Burok

Kesenian burok adalah seni pertunjukan dan arak-arakan rakyat yang berasal dari Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan berkembang pesat di Brebes dan sekitarnya, yang berakar dari kesenian genjringan sebagai media dakwah Islam. Kesenian ini mengadaptasi kisah Nabi Muhammad SAW, dengan menampilkan replika Buraq, yakni kendaraan yang digunakan Nabi saat perjalanan Isra Mi'raj. Dalam tradisi ini, mereka membawa patung orang-orangan besar atau makhluk seperti raksasa yang terbuat dari kerangka bambu yang dilapisi kain kostum dan dilengkapi topeng atau ukiran wajah dan kepala.[1][2]

Sejarah kesenian Burok

Menurut cerita sejarah, kesenian Burok sudah ada sekitar tahun 1934. Awalnya ada seorang penduduk desa Kalimaro Kecamatan Babakan bernama Kalil membuat sebuah kreasi baru seni Badawang (boneka-boneka berukuran besar) yaitu berupa Kuda Terbang Buroq, konon ia diilhami oleh cerita rakyat yang hidup di kalangan masyarakat Islam tentang perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dengan menunggang hewan kuda bersayap yang disebut Buroq. Sedangkan Burok sendiri artinya ‘kilat’ (cepat).[1][3]

Seni Burok merupakan tradisi Badawang dalam masyarakat Sunda di Jawa Barat. Dalam tradisi ini, mereka membawa patung orang-orangan besar atau makhluk seperti raksasa yang terbuat dari kerangka bambu yang dilapisi kain kostum dan dilengkapi topeng atau ukiran wajah dan kepala. Di dalam kerangka orang-orangan ini terdapat rongga yang dapat dimasuki orang yang akan membawanya berjalan berpawai dan menggerakannya menari-nari. Contoh tradisi Badawang di Pulau Jawa bagian barat lainnya adalah Ondel-Ondel Betawi. Kurang lebih mirip dengan Barongsai dari China. Seni Burok biasa diiringi musik dog-dog Cirebon yang bersifat Trans Kultural. Ia juga sering dipadukan dengan boneka macan yang melambangkan kegagahan Prabu Siliwangi yang bercorak Hindu. Seni Burok terkadang ditampilkan dengan Barongsai dari tradisi masyarakat Tionghoa.[1]

Burok sebagai media dakwah

Pada zaman kerajaan Islam, syiar agama melalui kebudayaan, seni tari-tarian, wayang, topeng, seni musik, dan lain sebagainya. Saat berdakwah menggunakan topeng, genjring, dan sejenis barong tapi diplesetkan namanya jadi Burok. Seiring dengan perkembangannya, kesenian Burok Cirebon sering dijumpai dalam berbagai acara. Seperti pernikahan, khitan hingga pesta budaya lain yang ada di Cirebon. Dalam acara khitanan kesenian burok dimaksudkan agar anak yang dikhitankan derajatnya bisa tinggi seperti nabi. Awalnya kesenian ini digunakan untuk berdakwah, tetapi seriring berkembannya zaman kemudian menjadi seni budaya,yang sampai sekarang juga menggunakan alat-alat musik.[3][4]

Referensi

  1. ^ a b c "Badawang Burok » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-11-18.
  2. ^ Suhandana, Dadan (2015-03-04). "Kesenian Traditional Seni Budaya Burok". infobudaya.net (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-18.
  3. ^ a b "MEDIA TRADISIONAL: Mempopulerkan 'Burok' Asli Pesisir Brebes – DPRD JATENG". Diakses tanggal 2025-11-18.
  4. ^ Liputan6.com (2024-06-13). "Menilik Kerajinan Burok, Media Dakwah Islam di Cirebon yang Jadi Warisan Budaya Melegenda". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-11-18. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.