Butattah
Butattah adalah sebuah tradisi atau upacara adat yang sangat penting dalam kehidupan sosial masyarakat Lampung, khususnya pada sub-suku Lampung Saibatin (Peminggir) yang umumnya mendiami wilayah pesisir. Inti dari Butattah adalah upacara pemberian gelar adat (adok) kepada seseorang. Tradisi ini menandai perubahan status sosial dan kedudukan seseorang dalam struktur adat masyarakat. Pemberian gelar ini umumnya terjadi dalam rangkaian upacara adat perkawinan, di mana seorang pemuda yang menikah akan resmi diubah statusnya menjadi orang tua atau tokoh adat yang dihormati, lengkap dengan gelar (adok) yang baru diterima.
Makna Butattah sangat mendalam dan bersifat sakral, karena bukan hanya sekadar pemberian nama, melainkan penentuan hak, kewajiban, dan posisi seseorang dalam pembagian kerja secara adat. Melalui Butattah, struktur sosial masyarakat menjadi berfungsi dan terorganisir. Bagi kelompok bangsawan atau keturunan tokoh adat, gelar yang diterima dalam Butattah menjadi penanda status mereka, memperkuat garis keturunan, serta memastikan bahwa adat dalam kehidupan masyarakat dapat terus hidup dan dipegang teguh. Dengan demikian, tradisi ini adalah cerminan dari pola pengaturan sosial dan budaya masyarakat Saibatin yang kuat dan hierarkis
Pelaksanaan Butattah merupakan bagian integral dari ritual perkawinan adat, yang dipandang sebagai inti kebudayaan yang bersifat sakral. Upacara ini diselenggarakan dengan berbagai ritual yang bertujuan untuk memastikan pelaksanaan perkawinan berjalan lancar, mendapatkan restu leluhur, dan terhindar dari hal-hal buruk. Keberadaan Butattah menegaskan bahwa status dalam masyarakat Lampung Saibatin tidak hanya didasarkan pada kekayaan atau kedudukan formal, tetapi juga pada pengakuan dan legitimasi yang diberikan melalui proses adat yang formal dan diakui secara luas oleh komunitas setempat.
Sejarah
Kata Butattah berasal dari kata betattah yang berasal dari Lampung Barat artinya pemberian gelar adat atau buadok. Secara umum istilah Butattah atau Betattah itu menggambarkan perjalanan seseorang untuk mendapat gelar adat. Sebutan Butattah umum dijumpai di negara batin, anak liwa, dan anak suoh hingga Tanggamus. [1]
Referensi
- ^ Susanti, Reni (2022-12-28). "Makna Tradisi " Pemacakhan " pada Upacara Pernikahan Masyarakat Lampung Adat Saibatin Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung: Pendekatan Etnografi Komunikasi". Jurnal Studi Ilmu Sosial dan Politik. 2 (2): 143–157. doi:10.35912/jasispol.v2i2.1807. ISSN 2798-0243.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.