Catopsbaatar
| Catopsbaatar Rentang waktu: Kapur Akhir
| |
|---|---|
| Spesimen Catopsbaatar catopsaloides PM120/107, fosil terlengkap yang diketahui | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | †Catopsbaatar Kielan-Jaworowska, 1994
|
| Spesies: | †C. catopsaloides
|
| Nama binomial | |
| †Catopsbaatar catopsaloides (Kielan-Jaworowska, 1974)
| |
Catopsbaatar adalah genus mamalia multituberkulata yang telah punah. Genus ini hanya mencakup satu spesies, Catopsbaatar catopsaloides, yang hidup di wilayah yang kini menjadi Mongolia pada Kapur Akhir, umumnya ditempatkan pada kala Campanian akhir sekitar 72 juta tahun lalu. Fosilnya ditemukan dalam endapan Formasi Barun Goyot di Gurun Gobi.[1][2]
Catopsbaatar memiliki tengkorak yang relatif besar dan kokoh, lengkung pipi yang melebar, moncong memanjang, rahang bawah kuat, serta gigi seri yang besar. Seperti multituberkulata lainnya, gigi pipinya mempunyai banyak tonjolan atau tuberkel yang tersusun dalam barisan. Satu spesimen juga mempertahankan sebagian besar rangka di belakang tengkorak, termasuk tungkai dan tulang kecil menyerupai taji pada pergelangan kaki.[3]
Penemuan dan penamaan
Fosil pertama yang kemudian dikaitkan dengan Catopsbaatar dikumpulkan dalam Ekspedisi Paleontologi Polandia–Mongolia pada 1970 dan 1971. Temuan tersebut berasal dari lapisan merah Hermiin Tsav, dengan satu fosil gigi dari Khulsan. Sebagian besar material disimpan di Institut Paleobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia di Warsawa.[1]
Pada 1974, paleontolog Polandia Zofia Kielan-Jaworowska mendeskripsikan spesies tersebut sebagai Djadochtatherium catopsaloides. Holotipenya, ZPAL MgM−I/78, adalah tengkorak individu muda yang hampir lengkap tetapi mengalami kerusakan pada beberapa bagian tempurung otak. Nama spesifik catopsaloides diberikan karena kemiripannya dengan genus Amerika Utara Catopsalis.[4]
Kielan-Jaworowska dan Robert E. Sloan memindahkan spesies tersebut ke dalam genus Catopsalis pada 1979. Kajian kladistik berikutnya menunjukkan bahwa Catopsalis dalam pengertian lama merupakan kelompok parafili, sehingga spesies Mongolia tersebut memerlukan genus tersendiri. Kielan-Jaworowska kemudian mendirikan genus monospesifik Catopsbaatar pada 1994.[4]
Nama genus menggabungkan kata Yunani katoptos, yang berarti “terlihat” atau “jelas”, dengan kata Mongolia baatar, yang berarti “pahlawan”. Nama itu mengacu pada kemiripannya dengan Catopsalis. Unsur baatar juga digunakan dalam nama beberapa multituberkulata Mongolia lainnya dan terdapat dalam nama ibu kota Ulaanbaatar, yang berarti “pahlawan merah”.[4]
Pada 1999, paleontolog Kanada Philip J. Currie menemukan spesimen PM120/107 dalam ekspedisi Dinosaurs of the Gobi. Spesimen dewasa tersebut terdiri atas tengkorak lengkap dan rangka parsial, termasuk sebagian besar tungkai depan dan belakang. Fosil ini menjadi spesimen Catopsbaatar terlengkap yang diketahui dan memberikan banyak informasi baru mengenai anatomi multituberkulata.[5]
Bagian tulang panggul spesimen PM120/107 rusak ketika fosil tersebut sedang dipersiapkan di Museum Sejarah Alam Oslo pada 2000. Meskipun demikian, sebagian besar rangka yang tersisa masih memungkinkan rekonstruksi postur dan cara bergerak hewan tersebut.[5][3]
Klasifikasi dan evolusi
Catopsbaatar termasuk dalam ordo Multituberculata, kelompok mamalia punah yang hidup sejak Jura hingga Eosen. Nama kelompok tersebut berasal dari banyaknya tonjolan pada premolar dan molar mereka. Multituberkulata bukan hewan pengerat, walaupun bentuk kepala dan pola makannya dalam beberapa hal menyerupai hewan pengerat modern.[1]
Dalam Multituberculata, Catopsbaatar ditempatkan dalam famili Djadochtatheriidae bersama Djadochtatherium, Kryptobaatar, dan Tombaatar. Anggota famili ini mempunyai bagian depan moncong yang menyatu secara lebar dengan lengkung zigomatik, sehingga tengkoraknya tampak berbentuk trapesium jika dilihat dari atas.[6]
Catopsbaatar berukuran lebih besar daripada Kryptobaatar dan Djadochtatherium. Ciri pembeda utamanya antara lain moncong yang lebih panjang, rongga mata yang relatif kecil dan terletak lebih ke belakang, serta punggungan zigomatik depan yang besar dan berbentuk setengah lingkaran.[1]
Deskripsi
Tengkorak
Tengkorak dewasa terlengkap, PM120/107, memiliki panjang sekitar 63 milimeter dan lebar 55 milimeter. Tengkorak dewasa terbesar yang diketahui, ZPAL MgM−I/79, diperkirakan mencapai panjang 70 milimeter. Tengkorak individu muda pada holotipe memiliki panjang sekitar 53 milimeter.[1]
