Amaksofobia

Amaksofobia atau fobia mengemudi dikenal juga dengan istilah vehofobia,[1] kecemasan mengemudi,[2] atau ketakutan terkait mengemudi (driving-related fear/DRF)[3] merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan ketakutan patologis terhadap kegiatan mengemudi kendaraan. Kondisi ini memengaruhi gaya hidup individu, termasuk kemampuan untuk melakukan pekerjaan tertentu yang memerlukan keterlibatan langsung dalam mengemudi.[4] Ketakutan ini dapat muncul dalam berbagai situasi mengemudi, seperti berkendara di jalan tol, lalu lintas padat, atau kondisi cuaca yang tidak menentu. Intensitas fobia dapat bervariasi, mulai dari kecemasan ringan hingga fobia yang parah.[5]

Gejala

Fobia mengemudi menimbulkan gejala fisik, kognitif, dan perilaku. Gejala fisik dapat berupa peningkatan keringat, detak jantung cepat (takikardia), hiperventilasi, dan ketegangan otot. Gejala kognitif meliputi hilangnya rasa realitas, ketakutan kehilangan kontrol saat mengemudi, dan pikiran obsesif terkait kecelakaan meskipun situasi aman. Pada tingkat perilaku, individu cenderung menghindari mengemudi, yang secara tidak langsung memperkuat fobia. Pasien yang mengalami fobia setelah kecelakaan lalu lintas serius dapat menunjukkan gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD), termasuk kilas balik, mimpi cemas, dan flashback terkait kecelakaan.[6] Salah satu gejala pasca-kecelakaan adalah sindrom rem hantu, yaitu refleks menekan pedal rem saat menjadi penumpang di sebelah pengemudi yang dianggap kurang kompeten, yang sering terjadi pada penyintas kecelakaan serius.[7]

Kondisi yang Berkaitan

Fobia mengemudi dapat terjadi bersamaan dengan gangguan kecemasan lain, seperti gangguan panik, agorafobia, fobia spesifik, dan fobia sosial.[4] Fobia ini juga dapat diperkuat oleh nyeri kronis, insomnia akibat nyeri, dan gejala pasca gegar otak atau whiplash. Gejala PTSD, seperti flashback dan citra intrusif dari korban kecelakaan, berkontribusi terhadap intensitas fobia. Korelasi antara skor PTSD dan skor kecemasan mengemudi dilaporkan signifikan, berkisar antara 0,31 hingga 0,79.[8]

Penyebab

Fobia mengemudi dapat muncul karena beberapa faktor.[9] Penyebab yang paling umum adalah pengalaman kecelakaan lalu lintas. Sekitar 25–33% orang yang mengalami kecelakaan mobil dengan cedera dilaporkan mengembangkan rasa takut mengemudi,[6] sementara beberapa penelitian menemukan angka hingga 77%.[10][11] Fobia dapat muncul dalam situasi spesifik, seperti berada di dekat kendaraan besar, duduk di dalam mobil, atau hanya membayangkan perjalanan. Faktor tambahan meliputi ketakutan kehilangan kendali, antisipasi kecelakaan, kondisi mengemudi berisiko sebelumnya, dan distorsi kognitif yang melebih-lebihkan kemungkinan bahaya. Beberapa kasus muncul pada individu dengan gangguan kecemasan umum (GAD) atau PTSD yang sudah ada sebelumnya, dan fobia mengemudi dapat merupakan ekstensi dari agorafobia pada sebagian orang.[12][13]

Penanganan

Fobia mengemudi memerlukan evaluasi klinis untuk menilai tingkat kecemasan, faktor pemicu, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Beberapa kuesioner psikologis telah dikembangkan untuk mengidentifikasi intensitas dan sifat kecemasan mengemudi pada pengemudi pemula maupun yang berpengalaman.[14][15][16][17]

