Armada Transjakarta berjumlah 1.056 bus pada tahun 2016, sebuah peningkatan dari 605 bus yang dikontrakkan pada tahun 2015.[1] Transjakarta memiliki lebih dari 1.500 bus dalam tiga bulan pertama tahun 2017, dan menargetkan memiliki 3.000 bus pada akhir tahun.[2]
Armada milik swakelola PT Transportasi Jakarta hanya mengisi alokasi armada cadangan pada layanan BRT.
Armada Mercedes-Benz OH 1626 milik Mayasari Bakti terdapat tiga angkatan, yaitu angkatan pertama dengan nomor lambung MYS-18xxx, angkatan kedua dengan nomor lambung MYS-19xxx, dan angkatan ketiga dengan nomor lambung MYS-21xxx. Semuanya adalah milik Depot Bus Cijantung.
Armada Skywell NJL6126BEV serta Zhongtong Bus N12 milik Perum DAMRI terdapat dua angkatan, yaitu angkatan pertama dengan nomor lambung DMR-24xxxx dan angkatan kedua dengan nomor lambung DMR-25xxxx (dapat dibedakan dengan ukuran teks papan informasi bus).
Sejak 1 Februari 2026 seluruh Armada Hino RK8 R260 milik Perum DAMRI pensiun akibat perannya digantikan dengan bus listrik dan armada yang sudah tua.
Pada 2019, salah satu Armada Hino RK1 JSNL milik Swakelola Transjakarta yaitu TJ-452 pernah terbakar di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat yang menyebabkan bus hangus akibat kobaran api. Karena hal ini, armada Hino RK1 JSNL milik Swakelola Transjakarta menjadi 49 armada bus akibat satu bus yang terbakar.
Depo atau Pool
Depo swakelola Transjakarta Pesing difoto dari Jalan Layang Pesing
Depo atau pool adalah pangkalan utama bagi bus Transjakarta maupun Mikrotrans yang sudah selesai beroperasi. Depo juga menjadi tempat perbaikan, pencucian, dan perawatan seluruh armada milik Transjakarta.[6]
Aktif (sebagai tempat rongsokan bus bekas Transjakarta) dan terminus Mikrotrans
Spesifikasi umum
Secara keseluruhan, armada bus Transjakarta menggunakan bahan bakar diesel dengan beberapa armada menggunakan gas alam terkompresi dan energi listrik. Namun per 2020, Transjakarta memilih untuk meninggalkan penggunaan bahan bakar gas alam, karena pasokan gas yang terbatas dan jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas yang sedikit.[7] Interior langit-langit bus menggunakan bahan yang tahan api sehingga jika terjadi percikan api tidak akan menjalar.[8] Bus-bus Transjakarta menggunakan dua jenis bahan rangka, yang kebanyakan menggunakan baja. Namun untuk bus-bus produksi Nusantara Gemilang menggunakan aluminium.[9]
Bus BRT Transjakarta memiliki pintu yang terletak lebih tinggi dibanding bus lain, sehingga hanya dapat dinaiki dari halte bus Transjakarta (juga dikenal sebagai shelter). Bus hibah Kementrian Perhubungan (bus Hino RK8 milik DAMRI) memiliki satu pasang pintu yang terletak di bagian tengah kanan dan kiri, sedangkan bus tunggal lainnya memiliki 2 pasang. Bus gandeng memiliki tiga pasang pintu. Berbeda dengan unit BRT, unit pengumpan KAJ dan TSW dilengkapi dengan 2 pintu rendah di sebelah kiri untuk penaikkan penumpang dari halte pengumpan, serta 1 pintu BRT di sebelah kanan.[10] Bis kota pengumpan dek rendah yang dioperasikan dalam sistem Transjakarta pada umumnya tidak masuk dalam koridor BRT, sehingga pada umumnya hanya mengoperasikan 2 pintu rendah di sebelah kiri. Pintu depan difungsikan sebagai pintu masuk dan pintu tengah sebagai pintu keluar.
Pintu bus menggunakan sistem geser dan sistem lipat otomatis yang dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Mekanisme pembukaan pintu pada bus Hino RK8 milik DAMRI sistem geser yang dapat lebih mengakomodasi padatnya penumpang. Jalur pergerakan pintu sistem ini terdapat di belakang tempat duduk penumpang, serta dilindungi papan gelas akrilik untuk menghindari terjepitnya bagian tubuh penumpang oleh pintu.[10] Standard pintu untuk setiap bus baru sejak tahun 2016 adalah pintu sistem lipat.
