Bangkai kapal

Bangkai kapal (bahasa Inggris: shipwreck) adalah sisa-sisa kapal yang karam dan terdampar di darat atau tenggelam di dasar perairan. Hal ini dapat terjadi secara sengaja atau tidak disengaja. Ketika sebuah kapal yang telah ditinggalkan awaknya tetap tetap terapung di perairan dan tidak tenggelam, kapal tersebut disebut sebagai kapal hantu.
Bangkai kapal yang terkenal di antaranya Titanic, MV Doña Paz, Britannic, dan Lusitania. Ada pula ribuan sisa-sisa kapal yang tidak hilang di laut melainkan terbengkalai atau tenggelam. Mereka biasanya berukuran lebih kecil, seperti kapal penangkap ikan, dan dapat membahayakan navigasi,[1] sehingga disingkirkan oleh otoritas pelabuhan.[2]
Banyak bangkai kapal modern mengakibatkan pencemaran laut, terutama sebagai sumber tumpahan minyak yang signifikan.[3] Sebuah survei yang diterbitkan pada tahun 2005 menyatakan bahwa sejak tahun 1890 ada lebih dari 8.500 bangkai kapal yang tenggelam dan mungkin masih mengandung minyak.[4] Tumpahan minyak dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan laut dan pesisir serta kehidupan perairan. Selain beracun bagi kehidupan laut, hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang ditemukan dalam minyak mentah sangat sulit dibersihkan dan bertahan bertahun-tahun di sedimen dan lingkungan laut.[5][6]
Referensi
- ^ "Wrecks and Obstructions Database". NOAA.
- ^ Scurvy, Death and Cannibalism (internet video). Shipwreck Central. 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-03-06.
- ^ Spalding, Mark J. (January 2013). "Underwater WWII Wrecks – Pollution or Cultural Heritage? | Smithsonian Ocean" (dalam bahasa Inggris). Smithsonian Institution.
- ^ Michel, Jacqueline; Schmidt Etkin, Dagmar; Gilbert, Trevor; Urban, Robert; Waldron, Jon; Blocksidge, Charles T. (2005). "Potentially Polluting Wrecks in Marine Waters: An Issue Paper Prepared for the 2005 International Oil Spill Conference" (PDF): 8, 11.
- ^ Panetta, L.E. (Chair) (2003). America's living oceans: charting a course for sea change (PDF). Pew Oceans Commission. hlm. 64.
- ^ Van Landuyt, Josefien; Kundu, Kankana; Van Haelst, Sven; Neyts, Marijke; Parmentier, Koen; De Rijcke, Maarten; Boon, Nico (2022-10-18). "80 years later: Marine sediments still influenced by an old war ship". Frontiers in Marine Science. 9: 1017136. doi:10.3389/fmars.2022.1017136. hdl:1854/LU-01GKS4PJA2JJ06GXN0FQHFMB4D. ISSN 2296-7745.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.