Bahasa Sedoa
Bahasa Sedoa (bahasa Inggris: Sedoa language) atau Bahasa Tawailia, merupakan salah satu bahasa yang ditemukan di wilayah Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.[4] Bahasa ini mendominasi wilayah Lembah Sedoa dan dipertuturkan oleh orang Sedoa.[4] Ada sekitar 4.000 orang penutur bahasa ini pada tahun 2007, menurut Ethnologue.[5][6][1] Bahasa ini termasuk dari keluarga bahasa Kaili-Pamona.[7]
Pada pergantian abad ke-20, bahasa Sedoa diucapkan di dua lokasi: di lembah sungai Tawaelia di dataran tinggi (> ketinggian 1000 m) di utara tidak jauh dari lembah Napu, dan di dataran rendah dekat muara Sungai Tambarana di Teluk Tomini. Namun, pada hari ini, bahasa tersebut tetap dipertahankan hanya di lokasi dataran tinggi, yaitu di desa Sedoa. Meskipun Sedoa berbatasan dengan wilayah bahasa Napu, Nicolaus Adriani dan Esser mengklasifikasikan bahwa Sedoa berbagi kedekatan linguistik terdekatnya dengan bahasa Lindu dan Moma yang dituturkan di rantai pegunungan sebelah barat wilayah bahasa Sedoa.[8]
Penggunaan
Penggunaan bahasa sangat kuat di antara 900 pembicara Sedoa yang tinggal di desa Sedoa di kecamatan Lore Utara. Desa ini merupakan pusat kebudayaan bagi masyarakat Sedoa. Selain itu ada sekitar 3000 orang asal etnis Sedoa yang pindah dari daerah ini bertahun-tahun sebelumnya dan kebanyakan tidak lagi berbicara bahasa Sedoa. Sejarah lisan yang umum bercerita tentang sebuah kelompok yang memisahkan diri karena melakukan pelanggaran dan meninggalkan daerah tersebut. Mereka sekarang tinggal di kecamatan Sausu, di Kabupaten Parigi Moutong.[8]
Referensi
- ^ a b c d Sedoa di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
- ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Sedoa". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
- ^ "Bahasa Sedoa". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
- ^ a b Saro et al. 1991, hlm. 1.
- ^ Saro et al. 1991, hlm. 5.
- ^ Wurm 2007, hlm. 522.
- ^ Martens 1989, hlm. 19.
- ^ a b "The Sedoa Language". Sulawesi Language Alliance. Diakses tanggal 27 Mei 2017.
Bacaan lebih lanjut
- Saro, Ahmad; Sulaiman, Hanafi; Rahim, Abdillah A.; Kuruda, Sudarmin (1991). Struktur Bahasa Besoa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- Martens, Michael (1989). Sneddon, James N. (ed.). "The Badaic Languages of Central Sulawesi" (PDF). Studies in Sulawesi linguistics, part I: 19–53. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- Wurm, Stephen A. (2007). "Australasia and the Pacific". Dalam Moseley, Christopher (ed.). Encyclopedia of the World's Endangered Languages (PDF). New York: Routledge. hlm. 425–577. ISBN 978-0-7007-1197-0. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2017-05-27. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.