Batang Bayang
| Batang Bayang Sungai Bayang, Batang Air Bayang | |
|---|---|
Peta OpenStreetMap | |
| Lokasi | |
| Provinsi | Sumatra Barat |
| Kabupaten | Solok & Pesisir Selatan |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Pegunungan Bukit Barisan |
| - lokasi | Simpang Tj. Nan IV |
| - elevasi | 1600 mdpl |
| Muara sungai | Samudra Hindia |
| - lokasi | Pasar Baru (Kec. Bayang) |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Sistem sungai | DAS Bayang |
| Luas DAS | 528,99 km² |
| Markah tanah | Jembatan Akar Pakiah Sokan |
| Informasi lokal | |
| GeoNames | 1649490 |
Batang Bayang (juga dikenal sebagai Batang Air Bayang) adalah sebuah sungai yang berlokasi di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.[1][2] Sungai ini mengalir dari arah timur laut menuju barat daya dan menjadi salah satu sungai utama di Kabupaten Pesisir Selatan.[2] Aliran Batang Bayang melintasi beberapa kecamatan dari hulu ke hilir diantaranya:
- Simpang Tanjung Nan IV
- Pancuang Taba
- Muaro Aie
- Koto Ranah
- Puluik Puluik
- Koto Berapak
- Talaok
- Pasar Baru
Hidrologi DAS
Batang Bayang berhulu di kompleks pegunungan Bukit Barisan, tepatnya di kawasan Simpang Tanjung Nan IV, Danau Kembar, Kabupaten Solok.[3] Aliran sungai ini kemudian bermuara di Samudra Hindia, yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatra, pada wilayah Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan.[1][2][3]
Sungai ini merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bayang, yang memiliki luas keseluruhan sekitar 52.899,03 hektar atau setara dengan 528,99 km².[3] Pengelolaan konservasi DAS Bayang dilakukan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Agam Kuantan.[3]
Keanekaragaman Hayati
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, Batang Bayang diketahui memiliki berbagai jenis ikan yang cukup beragam. Studi tersebut mencatat 12 spesies ikan yang tertangkap di sungai ini, dimana kondisi fisikokimia airnya masih mendukung keberadaan ikan-ikan tersebut.[4]
Beberapa jenis ikan yang ditemukan antara lain:
|
|
Jembatan Akar
Di salah satu anak sungai Batang Bayang, terdapat sebuah objek wisata alam yang unik dan bersejarah bernama Jembatan Akar. Jembatan ini berlokasi di Kampung Pulai, Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara.[5]
Jembatan ini terbentuk secara alami dari dua akar pohon beringin yang tumbuh dari sisi sungai yang berbeda dan saling menyatu, membentuk sebuah jembatan sepanjang sekitar 11 meter. Proses pembentukan jembatan ini membutuhkan waktu puluhan tahun. Keunikan jembatan ini telah menjadikannya daya tarik wisata utama di daerah tersebut.[5]
Kerusakan Ekosistem DAS
Kawasan hulu Batang Bayang menghadapi permasalahan lingkungan yang serius, terutama terkait aktivitas pembalakan hutan yang masif. Laporan dari anggota DPRD Pesisir Selatan menyoroti kegiatan pembukaan lahan secara besar-besaran di wilayah Sariak Bayang, yang berbatasan dengan Alahan Panjang.[6]
Aktivitas ini telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah, seperti:[6]
- Penebangan hutan di perbukitan dengan kemiringan terjal.
- Pencemaran air akibat tumpukan limbah kayu di sepanjang anak sungai.
- Pembukaan akses jalan baru di lereng-lereng bukit untuk mengangkut kayu gelondongan.
Kerusakan ini berpotensi mengganggu ekosistem hutan dan aliran sungai, serta menimbulkan risiko bencana alam di masa mendatang.[6]
Lihat pula
- Daftar daerah aliran sungai di Indonesia
- Daya rusak air
- Hidrologi Pegunungan
- Irigasi Premium
- Manajemen sumber daya air
- Pertanian Regeneratif
- Proyek Strategis Nasional
- Wilayah Sungai
Referensi
- ^ a b "Batang Bayang". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-02.
- ^ a b c "Hubungan: Batang Air Bayang (13288439)". OpenStreetMap. 2021-12-18. Diakses tanggal 2025-08-02.
- ^ a b c d "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-08-02.
- ^ Sari, Wahyuni Prasetiyo; Risdawati, Dra Hj Renny; Yanti, Febri (2017-08-11). "JENIS-JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI BATANG BAYANG KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN". Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat (dalam bahasa Inggris). 2017 (1).
- ^ a b Fajar, Jay (2014-10-10). "Mongabay Travel : Pesona Jembatan Akar Sungai Batang Bayang Sumbar". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-08-02.
- ^ a b c RI, Direktorat TK3P-Kementerian Komunikasi dan Informatika. "Hutan Hulu Sungai Batang Bayang Rusak Parah, DPRD Pessel Desak Penghentian Pembalakan di Sariak Bayang". kelola.kim.id. Diakses tanggal 2025-08-02. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
