Ci Manis
| Ci Manis Sungai Cimanis, Kali Cimanis, Kali Bangkaderes | |
|---|---|
Peta OpenStreetMap | |
| Lokasi | |
| Provinsi | Jawa Barat |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Gunung Ciremai, Taman Nasional Gunung Ciremai |
| - lokasi | Cilimus |
| Muara sungai | Laut Jawa |
| - lokasi | Tanjung Bangkaderes, Pangenan |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Sistem sungai | DAS Bangkaderes |
| Luas DAS | 235 km2 |
| Badan air | Setu Sedong |
| Informasi lokal | |
| GeoNames | 1650308 |
| KML Peta DAS Bangkaderes | |
Ci Manis, Sungai Cimanis, Kali Cimanis, atau Kali Bangkaderes adalah sungai yang bermuara di Tanjung Bangkaderes, wilayah pesisir utara Pangenan, perairan Laut Jawa.[1][2][3] Aliran anak terjauh berada di sebelah timur laut lereng Gunung Ciremai yang masih bagian kawasan Taman Nasional di wilayah kecamatan Cilimus, Jawa Barat.[3]
Ci Manis merupakan airan utama dalam sistem daerah aliran sungai atau DAS Bangkaderes dengan luas daerah tangkapan mencapai 23.470 ha (234,7 km2) yang mencakup sebagian wilayah kabupaten Kuningan dan Cirebon.[3]
Degradasi daerah aliran sungai (DAS)
Sungai Cimanis menghadapi beberapa permasalahan lingkungan yang berdampak pada permukiman dan infrastruktur di sekitarnya.
Abrasi dan Longsor
Abrasi tebing Sungai Cimanis merupakan masalah berulang di beberapa wilayah. Di Desa Blender, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, abrasi menggerus tanah di belakang rumah warga dan telah terjadi sebanyak empat kali, dengan insiden skala besar terakhir pada 20 April 2025, setelah hujan lebat. Kejadian ini mengancam rumah penduduk dan menyebabkan longsor yang merusak bagian dapur serta menumbangkan pohon besar.[4]
Selain itu, di Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, longsor tebing Sungai Cimanis sempat memutus saluran irigasi pertanian dan nyaris memutuskan jalan usaha tani. Kondisi ini, diperparah oleh cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi, menimbulkan kekhawatiran warga akan luapan air yang dapat membanjiri permukiman.[5]
Pendangkalan dan Penumpukan Sampah
Di Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, Sungai Cimanis mengalami pendangkalan dan penumpukan sampah selama puluhan tahun tanpa normalisasi. Kondisi ini diidentifikasi sebagai penyebab utama luapan air dan banjir yang sering mengancam permukiman warga saat musim hujan.[6]
Geologi
Keterkaitan dengan Sesar Baribis
Sungai Cimanis memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas Sesar Baribis, salah satu zona sesar mayor di Jawa bagian barat.[7]
Ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung, menemukan tanda-tanda aktivitas Sesar Baribis segmen Cirebon di Sungai Cimanis, khususnya di tiga titik di Desa Susukan Lebak. Tanda-tanda tersebut meliputi bekas gerusan pada batuan atau yang disebut slicken side (cermin sesar). Keunikan di lokasi Sungai Cimanis adalah ditemukannya dua arah slicken side (ke atas dan ke samping), yang mengindikasikan adanya perubahan pergerakan arah sesar. Lengkungan vertikal antara batas muka sawah di area datar dan perbukitan memanjang di sekitar Sungai Cimanis, yang mengindikasikan adanya aktivitas sesar naik. Kesamaan tanda-tanda aktivitas sesar di Sungai Cimanis ini dengan kecenderungan aktivitas Sesar Baribis di utara Jawa, seperti hamparan sawah di area datar yang berbatasan dengan perbukitan dengan ketinggian puluhan meter, serupa di Subang dan Purwakarta.[7]
Meskipun tanda-tanda telah ditemukan, para peneliti menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan. Ini meliputi penggalian kedalaman untuk mengetahui batas batuan, penggunaan metode geolistrik untuk mengukur patahan, dan radiocarbon dating untuk mengetahui usia fosil.[7]
Referensi
- ^ "Ci Manis". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-16.
- ^ "Kali Bangkaderes". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-16.
- ^ a b c "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-16.
- ^ radarcirebon.com. "Akibat Abrasi Sungai Cimanis, Rumah di Desa Blender Terancam Hanyut Terbawa Arus". radarcirebon.com. Diakses tanggal 2025-09-16.
- ^ Baim (2023-03-01). "Longsor Tebing Sungai Cimanis di Beringin Cirebon Jadi Prioritas, Tak Perlu Diminta, BBWS Cimanuk Cisanggarung". Suara Cirebon. Diakses tanggal 2025-09-16.
- ^ Mardodo, Supra. "Sungai Cimanis di Karangsuwung Dinormalisasi, Warga Antusias Sambut Pencegahan Banjir". Kabar Cirebon. Diakses tanggal 2025-09-16.
- ^ a b c Kompas, Tim Harian (2024-05-17). "Jejak Sesar Baribis Segmen Cirebon di Sungai Cimanis". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-09-16.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
