Bhumihar
Penguasa Negara Benares pada tahun 1870-an, salah satu dari dua penguasa Bhumihar terkemuka. | |
| Daerah dengan populasi signifikan | |
|---|---|
| India Timur | 3.750.886 (2,87% dari populasi Bihar.)[1][2] |
| Bahasa | |
| Hindi, Bhojpuri, Magahi, Maithili, Angika, Bajjika, Bundeli | |
| Agama | |
| Hinduisme | |
Bhumihar, yang juga secara lokal disebut Bhuinhar[3] dan Babhan,[4] adalah sebuah kasta Hindu yang terutama ditemukan di Bihar (termasuk wilayah Mithila),[5] wilayah Purvanchal di Uttar Pradesh, Jharkhand, wilayah Bundelkhand di Madhya Pradesh, serta Nepal.[6]
Secara tradisional, mereka merupakan kelompok pemilik tanah di India bagian timur, dan pada awal abad ke-20 menguasai sejumlah negara kepangeranan kecil serta wilayah zamindari di kawasan tersebut. Mereka memainkan peran penting dalam gerakan tani dan politik di Bihar. Mereka mengklaim status sebagai Brahmana, meskipun varna mereka menjadi bahan perdebatan yang cukup panjang.[7]
Etimologi
Istilah bhūmihār merupakan kata yang relatif baru dan pertama kali muncul dalam catatan Provinsi Bersatu Agra dan Oudh pada tahun 1865. Kata ini berasal dari bhūmi (‘tanah’), yang merujuk pada status kasta tersebut sebagai pemilik tanah. Sebutan Brahmana Bhumihar kemudian diadopsi oleh komunitas ini pada akhir abad ke-19 untuk menegaskan klaim mereka sebagai bagian dari golongan Brahmana.[8]
Sejarah
Seperti banyak kasta di India, terdapat berbagai mitos mengenai asal-usul komunitas Bhumihar. Salah satu legenda menyatakan bahwa mereka merupakan keturunan dari hubungan antara laki-laki Rajput dan perempuan Brahmana, sementara menurut versi lain, mereka berasal dari Brahmana-Buddha yang kehilangan kedudukan tinggi mereka dalam masyarakat Hindu. Komunitas Bhumihar sendiri tidak menyukai narasi yang melibatkan “percampuran” atau “penurunan status” tersebut, dan mengklaim diri sebagai Brahmana murni.[8]
Pada abad ke-16, Bhumihar menguasai wilayah yang luas di India bagian timur, khususnya di Bihar utara. Menjelang akhir abad ke-18, bersama Rajput Bihar, mereka telah menempatkan diri sebagai pemilik tanah paling menonjol di kawasan tersebut.[9] Legenda lisan menyebutkan bahwa bersama kaum Muslim dan Rajput, mereka menggusur penduduk asli Bhar dan Chero dari wilayah itu.[10]
Melemahnya kekuasaan Mughal di kawasan tersebut memunculkan sejumlah negara kecil yang dikuasai Bhumihar. Sebagai contoh, para kontraktor pendapatan untuk provinsi Mughal di Awadh menyatakan diri sebagai Maharaja Benares. Mereka berhasil mempertahankan kemerdekaan dari Nawab dari Awadh pada 1750-an dan 1760-an, sebelum kemudian menjadi wilayah dependensi Inggris.[11]
Identitas khas kasta Bhumihar sebagian besar terbentuk melalui dinas militer.[12] Pada masa awal ekspansi Inggris di India, Bhumihar di bawah Raja Benares, Cheyt Singh, ikut serta dalam pemberontakan melawan Perusahaan Hindia Timur pada tahun 1781.[13][14] Setelah kekalahannya, perusahaan tersebut mulai merekrut prajurit Bhumihar dalam jumlah besar hingga terjadinya Pemberontakan India 1857.[15]
Di India pascakemerdekaan, menurut penulis Rumela Sen, mayoritas rumah tangga kasta atas, termasuk Bhumihar, memiliki lahan yang cukup luas sehingga dapat dikategorikan sebagai “petani menengah”. Meskipun terdapat beberapa pemilik tanah besar di antara mereka, sebagian besar memiliki status ekonomi yang serupa dengan petani menengah dari kasta Koeri, Kurmi, dan Yadav.[16] Oleh karena itu, anggapan bahwa seluruh Bhumihar adalah tuan tanah tidak sepenuhnya tepat, karena di wilayah perkotaan mereka juga bekerja dalam berbagai profesi. Kelompok elit di kalangan Bhumihar perkotaan umumnya bekerja sebagai profesional dan birokrat, namun banyak pula yang bekerja sebagai buruh pabrik, penambang batu bara, hingga kuli angkut (mazdoor atau buruh).[17]
Referensi
- ^ "What Bihar caste census data say". Indian express. 2 October 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 October 2023. Diakses tanggal 2 October 2023.
