Bayam kotok
| Bayam kotok | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Ordo: | Caryophyllales |
| Famili: | Amaranthaceae |
| Genus: | Amaranthus |
| Spesies: | A. blitum
|
| Nama binomial | |
| Amaranthus blitum | |
Amaranthus blitum, biasa disebut bayam ungu,[1] bayam kotok, atau bayam lemah merupakan spesies tumbuhan tahunan dalam famili tumbuhan Amaranthaceae yang penting secara ekonomi.
Keterangan
Amaranthus blitum merupakan tanaman tahunan tegak atau semi sujud. Batang tunggal atau bercabang dapat tumbuh setinggi satu meter (tiga-koma-tiga kaki). Daun berwarna hijau atau keunguan jumlahnya mencapai 10 cm (4 in) panjang pada tangkai yang sama panjang dan tersusun spiral. Bentuknya sederhana, kira-kira berbentuk segitiga dan memiliki pinggiran yang utuh. Perbungaannya berbentuk paku dengan bunga kecil jantan dan betina berkumpul menjadi satu. Buahnya berupa kapsul bulat kecil berisi biji berbentuk cakram.[2]
Distribusi dan habitat
Berasal dari kawasan Mediterania, tanaman ini dinaturalisasi di belahan dunia lain, termasuk sebagian besar Amerika Utara bagian timur,[1] sebagian besar Afrika tropis, Eropa Barat, dan Jepang.[2] Di Inggris pertama kali tercatat di alam liar pada tahun 1771 ketika muncul di Essex. Hal ini terjadi lebih sering di lokasi yang tersebar di Inggris selatan pada abad ke-19 tetapi sejak itu jumlahnya menurun. Tanaman ini ditanam di Guernsey dan di tempat lain sebagai tanaman biasa, tumbuh di lahan limbah, ujung sampah, dan area budidaya, mungkin dari limbah wol, sabut kelapa, atau biji burung.[2]
Kegunaan
Kuliner
Meski tidak dibudidayakan, tanaman ini dikumpulkan dari alam liar dan dimakan di banyak belahan dunia.[3] Orang Yunani menyebut Amaranthus blitum var. silvestre, vlita</link> (Yunani Modern: βλίτα</link> ), dan makanlah daun dan pucuk empuk yang dikukus atau direbus lalu disajikan dengan minyak zaitun, lemon dan garam. Demikian pula, ia juga dipetik sebagai tunas muda di Lebanon dan dimasak dengan minyak zaitun, bawang merah, cabai, dan burghul, dibumbui dengan garam dan ditaburi jus lemon sebelum dimakan dengan roti pita. Ini dianggap sebagai lauk dan sangat populer di bagian utara Lebanon .[2]
Tanaman terkait
Amaranthus viridis yang berkerabat dekat, bayam ramping atau bayam hijau, juga banyak dimakan.[4]
Referensi
- ^ a b NRCS. "Amaranthus blitum". PLANTS Database. United States Department of Agriculture (USDA). Diakses tanggal 7 January 2016.
- ^ a b c d Grubben, G.J.H. (2004). Vegetables. PROTA. hlm. 63–65. ISBN 978-90-5782-147-9.
- ^ Grubben, G.J.H. & Denton, O.A. (2004) Plant Resources of Tropical Africa 2. Vegetables. PROTA Foundation, Wageningen; Backhuys, Leiden; CTA, Wageningen.
- ^ Grubben, G.J.H. (2004). Vegetables. PROTA. hlm. 88. ISBN 978-90-5782-147-9.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.