Baibars
| Baibars al-Bunduqdari | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Pendiri Dinasti Mamluk Bahri | |||||
| Sultan Mamluk | |||||
| Berkuasa | 1260 – 1277 | ||||
| Penobatan | 1260, Al-Salihiyya, Palestina | ||||
| Pendahulu | Saifuddin Qutuz | ||||
| Penerus | Al-Said Barakah | ||||
| Kelahiran | 19 Juli 1223 Krimea | ||||
| Kematian | 1 Juli 1277 (umur 54) Damaskus, Suriah | ||||
| |||||
| Wangsa | Kipchak Turki | ||||
| Agama | Islam Sunni | ||||

Al-Malik az-Zahir Ruknuddin Baibars al-Bunduqdari (bahasa Arab: الملك الظاهر ركن الدين بيبرس البندقداري, disingkat Baibars atau Baybars) (lahir tahun 1223 - meninggal dunia 1 Juli 1277) adalah salah satu sultan dari Dinasti Mamluk yang kekuasaannya meliputi Mesir dan Suriah.
Karier militer
Baibars adalah panglima perang dari dinasti Mamluk ketika pasukannya berhasil mengalahkan Pasukan Salib ke-7 pimpinan Raja Louis IX dari Prancis pada 1250 M, dan juga berhasil mengalahkan pasukan Mongol pimpinan Kitbuqa dalam pertempuran Ain Jalut pada 1260 M.[1] Ia selanjutnya melakukan serangkaian serangan terhadap kerajaan Kristen dimulai dari kerajaan Antiokhia di Suriah yang secara terang-terangan bergabung dengan pasukan Mongol dalam pertempuran Ain Jalut.
Pada tahun 1263, Baibars menyerang Akka namun belum berhasil merebutnya. Akan tetapi ia berhasil mengalahkan Pasukan Salib dalam beberapa pertempuran (Arsuf, Athlith, Haifa, Safad, Jaffa, Ashkalon, Caesarea), di mana pada setiap kesempatan ia berusaha untuk menawan para Ksatria Templar dan Ksatria Hospitaller.
Pada tahun 1266, Baibar mengalahkan pasukan Armenia di Sisilia yang merupakan satu-satunya sekutu terkuat dari kerajaan Antiokhia. Pada tahun 1268, Antiokhia berhasil dikepung dan dapat ditaklukkannya pada tanggal 18 Mei.
Setelah kejatuhan Antiokhia, Pasukan Salib ke-9 pimpinan Raja Edward I dari Inggris bergabung dengan pasukan Mongol untuk melawan pasukan muslim pada tahun 1271, akan tetapi mereka tidak pernah berhasil menduduki wilayah muslim. Kemudian Baibars bertempur melawan pasukan Turki Seljuk di Anatolia.
Kematian
Baibars meninggal pada tahun 1277 di Suriah.[butuh rujukan] Sultan Baibars dikuburkan di Kota Orang Mati, Kairo. Kuburannya ditandai dengan keberadaan kubah yang lokasinya berada di tepi Jalan Salah Salem.[2]
Lihat pula
Referensi
- ^ The New Encyclopædia Britannica, Macropædia, H.H. Berton Publisher, 1973-1974, p.773/vol.2
- ^ Usmani, Ahmad Rofi' (Juni 2011). Hidayat, Yadi Saeful (ed.). Dari Istana Topkapi hingga Eksotisme Masjid Al-Azhar: Menjelajah Pesona Istanbul, Kairo, Alexandria, dan Kota-Kota Lain di Turki dan Mesir. Bandung: Mizania. hlm. 26–27. ISBN 978-602-8236-98-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.