Cakee Sumenep

Cake adalah sejenis makanan pembuka khas Kabupaten Sumenep yang disajikan sebelum hidangan utama, mirip dengan sop atau capcay. Hidangan ini umumnya hadir dalam pesta perkawinan di wilayah Kota Sumenep.[1][2]

Dalam tradisi warga Sumenep, penyajian makanan pada pesta perkawinan mengikuti urutan tertentu. Umumnya terdapat lima tahapan, yaitu minum, jajanan, cakee, nasi goreng, dan es, yang disajikan secara berurutan untuk tamu undangan.[2]

Sejarah

Menu cake di Sumenep pertama kali dibuat pada tahun 1972 oleh Amaningsih, istri Imam, seorang pegawai di Kantor Bimas Kabupaten Sumenep. Pada saat itu, Amaningsih berusia 25 tahun dan memperoleh pengetahuan membuat cakee melalui kursus memasak yang diadakan oleh Ikatan Dharma Wanita (IDHATA) Kabupaten Sumenep. Pengajar pada kursus tersebut adalah Sadiq, guru Sekolah Kepandaian Putri (SKP) Sumenep, yang juga pernah menjadi guru Amaningsih.[2] Kemudian pengetahuan ini ditularkan, terkenal dan terus dilestarikan di Sumenep hingga saat ini.[1]

Bahan dan Penyajian

Bahan dasar cakee terdiri dari sayuran seperti kubis, kol, kentang, dan wortel. Lauknya mencakup bakwan udang, ayam kampung, dan lidah sapi. Kuah cake dibuat dari kombinasi saus tomat dan kaldu ayam, yang memberikan rasa gurih dan segar pada hidangan ini.[2] Hidangan cakee dapat ditemui di warung dan restoran di Sumenep. Meskipun disajikan secara komersial, resep aslinya tetap dipertahankan, dengan kuah kental yang berisi ayam, lidah sapi, sayuran, dan kentang goreng.[1]

Penetapan sebagai Warisan Budaya

Pada tahun 2021 Pemerintah Indonesia telah menetapkan cakee dengan nama karya budaya "Cakee Kabupaten Sumenep" sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dalam domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Penetapan tersebut dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia No SK: 372/M/2021, dengan kode referensi AA001381.[2]

Referensi:

  1. ^ a b c Kamila, Alifia. "Cakee Kuliner Khas Sumenep, Ini Sejarah hingga Cara Membuatnya". detikjatim. Diakses tanggal 2026-02-08.
  2. ^ a b c d e "Cakee Kabupaten Sumenep". Budaya Kita. Diakses tanggal 22 Februari 2026.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.