Bank Neo Commerce
Nama sebelumnya | PT Bank Yudha Bhakti Tbk (1989-2020) |
|---|---|
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
| Kode emiten | BEI: BBYB |
| Industri | Jasa keuangan |
| Didirikan | 19 September 1989 |
| Kantor pusat | Jakarta Selatan, DKI Jakarta |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Eri Budiono[1] (Direktur) Inkawan Jusi[1] (Komisaris Utama) |
| Jasa | |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | PT Akulaku Silvrr Indonesia (34,45%) PT Gozco Capital (7,21%) Rockcore Financial Technology Co. Ltd. (5,52%) |
Karyawan | |
| Situs web | www |
PT Bank Neo Commerce Tbk sebuah bank yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2024, bank ini memiliki tujuh kantor cabang yang tersebar di Jawa, Medan, dan Makassar.[2][3]
Sejarah
Pendirian bank ini berawal dari terbitnya Paket Kebijaksanaan Oktober 1988 yang memberikan kemudahan untuk mendirikan bank baru. Pada bulan Desember 1988, Dephankam, Asabri, Pepabri, dan para pengembang perumahan pun mengadakan sebuah pertemuan untuk mengoptimalkan dana proyek Kredit Perumahan Prajurit (KPR) yang saat itu dinilai cukup pontesial, salah satunya dengan cara mendirikan sebuah bank baru.
Pada bulan Januari 1989, Menhankam memerintahkan pelaksanaan studi kelayakan pendirian bank baru, dan pada bulan Februari 1989, LPPI pun resmi ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan tersebut melalui kerja sama dengan Bank Niaga. Pada bulan September 1989, bank ini resmi didirikan dengan nama PT Bank Yudha Bhakti oleh Inkopad, Inkopal, Inkopau, Inkoppol, Inkoppabri, Puskop Mabes TNI, dan Puskop Dephankam.
Pada tahun 2015, bank ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.[4] Pada tahun 2019, Akulaku membeli 8,9% saham bank ini dengan harga Rp158 miliar.[5] Pada tahun 2020, bank ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang untuk mencerminkan transformasinya menjadi bank berbasis digital.[6] Pada tahun 2021, bank ini memindahkan kantor pusatnya ke Treasury Tower dan meluncurkan aplikasi Neobank.[2][3]
Referensi
- ^ a b "Komisaris & Direksi". PT Bank Neo Commerce Tbk. Diakses tanggal 30 April 2026.
- ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2024" (PDF). PT Bank Neo Commerce Tbk. Diakses tanggal 30 April 2026.
- ^ a b "Sekilas Perusahaan". PT Bank Neo Commerce Tbk. Diakses tanggal 30 April 2026.
- ^ Sukirno, Sukirno (13 Januari 2015). "BANK YUDHA BHAKTI (BBYD): Inilah Sejarah Bank Milik Koperasi TNI/POLRI". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ Hutauruk, Dina Mirayanti (15 Maret 2019). "Akulaku resmi jadi pemegang saham Bank Yudha Bhakti (BBYB)". Kontan. Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ Saleh, Tahir (10 September 2020). "Dikendalikan Akulaku, BBYB Ganti Nama Jadi Bank Neo Commerce". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2 Mei 2026.
Pranala luar
- (Indonesia) Situs web resmi
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.