Tengkoraknya bertubuh kokoh dan melebar di bagian lengkung zigomatik. Lebar tengkorak pada lengkung tersebut mencapai sekitar 85 persen dari panjangnya. Moncong mengambil kira-kira 65 persen panjang tengkorak, lebih memanjang daripada pada kerabat terdekatnya. Rongga mata relatif kecil dan bagian depannya terletak lebih jauh ke belakang.[1]
Di sisi rahang atas terdapat punggungan zigomatik depan yang sangat besar dan berbentuk setengah lingkaran. Struktur tersebut menjadi tempat perlekatan otot pengunyah. Punggungan lain di bagian tengah dan belakang lebih kecil. Bagian belakang tengkorak memiliki krista nukal yang menonjol dan meluas ke samping.[1]
Rahang bawahnya kuat dan sangat memanjang. Diastema, yakni celah antara gigi depan dan gigi pipi, berbentuk cekung dan mencakup sekitar seperlima panjang tulang rahang. Daerah perlekatan otot masseter dan pterigoid berkembang kuat, yang menunjukkan kemampuan menghasilkan gaya gigitan dan gerakan mengunyah yang besar.[1][7]
Gigi
Rumus gigi Catopsbaatar adalah 2.0.3.2 untuk setengah rahang atas dan 1.0.2.2 untuk setengah rahang bawah. Hewan ini tidak memiliki gigi taring. Gigi seri atas dan bawah berukuran besar, kuat, dan mempunyai lapisan email yang terbatas pada salah satu permukaannya.[1]
Premolar atas paling depan hanya ditemukan pada individu muda dan hilang selama pertumbuhan. Premolar terakhir di rahang atas dan bawah mempunyai mahkota berbilah. Molar memiliki beberapa baris tonjolan yang digunakan untuk menghancurkan dan menggiling makanan.[1]
Gigi seri bawah tumbuh terus-menerus dan tertekan dari sisi ke sisi. Susunan gigi dan rekonstruksi otot rahang menunjukkan bahwa makanan diproses melalui gerakan rahang ke belakang, bukan gerakan menyamping seperti pada banyak mamalia pengunyah modern.[7]
Rangka pascakranial
PM120/107 adalah satu-satunya spesimen yang mempertahankan bagian rangka selain tengkorak dalam jumlah berarti. Rangka tersebut mencakup ruas tulang belakang, tulang selangka, belikat, bagian tungkai depan, panggul, dan tungkai belakang.[3]
Tulang panggul kiri dan kanan tidak menyatu di bagian bawah, berbeda dari kondisi yang pernah direkonstruksi pada beberapa multituberkulata lain. Bentuk bahu dan tungkainya menunjukkan postur menyebar, dengan lengan dan kaki mengarah ke samping dari tubuh, tetapi sendi lutut dan pergelangan kaki juga memungkinkan gerakan yang cukup luas.[3]
Pada bagian dalam pergelangan kaki terdapat tulang tambahan yang disebut os cornu calcaris, yang mendukung sebuah taji. Struktur serupa terdapat pada platipus dan ekidna jantan modern. Pada Catopsbaatar tidak ditemukan saluran yang dapat memastikan keberadaan sistem bisa, sehingga fungsi tajinya tidak diketahui secara pasti. Taji tersebut mungkin digunakan untuk pertahanan atau persaingan antarindividu.[3]
Paleobiologi
Makanan dan cara makan
Multituberkulata umumnya dianggap sebagai hewan omnivor atau herbivor yang memakan biji, bagian tumbuhan, dan kemungkinan hewan kecil. Gigi seri Catopsbaatar sesuai untuk mengerat, sedangkan premolar berbilah dan molar bertuberkel berfungsi memotong serta menggiling makanan.[7]
Punggungan besar pada tengkorak menunjukkan bahwa otot masseter dan otot pengunyah lainnya berkembang kuat. Gerakan rahang yang dominan ke arah belakang mungkin memungkinkan hewan ini memecah biji atau bahan tumbuhan yang keras secara efisien.[7]
Postur dan pergerakan
Bentuk tungkai menunjukkan bahwa Catopsbaatar bergerak dengan postur menyebar. Proporsi tulang kaki dan fleksibilitas sendinya juga menunjukkan kemungkinan bahwa hewan ini mampu melakukan lompatan pendek, walaupun perilaku tersebut tidak dapat dibuktikan secara langsung dari fosil.[3]
Cakar dan bentuk anggota gerak tidak menunjukkan spesialisasi kuat untuk menggali, memanjat, atau berenang. Karena itu, Catopsbaatar kemungkinan terutama bergerak di permukaan tanah.[3]
Reproduksi dan fisiologi
Bentuk panggul multituberkulata pernah ditafsirkan sebagai bukti bahwa kelompok ini melahirkan anak hidup yang sangat kecil. Kesimpulan tersebut bersifat umum untuk Multituberculata dan tidak berasal dari fosil embrio Catopsbaatar secara langsung.[8]
Sebagai mamalia, multituberkulata diperkirakan memiliki rambut dan mempertahankan suhu tubuh yang relatif tetap. Namun, warna bulu, pola aktivitas, dan perilaku sosial Catopsbaatar tidak diketahui.