Referensi

  1. ^ • (2018-10-09). "Aahhh! Study Reveals Tri-State's Most-Searched Phobias". NBC New York (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-24.
  2. ^ Zinzow, Heidi M.; Jeffirs, Stephanie M. (2018). "Driving Aggression and Anxiety: Intersections, Assessment, and Interventions". Journal of Clinical Psychology (dalam bahasa Inggris). 74 (1): 43–82. doi:10.1002/jclp.22494. ISSN 1097-4679.
  3. ^ Taylor, Joanne; Deane, Frank; Podd, John (2002-06-01). "Driving-related fear: A review". Clinical Psychology Review. 22 (5): 631–645. doi:10.1016/S0272-7358(01)00114-3. ISSN 0272-7358.
  4. ^ a b Taylor, Joanne E; Deane, Frank P; Podd, John V (2000-09-01). "Determining the Focus of Driving Fears". Journal of Anxiety Disorders. 14 (5): 453–470. doi:10.1016/S0887-6185(00)00033-5. ISSN 0887-6185.
  5. ^ "Driving phobia in the city of Houston: a pilot study". American Journal of Psychiatry. 139: 1049–1051. 1982-08. doi:10.1176/ajp.139.8.1049.
  6. ^ a b Beck, J. Gayle; Coffey, Scott F. (2007-12). "Assessment and treatment of posttraumatic stress disorder after a motor vehicle collision: Empirical findings and clinical observations". Professional Psychology: Research and Practice (dalam bahasa Inggris). 38 (6): 629–639. doi:10.1037/0735-7028.38.6.629. ISSN 1939-1323. PMC 2396820. PMID 18509507.
  7. ^ Cernovsky, Zack Z.; Fattahi, Milad (2021-06-15). "Phantom Brake Phenomenon in Survivors of Car Accidents". European Journal of Clinical Medicine (dalam bahasa Inggris). 2 (3): 9–13. doi:10.24018/clinicmed.2021.2.3.68. ISSN 2736-5476.
  8. ^ Cernovsky, Zack Z.; Fattahi, Milad; Litman, Larry C.; Diamond, David M. (2021-04-19). "Validation of the PTSD Checklist for DSM-5 (PCL-5) on Patients Injured in Car Accidents". European Journal of Medical and Health Sciences (dalam bahasa Inggris). 3 (2): 154–159. doi:10.24018/ejmed.2021.3.2.790. ISSN 2593-8339.
  9. ^ Advice, Health Daily (2023-09-22). "Common Causes of Amaxophobia". Health Daily Advice (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-24.
  10. ^ Hickling, Edward J.; Blanchard, Edward B. (1992-07-01). "Post-traumatic stress disorder and motor vehicle accidents". Journal of Anxiety Disorders. 6 (3): 285–291. doi:10.1016/0887-6185(92)90040-E. ISSN 0887-6185.
  11. ^ Kuch, Klaus; Swinson, Richard P.; Kirby, Marlene (1985-10-01). "Post-Traumatic Stress Disorder after Car Accidents". The Canadian Journal of Psychiatry (dalam bahasa Inggris). 30 (6): 426–427. doi:10.1177/070674378503000610. ISSN 0706-7437.
  12. ^ Taylor, Joanne E.; Stephens, Amanda N.; Sullman, Mark J. M. (2021-01-01). "Psychometric properties of the Driving Cognitions Questionnaire, Driving Situations Questionnaire, and Driving Behavior Survey". Transportation Research Part F: Traffic Psychology and Behaviour. 76: 202–214. doi:10.1016/j.trf.2020.11.010. ISSN 1369-8478.
  13. ^ Checklist, Anxiety. "Understanding and Managing Driving Anxiety (Amaxophobia): A Comprehensive Guide | Anxiety Checklist". anxietychecklist.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-24.
  14. ^ Wolpe, Joseph (1968-10-01). "Psychotherapy by reciprocal inhibition". Conditional reflex : a Pavlovian journal of research & therapy (dalam bahasa Inggris). 3 (4): 234–240. doi:10.1007/BF03000093. ISSN 1936-3567.
  15. ^ Rachman, S. (1967). "Systematic desensitization". Psychological Bulletin (dalam bahasa Inggris). 67 (2): 93–103. doi:10.1037/h0024212. ISSN 1939-1455.
  16. ^ "15. Psychopathology and Clinical Psychology". International Journal of Psychology (dalam bahasa Inggris). 27 (3–4): 439–479. 1992. doi:10.1080/00207599208246897. ISSN 1464-066X.
  17. ^ Walshe, David G.; Lewis, Elizabeth J.; Kim, Sun I.; O'Sullivan, Kathleen; Wiederhold, Brenda K. (2003-06). "Exploring the Use of Computer Games and Virtual Reality in Exposure Therapy for Fear of Driving Following a Motor Vehicle Accident". CyberPsychology & Behavior. 6 (3): 329–334. doi:10.1089/109493103322011641. ISSN 1094-9313.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.