Biosekuriti

Tindakan biosekuriti berupa disinfeksi ruang tunggu Bandar Udara Kumasi, Ghana

Biosekuriti atau ketahanan hayati (bahasa Inggris: biosecurity) adalah serangkaian prinsip dan tindakan yang diterapkan untuk menurunkan risiko yang muncul akibat masuk, tersebar, dan keluarnya bahaya hayati dan informasi hayati pada lingkungan tertentu, misalnya laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan, pertanian dan peternakan, negara, atau lingkup lainnya. Biosekuriti berfokus untuk mencegah dan memitigasi potensi ancaman dari suatu peristiwa yang melibatkan bahaya hayati, misalnya pencurian, penyerangan, dan pelepasan bahaya hayati, atau timbulnya wabah penyakit menular. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat terjadi secara alamiah, tidak disengaja, atau disengaja. Praktik biosekuriti mencakup penggunaan sarana fisik, teknis, administratif, dan hukum untuk melindungi bahaya hayati dan informasi hayati dari akses, penyalahgunaan, pengalihan, penyebaran, atau kehilangan yang tidak diinginkan. Contoh penerapan biosekuriti antara lain tata letak dan desain bangunan, zonasi dan pengendalian akses keluar-masuk, serta pembersihan dan dekontaminasi. Biosekuriti juga meliputi penyusunan dan penerapan kebijakan, peraturan, dan mekanisme pengawasan untuk memastikan masyarakat umum mematuhi prinsip-prinsip biosekuriti tingkat lokal, nasional, dan internasional.[1][2]

Keselamatan hayati, keamanan hayati, dan ketahanan hayati merupakan istilah yang sering digunakan bersama-sama dan saling menggantikan. Semuanya merupakan usaha untuk menurunkan risiko yang terkait dengan bahaya hayati. Namun, keselamatan hayati biasanya merujuk pada upaya melindungi keselamatan personel yang menangani atau bekerja dengan bahaya hayati.[3]

Rujukan

  1. ^ Renault, Véronique; Humblet, Marie-France; Saegerman, Claude (2021). "Biosecurity Concept: Origins, Evolution and Perspectives". Animals : an Open Access Journal from MDPI. 12 (1): 63. doi:10.3390/ani12010063. ISSN 2076-2615. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  2. ^ "FAO Biosecurity Toolkit". www.fao.org. Diakses tanggal 2023-07-16.
  3. ^ Zhou, Dongsheng; Song, Hongbin; Wang, Jianwei; Li, Zhenjun; Xu, Shuai; Ji, Xingzhao; Hou, Xuexin; Xu, Jianguo (2019). "Biosafety and biosecurity". Journal of Biosafety and Biosecurity. 1 (1): 15–18. doi:10.1016/j.jobb.2019.01.001. ISSN 2588-9338.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.