Candi Lor
Candi Lor merupakan bangunan candi yang terbuat dari batu bata merah yang diyakini sebagai monumen cikal bakal berdirinya Kabupaten Nganjuk yang diperingati setiap tanggal 10 April setiap tahunnya.[butuh rujukan]
Dari prasasti Anjuk Ladang, diketahui bahwa Mpu Sindok, raja Mataram Hindu yang bergelar Sri Maharaja Sri Isyana Wikrama Dharmottunggadewa memerintahkan Rakai Hinu Sahasra, Rakai Baliswara serta Rakai Kanuruhan pada tahun 937 untuk membangun sebuah bangunan suci bernama Srijayamerta sebagai pertanda penetapan kawasan Anjuk Ladang (kemudian nama ini menjadi "Nganjuk") sebagai kawasan swatantra atas jasa warga Anjuk Ladang dalam peperangan.[butuh rujukan]
Pada areal Candi Lor terdapat dua makam abdi dalem kinasih Mpu Sindok yang disebut Eyang Kerto dan Eyang Kerti, sserta sebatang pohon kepuh yang telah tumbuh sejak tahun 1866, diketahui dari tulisan Hoepermans.[1]
Sejarah
Sir Thomas Stamford Raffles pernah mencatat Candi Lor pada tahun 1817, ia mencatat bahwa Distrik Anjoek terdapat bangunan suci yang berdiri dan berbentuk seperti Candi Jabung di Probolinggo. Hal yang sama dilakukan oleh N.W. Hoeperman (1866) dan J.Knebel (1908). Sementara itu, Krom pada tahun 1913 memberi analisis prasasti Anjuk Ladang yang ditemukan di halaman Candi Lor, yaitu bahwa Candi Lor berdiri pada tahun 859 Śaka (937 Masehi), dan memiliki hubungan dengan Śri Maharaja Pu Sindok Śri Iśanawikramatuńgadewa.[2]
Arsitektur
Candi Lor memiliki denah bujur sangkar, memiliki ketinggian 66 mdpl, terbuat dari batu bata, pintu masuk berada di sisi barat karena terdapat anak tangga dengan tinggi 3,4 m. Di depan bangunan candi terdapat sisa fondasi dua candi perwara, tengah, dan selatan. Keadaan Candi Lor saat ini mengalami kerusakan yang sangat parah, sehingga hanya tersisa bagian kaki dan tubuhnya. Bagian tenggara tubuhnya mengalami keruntuhan akibat pohon kepuh yang berumur ratusan tahun,sehingga akar pohon kepuh menelusuk dan melilit masuk ke badan dan dasar candi. Hal ini menyebabkan Candi Lor belum mendapat renovasi untuk diperlihatkan bentuk aslinya.[butuh rujukan]
Galeri gambar
Referensi
- ^ Legenda Nganjuk[pranala nonaktif permanen]
- ^ Sedyawati, Edi, 1938-. Candi Indonesia. Latief, Feri,, Indonesia. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, (Edisi Cetakan pertama). [Jakarta]. ISBN 9786021766934. OCLC 886882212. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Pranala luar
- Situs web Kabupaten Nganjuk Diarsipkan 2009-04-30 di Wayback Machine.
- Lokasi [1]
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.