- ^ Kumar (25 January 2005). "Bhumihars rooted to the ground in caste politics". The Times of India. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 September 2008. Diakses tanggal 2008-04-05.
- ^ Freitag, Sandra B. (1992). Culture and Power in Banaras: Community, Performance, and Environment, 1800-1980. University of California Press. hlm. 8. ISBN 978-0-52008-094-2.
- ^ Jain, Ravindra K. (2012). Nation, Diaspora, Trans-nation: Reflections from India. Routledge. hlm. 4. ISBN 978-1-136-70414-7.
- ^ Jha, Makhan (1997). Anthropology of Ancient Hindu Kingdoms: A Study in Civilizational Perspective. MD Publications. hlm. 33. ISBN 9788175330344.
- ^ Nedumpara, Jose J. (January 2004). Political Economy and Class Contradictions: A Study. Anmol. ISBN 9788126117185. Diakses tanggal 2012-07-12.[halaman dibutuhkan]
- ^ Das, Arvind N. (1982). Agrarian Movements in India: Studies on 20th Century Bihar. Psychology Press. hlm. 51–52. ISBN 978-0-7146-3216-2.
- ^ a b Kumar, Ashwani (2008). Community Warriors: State, Peasants and Caste Armies in Bihar. Anthem Press. hlm. 125–127. ISBN 978-1-84331-709-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 November 2023. Diakses tanggal 21 September 2016.
- ^ Yang, Anand A. (1998). Bazaar India: Markets, Society, and the Colonial State in Gangetic Bihar. University of California Press. hlm. 139. ISBN 978-0-520-91996-9.
- ^ Yang, Anand A. (1989). The Limited Raj: Agrarian Relations in Colonial India, Saran District, 1793-1920. University of California Press. hlm. 57. ISBN 978-0-520-05711-1.
- ^ Bayly, Christopher A. (19 May 1988). Rulers, Townsmen and Bazaars: North Indian Society in the Age of British Expansion, 1770-1870. CUP Archive. hlm. 17–18. ISBN 978-0-521-31054-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 April 2023. Diakses tanggal 21 September 2016.
- ^ Bayly, Susan (22 February 2001). Caste, Society and Politics in India from the Eighteenth Century to the Modern Age. Cambridge University Press. hlm. 203. ISBN 978-0-521-79842-6.
- ^ Barua, Pradeep (2005). The State at War in South Asia. U of Nebraska Press. hlm. 76. ISBN 0-8032-1344-1.
- ^ Maharatna, Paramita (2007). "Explaining Chait Singh's Revolt in Bihar (1781): The Role of the Refractory Bihar Zamindars". Proceedings of the Indian History Congress. 68: 565–572. ISSN 2249-1937. JSTOR 44147866.
- ^ Roy, Kaushik (2004). India's Historic Battles: From Alexander the Great to Kargil. Orient Blackswan. hlm. 98. ISBN 978-81-7824-109-8.
- ^ Rumela Sen (2021). Farewell to Arms: How Rebels Retire Without Getting Killed. Oxford University Press. hlm. 48–49. ISBN 978-0197529867. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 July 2022. Diakses tanggal 12 July 2022.
the majority of these high-caste households were small landlords with landholdings that might also qualify them as "middle peasants." Their economic status was very similar to the middle peasant households among the backward-caste (Bania, Yadav, Kurmi, and Koeri). Although the Maoists identified these backward castes as a sympathetic class, some landowning, backward-caste households actually had economic interests in common with the upper-caste farming families.
- ^ Bernard D'Mello (2018). India after Naxalbari: Unfinished History. NYU Press. ISBN 978-1583677087. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 November 2023. Diakses tanggal 27 May 2023.
Nevertheless, the Bhumihars in Bihar are certainly not all "casteist" landlords. In the villages, there are Bhumihar landlords, but there are also Bhumihars who are small landowners. Of course, they consider it below their dignity to labor in the fields, especially ploughing the land, and as a result of their caste loyalty, they are politically on the same side as the big landowners of their caste. In urban areas, Bhumihars can be professionals, teachers, bureaucrats, judges, factory workers, coal miners, and even loading mazdoors.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.