Baringbing

Sibaringbing
Aksara Batakᯅᯒᯪᯰᯅᯪᯰ
(Surat Batak Toba)
Nama margaBaringbing
Barimbing
Sibaringbing
Sibarimbing
Nama/
penulisan
alternatif
  • Tampubolon Baringbing
  • Tampubolon Barimbing
  • Tampubolon Sibaringbing
  • Tampubolon Sibarimbing
Artisi + baringbing (ng; m)
(Balung/Jengger ayam jantan)
Silsilah
Jarak
generasi
dengan
Siraja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
(Nai Suanon)
5Sibagot ni Pohan
6Tuan Sihubil
7Raja Sapala Tua Tampuk Nabolon
(Tampubolon)
8Raja Mataniari
9Baringbing
Nama lengkap
tokoh
  • (terdiri dari)
    1. Ompu Sidomdom
  • 2. Simangan Dalan
  • 3. Ginjang Niporhas
Kekerabatan
Induk margaTampubolon
Persatuan
marga
Tuan Sihubil
Kerabat
marga
Silaen
Turunan
  • Ompu Sidomdom
  • Simangan Dalan
  • Ginjang Niporhas
Matani ari
binsar
PadanSitompul
Asal
SukuBatak
EtnisBatak Toba
Daerah asalBalige, Toba
Kawasan
dengan
populasi
signifikan

Baringbing (lebih lazim ditulis atau disebut sebagai Barimbing) (Surat Batak: ᯅᯒᯪᯰᯅᯪᯰ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari daerah Balige, Toba. Leluhur marga Baringbing adalah Ompu Sidomdom, Simangan Dalan, dan Ginjang Niporhas. Ketiganya merupakan cucu dari Raja Sapala Tua Tampuk Nabolon (Tampubolon).

Etimologi

Nama Baringbing dalam bahasa Batak Toba merujuk kepada kata baringbing yang memiliki arti balung/Jengger, Ayam. Penggunaan marga Baringbing bagi sebagian keturunan marga Raja Sapala Tua Tampuk Nabolon (Tampubolon) tepatnya ketiga anak Raja Mataniari berawal melalui tradisi menggunakan Balung/Jengger ayam jantan di tengah tanduk kerbau sebagai penghias di bagian depan atas Rumah (Ruma Bolon).

Penggunaan marga Baringbing masih belum lazim dipraktikkan sebelum paruh kedua abad ke 20, kala itu hanya sebagian kalangan yang menggunakan marga tersebut, maupun menyematkan kedua marga seperti Tampubolon Baringbing. Namun memasuki paruh paruh kedua abad ke 20 hingga dewasa ini penggunaan marga Baringbing kian semarak dilakukan oleh ketiga keturunan anak Raja Mataniari tersebut.

Kekerabatan

Seluruh keturunan marga Baringbing memiliki hubungan erat dengan satu sama lain dan juga dengan keturunan Raja Sapala Tua Tampuk Nabolon lainnya; mereka memegang teguh ikatan persaudaraan untuk tidak menikah antar satu dengan yang lain.

Sumber

  • Hutagalung, W.M. (1991), Pustaha Batak Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak, hlm. 223
  • Siahaan, Amanihut N.; Pardede, H. (1957), Sejarah perkembangan Marga - Marga Batak

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.