Antiperburuan liar

Antiperburuan liar adalah tindakan terorganisir untuk melawan perburuan liar satwa liar.[1] Namun, istilah ini umumnya digunakan untuk menggambarkan upaya menyeluruh dalam melawan perdagangan satwa liar ilegal.[2][3] Tindakan antiperburuan liar biasanya dilakukan oleh pihak taman nasional di lahan publik dan oleh perusahaan keamanan swasta di lahan milik pribadi. Antiperburuan liar memiliki berbagai bentuk dan sangat bergantung pada habitat yang dilindungi. Biasanya, tindakan ini berupa patroli aktif di suatu wilayah sebagai upaya untuk mencegah pemburu liar menjangkau hewan-hewan tersebut.
Jagawana
Tingkat dasar dari antiperburuan liar adalah jagawana di lokasi. Mereka dianggap sebagai garis pertahanan pertama melawan perdagangan satwa liar ilegal. Jagawana biasanya membentuk regu, yang umumnya terdiri dari empat orang, dengan peran-peran yang saling melengkapi. Peran-peran ini bervariasi tergantung pada tingkat kecanggihan regu tersebut. Dalam sebagian besar situasi, jagawana hanya dilengkapi dengan perlengkapan dasar; sebuah senjata api dan seragam sederhana.[4] Namun, belakangan ini, berkat populernya upaya perlindungan satwa liar, banyak organisasi telah berhasil memperoleh pendanaan untuk melengkapi peralatan para jagawana mereka.
Jagawana melakukan berbagai tugas dalam kewajiban harian mereka. Patroli menyita sebagian besar waktu seorang jagawana. Organisasi yang berbeda menerapkan strategi patroli yang berbeda pula, yang biasanya didasarkan pada jenis hewan yang berada dalam perlindungan mereka. Jagawana yang hanya melindungi sedikit hewan mungkin ditugaskan untuk menjaga satu hewan per regu. Hal ini hanya terjadi pada mamalia besar karena umumnya hewan lain sulit untuk dilacak setiap harinya; untuk mempermudah tugas ini, perangkat pelacak sering digunakan.[5] Untuk hewan yang lebih kecil, atau guna melindungi seluruh hewan di suatu kawasan tertentu, jagawana melakukan patroli di batas-batas wilayah tersebut.
Referensi
- ^ "What is a Ranger?". WWF. Diakses tanggal 16 January 2020.
- ^ "Illegal Wildlife Trade". WWF. Diakses tanggal 16 January 2020.
- ^ NEME, LAUREL (27 June 2014). "For Rangers on the Front Lines of Anti-Poaching Wars, Daily Trauma". National Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal August 10, 2019.
- ^ Junker, J. "Action: Provide better equipment (e.g. guns) to anti-poaching ranger patrols". Conservation Evidence. hat Works in Conservation.
- ^ "Elephant Tracking Collars". ElephanTTrackinG. Diakses tanggal 16 January 2020.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.