Setiap bus dilengkapi dengan papan informasi elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan dilalui dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terdapat papan teks berjalan dalam interior bus yang bertuliskan informasi halte berikutnya atau himbauan. Setiap bus dilengkapi dengan On Board Unit (OBU) yang memonitor keberadaan bus menggunakan GPS, serta menjadi sarana komunikasi pramudi dengan pusat kendali. Pada setiap unit, terdapat stiker identitas bus (nomor lambung/bodi bus), Call Center, dan bawaan serta kegiatan yang dilarang di dalam bus.[10] Pada sebagian bus BRT dan semua bus pengumpan, terdapat mesin tap-on-bus (TOB) 'alat penerima pembayaran kartu uang elektronik' untuk melakukan pembayaran tiket pada rute-rute pengumpan.[11]
Sebagai antisipasi keadaan darurat, setiap bus dilengkapi dengan alat pemecah kaca yang tersedia di beberapa bagian pada tiap bus, tuas darurat di dekat pintu bus, serta pintu darurat pada beberapa armada. Setiap bus juga dilengkapi dengan kamera pengawas untuk mencegah pencopetan dan pelecehan seksual.[10]
Angkutan bus malam adalah layanan Transjakarta yang tersedia setiap malam (22.00-05.00 WIB). Layanan bus malam seperti layanan BRT reguler beroperasi melayani semua halte (kecuali Halte CBDCiledug di Kota Tangerang, Banten).
Bus Gandeng Zhongtong LCK6180GC yang memakai livery merah-oranye
Livery merah-oranye merupakan livery yang dipakai oleh Transjakarta sejak 2004 hingga sekitar 2020. Livery ini merupakan livery pertama Transjakarta, dan banyak armada bus yang memakai livery ini, salah satu nya Zhongtong LCK6180GC milik Perum DAMRI dan Swakelola dan Yutong buatan PT. INKA
Livery Koridor &
Bus Daewoo yang melayani Koridor 2 dengan skema livery biru yang terinspirasi dari warna rute perjalanan koridor 2Bus Daewoo yang melayani Koridor 3 dengan skema livery merah-kuning, warna kuningnya terinspirasi dari warna rute perjalanan koridor 3
Livery koridor 2 & 3 merupakan livery yang hanya dijumpai pada kedua koridor tersebut. Livery ini hanya dipakai oleh bus dengan merek Daewoo saja. Kedua livery ini memiliki arti yaitu bus berwarna biru berarti itu adalah bus yang sedang melayani rute koridor 2 sedangkan bus berwarna kuning berarti itu adalah bus yang sedang melayani koridor 3.
Livery Abu - Abu
Bus Hino dengan operator Lorena dengan skema livery abu-abu
Armada dengan Livery abu-abu mulai muncul pada tahun 2007 yang bersamaan dengan peresmiannya Koridor 4, 5, 6 dan 7. Livery ini muncul agar membedakan bus koridor 1, 2 dan 3 dengan 4, 5, 6 dan 7. Livery ini pernah dioperasikan oleh beberapa operator salah satunya Primajasa dan Lorena. Sayangnya pada tahun 2018, Bus Transjakarta dengan livery seperti ini harus pensiun akibat armada yang sudah tua dan suku cadang yang sudah habis.
Livery Biru muda-Putih
Bus Gandeng Scania K320iA yang dioperasikan Swakelola menggunakan livery biru muda-putihBus Mercedes-Benz OH 1526 yang dioperasikan Swakelola menggunakan livery biru muda-putih
Livery Biru muda-Putih seperti gambar di atas mulai bermunculan sejak 2016 hingga saat ini, namun jumlahnya saat ini tak sebanyak dulu, akibat banyaknya armada baru yang mengisi alokasi rute. Livery ini dapat dijumpai pada Bus Scania K320iA milik Swakelola dan Mayasari Bakti dan Mercedes-Benz OH 1526 milik Swakelola.
Livery Biru Tua-Putih
Bus Listrik BYD D9 VKTR HF-12 Tidar yang menggunakan livery biru tua-putih
Livery Biru Tua-Putih merupakan hasil pengembangan dari livery sebelumnya yaitu Biru muda-Putih. Livery ini merupakan livery yang masih dipakai hingga saat ini hingga masuk ke zaman bus listrik dan Livery ini terdapat purwarupa yang terdapat pada Bus Scania K310iB milik Mayasari Bakti dengan Nomor MYS-17031, coraknya sama seperti livery ini tetapi warnanya lebih muda.
Livery Khusus
Armada Transjakarta Mercedes-Benz OH 1626 ber livery Mayasari Bakti sedang melayani rute 9C
Armada Mercedes-Benz milik Mayasari Bakti yang ber livery Jak Lingko
Armada Mercedes-Benz OH 1626 milik Swakelola yang bernomor TJ-321 ber livery Vintage PPD. Livery ini terdapat beberapa bus yang coraknya berbeda
Livery khusus merupakan livery yang dibuat sengaja oleh Transjakarta untuk membedakan armada tersebut dengan yang lainnya atau keputusan dari suatu operator.
* Layanan bus perkotaan yang tidak diklasifikasikan sebagai BRT
Layanan yang dicetak tebal merupakan layanan berbasis Buy The Service (BTS)
Layanan yang dicetak tebal dan miring merupakan layanan BTS yang terintegrasi dengan Teman Bus
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.