vegetatif, masa berbunga, hingga pembentukan buah. Infeksinya telah dilaporkan pada hampir semua kultivar dan spesies dalam kelompok tanaman brassica liar lainnya. Selain itu, organisme ini juga tercatat menginfeksi beberapa tumbuhan dari famili Aizoaceae, Capparaceae, Cleomaceae, dan Amaranthaceae. Terdapat berbagai ras dan varietas dari Albugo candida, masing-masing memiliki kelompok inang yang khas. Misalnya, ada ras yang menyerang tanaman dari genus Capsella, Arabis, dan Lepidium, sedangkan ras lain lebih menyukai genus Brassica, Diplotaxis, dan Sinapis. Beberapa ras tertentu bahkan mampu menginfeksi spesies tanaman model seperti Arabidopsis thaliana.[5][6]
Gejala
Karat lepuh putih dapat berkembang sebagai infeksi lokal maupun sistemik pada tanaman. Pada batang, daun, dan bagian bunga, penyakit ini tampak sebagai kumpulan pustula berwarna putih hingga krem, masing-masing berdiameter sekitar 2 mm, yang dipenuhi sporangia. Pustula baru muncul menyebar ke arah luar, sementara pustula yang sudah tua bergabung dan membentuk area pustula yang lebih besar di bagian tengah. Jika infeksinya bersifat sistemik, tanaman dapat mengalami berbagai kelainan, seperti pertumbuhan yang terdistorsi, bentuk morfologi yang tidak normal, serta bunga yang menjadi steril. Kelainan bentuk ini kadang dikenal dengan sebutan stagheads. Selain itu, tanaman yang terserang karat putih lebih mudah terinfeksi penyakit lain, terutama jamur berbulu halus yang disebabkan oleh Phytophthora nicotianae.[7][8][9]
Referensi
- ^ "Albugo candida (Pers.) Roussel: Synonymy". Species Fungorum. Diakses tanggal 28 November 2018.
- ^ Saharan, Govind Singh; Verma, Prithwi Raj; Meena, Prabhu Dayal; Kumar, Arvind (2014). White Rust of Crucifers: Biology, Ecology and Management. Springer. hlm. 7. ISBN 978-81-322-1792-3.
- ^ Links, Matthew G.; Holub, Eric; Jiang, Rays H.Y.; Sharpe, Andrew G.; Hegedus, Dwayne; Beynon, Elena; Sillito, Dean; Clarke, Wayne E.; Uzuhashi, Shihomi (2011). "De novo sequence assembly of Albugo candida reveals a small genome relative to other biotrophic oomycetes". BMC Genomics. 12: 503. doi:10.1186/1471-2164-12-503. ISSN 1471-2164. PMC 3206522. PMID 21995639.
- ^ "Albugo candida (white rust of crucifers)". Factsheet. CABI. 27 March 2018. Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ Saharan, G.S.; Mehta, Naresh; Sangwan, M.S. (2005). Diseases of Oilseed Crops. Indus Publishing. hlm. 40–41. ISBN 978-81-7387-176-4.
- ^ Jouet, Agathe; Saunders, Diane G. O.; McMullan, Mark; Ward, Ben; Furzer, Oliver; Jupe, Florian; Cevik, Volkan; Hein, Ingo; Thilliez, Gaetan J. A.; Holub, Eric; Oosterhout, Cock; Jones, Jonathan D. G. (2019). "Albugo candida race diversity, ploidy and host-associated microbes revealed using DNA sequence capture on diseased plants in the field". New Phytologist. 221 (3): 1529–1543. Bibcode:2019NewPh.221.1529J. doi:10.1111/nph.15417. PMID 30288750. S2CID 52920996.
- ^ O, Akhtar. "Oil yielding plants". Plant diseases identification. Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ Ferreira, Stephen A.; Boley, Rebecca A. (1 November 1991). "Albugo candida". Knowledge Master. Hawaii Department of Agriculture. Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ Saharan, G.S.; Mehta, Naresh; Sangwan, M.S. (2005). Diseases of Oilseed Crops. Indus Publishing. hlm. 57. ISBN 978-81-7387-176-4.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.