Candi Tingkip
Candi Tingkip terletak di Desa Sungai Jauh, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Lokasi ini dapat diakses melalui Jalan Lintas Sumatera dari Lubuk Linggau menuju Sarolangun, kemudian dilanjutkan melalui jalur darat hingga mendekati kawasan situs dan berjalan kaki menuju area perkebunan karet. Candi ini berada di dataran perbukitan yang terhubung dengan kawasan Candi Lesung Batu, tidak jauh dari anak Sungai Tingkip. Di lokasi tersebut ditemukan reruntuhan bangunan bata yang diperkirakan merupakan bagian dari kompleks candi kuno, meskipun kondisinya telah rusak sehingga bentuk aslinya sulit dikenali. Perjalanan harus melintasi semak belukar dengan medan menanjak. Candi Tingkip yang kondisinya terbengkalai dan terkubur di perkebunan milik warga Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara. Selain itu, pada tahun 1980 ditemukan sebuah arca Buddha setinggi 172 sentimeter yang berdiri di atas padmasana dengan sikap tangan witarkamudra. Berdasarkan ciri artistiknya, arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-6 hingga ke-7 Masehi dan memiliki kemiripan dengan gaya seni Dwarawati yang berkembang di kawasan Asia Tenggara pada masa itu.[1][2]
Sejarah
Candi Tingkip merupakan situs bersejarah yang terletak di Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Keberadaan situs ini mulai dikenal luas setelah ditemukannya sebuah arca Buddha oleh warga setempat, Siti Nurbaya, pada tahun 1981. Penemuan tersebut kemudian menarik perhatian para peneliti dan arkeolog untuk melakukan kajian lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arca tersebut memiliki ciri seni pahatan Pra-Angkor dan Dwarawati yang berkembang di Asia Tenggara pada sekitar abad ke-6 hingga ke-9 Masehi. Selain arca Buddha, ditemukan pula sisa-sisa bangunan bata yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas keagamaan pada masa lampau.[3]
Nilai Budaya
Candi Tingkip memiliki nilai sejarah yang penting karena menjadi bukti keberadaan tradisi keagamaan Buddha di wilayah Sumatera Selatan pada masa awal perkembangan peradaban Nusantara. Lokasinya yang berada di dekat aliran sungai dan sumber mata air menunjukkan adanya hubungan erat antara aktivitas keagamaan dengan lingkungan alam. Tata letak candi yang diduga menggambarkan konsep kosmologi Buddhis, yaitu Gunung Meru yang dikelilingi samudra, mencerminkan pemahaman masyarakat masa itu terhadap nilai spiritual dan alam semesta. Selain memiliki nilai arkeologis, Candi Tingkip juga menjadi sumber informasi mengenai perkembangan seni, arsitektur, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakat pada masa lalu. Keberadaan situs ini turut memperkaya warisan budaya Sumatera Selatan yang perlu dilestarikan dan dipelajari oleh generasi berikutnya.[3]
Referensi
- ^ "Candi Tingkip » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-06-21.
- ^ sumateraekspres.id (2023-03-18). "Candi Tingkip, Sejarah yang Terkubur di Perkebunan Warga". sumateraekspres.id. Diakses tanggal 2026-06-21.
- ^ a b sumeksradio.online. "Candi Tingkip: Sejarah Budaya di Kabupaten Musi Rawas, Ini nih Warisan Budaya di Sumatera Selatan !". sumeksradio.online. Diakses tanggal 2026-06-21.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.