Ayanda Denge

Ayanda Denge (meninggal 24 Maret 2019) adalah seorang perempuan transgender Afrika Selatan dan penyintas perdagangan manusia berbasis seksual. Dia adalah seorang advokat untuk orang-orang transgender, korban perdagangan seks, dan untuk penghapusan prostitusi.[1] Dia adalah ketua Gugus Tugas Pendidikan dan Advokasi Pekerja Seks (SWEAT).[2]

Kehidupan pribadi

Denge adalah Xhosa, dan dibesarkan di kota Port Elizabeth, di Eastern Cape.[3] Ia tinggal di Cape Town, Afrika Selatan.[2]

Karier

Denge mulai bekerja di Johannesburg, dan kemudian melakukan perjalanan ke kota-kota Afrika selatan lainnya termasuk Harare, Durban, Cape Town, Port Elizabeth, dan Air Terjun Victoria. Dia adalah seorang pekerja seks selama lebih dari 15 tahun.[4] Denge bekerja sebagai koordinator untuk Gerakan Pekerja Seks Sisonke (Sisonke) selama dua tahun.[5]

Denge adalah ketua Gugus Tugas Pendidikan dan Advokasi Pekerja Seks (SWEAT). Dia adalah seorang pembela kaum transgender dan juga pekerja seks. [2] Dalam perannya dengan SWEAT, Denge berhasil melatih 50 pendidik dan bekerja sebagai pembicara motivasi tentang "kesadaran kanker, kesadaran HIV / AIDS, dan masalah advokasi hak asasi manusia yang terkait dengan pekerjaan seks".[3]

Pada Agustus 2015 di Cape Town, Denge berbicara pada acara Asijiki Coalition for the Decriminalization of Sex Work. Organisasi tersebut beranggotakan pekerja seks, aktivis, danpembela hak asasi manusia. Dimana panitia pengarahnya terdiri dari Sisonke Sex Worker Movement (Sisonke), Women's Legal Center (WLC), Sex Worker Education and Advocacy Taskforce (SWEAT), dan Sonke Gender Justice.[6]

Denge diwawancarai oleh Daily Vox saat menghadiri Konferensi AIDS Internasional 2016 di Durban, "Menjadi transgender tidak hanya mendapatkan dosis ganda, tetapi stigmatisasi dan diskriminasi sebanyak tiga dosis."[2]

Referensi

  1. ^ Gontsana, By Mary-Anne (2019-03-26). "Housing activist killed in occupied Cape Town building". GroundUp News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-03-08.
  2. ^ a b c Maduna, Lizeka (2016-07-21). "Transgendered sex workers face a triple threat of stigma". The Daily Vox (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-03-08.
  3. ^ a b "Ayanda Denge | SWEAT". web.archive.org. 2017-11-11. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-11. Diakses tanggal 2021-03-08.
  4. ^ "Mystery surrounds murder of trans activist, Ayanda Denge". www.iol.co.za (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-03-08.
  5. ^ "Ayanda Denge". AWID (dalam bahasa Inggris). 2020-09-21. Diakses tanggal 2021-03-08.
  6. ^ Furlong, Ashleigh (2015-08-28). "Coalition launched to decriminalise sex work". GroundUp News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-03-08.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.