Paleoekologi
Semua fosil Catopsbaatar yang diketahui berasal dari Formasi Barun Goyot, terutama lapisan merah Hermiin Tsav, dengan satu temuan dari Khulsan. Endapan tersebut terdiri terutama atas batu pasir, batu lanau, dan batu lempung yang terbentuk dalam lingkungan kering hingga semikering dengan bukit pasir yang dipengaruhi angin serta episode pengendapan oleh air.[2]
Lingkungan tersebut dihuni oleh berbagai mamalia kecil lain, termasuk multituberkulata Nemegtbaatar, Chulsanbaatar, dan Nessovbaatar. Faunanya juga mencakup dinosaurus, kadal, kura-kura, buaya, katak, dan burung awal.[1][2]
Mamalia kecil seperti Catopsbaatar hidup bersama dinosaurus pemangsa dan kemungkinan menggunakan ukuran tubuh kecil, aktivitas tersembunyi, kecepatan, serta taji pergelangan kaki sebagai bagian dari strategi menghindari pemangsa. Fungsi taji sebagai alat pertahanan tetap merupakan hipotesis.[3]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c d e f g h i j k Kielan-Jaworowska, Zofia; Hurum, Jørn H.; Lopatin, Alexey V. (2005). "Skull structure in Catopsbaatar and the zygomatic ridges in multituberculate mammals" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica. 50 (3): 487–512.
- ^ a b c Eberth, David A. (2018). "Stratigraphy and paleoenvironmental evolution of the dinosaur-rich Baruungoyot–Nemegt succession (Upper Cretaceous), Nemegt Basin, southern Mongolia". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 494: 29–50. doi:10.1016/j.palaeo.2017.11.018.
- ^ a b c d e f g h Hurum, Jørn H.; Kielan-Jaworowska, Zofia (2008). "Postcranial skeleton of a Cretaceous multituberculate mammal Catopsbaatar" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica. 53 (4): 545–566. doi:10.4202/app.2008.0401.
- ^ a b c Kielan-Jaworowska, Zofia (1994). "A new generic name for the multituberculate mammal "Djadochtatherium" catopsaloides" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica. 39 (1): 134–136.
- ^ a b Kielan-Jaworowska, Zofia; Hurum, Jørn H.; Currie, Philip J.; Barsbold, Rinchen (2002). "New data on anatomy of the Late Cretaceous multituberculate mammal Catopsbaatar" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica. 47 (3): 557–560.
- ^ Kielan-Jaworowska, Zofia; Hurum, Jørn H. (1997). "Djadochtatheria—a new suborder of multituberculate mammals" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica. 42 (2): 201–242.
- ^ a b c d Gambaryan, Petr P.; Kielan-Jaworowska, Zofia (1995). "Masticatory musculature of Asian taeniolabidoid multituberculate mammals" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica. 40 (1): 45–108.
- ^ Kielan-Jaworowska, Zofia (1979). "Pelvic structure and nature of reproduction in Multituberculata". Nature. 277: 402–403. doi:10.1038/277402a0.
Bacaan lanjutan
- Kielan-Jaworowska, Zofia; Cifelli, Richard L.; Luo, Zhe-Xi (2004). Mammals from the Age of Dinosaurs: Origins, Evolution, and Structure. New York: Columbia University Press. ISBN 978-0-231-11918-4.
Pranala luar
- Kajian struktur tengkorak Catopsbaatar di Acta Palaeontologica Polonica
- Kajian rangka pascakranial Catopsbaatar di Acta Palaeontologica Polonica
- Media mengenai Catopsbaatar di Wikimedia Commons
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.