Cungkring

Wayang punokawan asal Cirebon yang menjadi salah satu koleksi di Museum Ganesya. Yang terdiri dari beberapa tokoh seperti Cungkring, Bagong, Bitarota, Dawala, Ceblok, Semar, Gareng, Bagal Buntung, dan Curis.

Cungkring adalah salah satu dari sembilan tokoh punakawan wayang kulit purwa yang terkenal di Cirebon dan Indramayu. Cungkring hadir bersama tokoh punakawan lainnya seperti Semar, Bagong, Dewala, Gareng, Bagalbuntung, Curis, Bitarota dan Ceblok.[1]

Karakter

Tokoh Cungkring ditampilkan oleh dalang memiliki karakter yang humoris, lincah dan jenaka. Cungkring memiliki gerakan yang khas dalam setiap pertunujukan wayang kulit purwa yaitu gerakan yang mengacungkan tangan depan ke atas dan tangan belakang diacungkan ke bawah.[2] Gerakan tangan depan ke atas dimaknai dengan masa depan yang harus diraih dengan kerja keras dan patuh terhadap perintah agama. Sedangkan gerakan tangan belakang ke bawah memiliki makna perbuatan yang telah lalu jangan diungkit kembali.[2] Tokoh Cungkring memiliki keistimewaan dibandingkan dengan tokoh lainnya, yaitu dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang sederhana dengan candaan yang mengibur.[2]

Karakter fisik Cungkring, memiliki bentuk tubuh yang kurus mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati.. Warna busana wayang Cungkring adalah warna yang kontras, atau warna-warna cerah untuk menonjolkan kepribadian yang ceria. Karakteristik tata rias Cungkring, memiliki khas utama adalah hidung yang panjang dan mancung. Riasan mata ekspresif, besar atau menonjol menggambarkan keterbukaan dan kejujuran. Bentuk wajah digambarkan ramping atau kurus memperkuat kesan lincah.

Fungsi

Cungkring

Cungkring berperan sebagai penghibur yang mencairkan suasana tegang dalam lakon. Selain itu melalui humor dan bahasa sederhana, ia menyampaikan nilai-nilai kehidupan.[3]

Referensi

  1. ^ "Wayback Machine" (PDF). repository.upi.edu. Diakses tanggal 2026-03-25.
  2. ^ a b c Gunara, Ria (2008). "CUNGKRING : TOKOH PUNAKAWAN WAYANG KULIT PURWA INDRAMAYU : Deskripsi Terhadap Gerak, Rias Dan Busana Tokoh Cungkring Pada Wayang Kulit Purwa Lingkung Seni "Langen Kusuma"" (PDF). CUNGKRING : TOKOH PUNAKAWAN WAYANG KULIT PURWA INDRAMAYU : Deskripsi Terhadap Gerak, Rias Dan Busana Tokoh Cungkring Pada Wayang Kulit Purwa Lingkung Seni “Langen Kusuma”: 1–3.
  3. ^ Gunara, Ria (2008). CUNGKRING : TOKOH PUNAKAWAN WAYANG KULIT PURWA INDRAMAYU : Deskripsi Terhadap Gerak, Rias Dan Busana Tokoh Cungkring Pada Wayang Kulit Purwa Lingkung Seni “Langen Kusuma”: 3 https://repository.upi.edu/100424/4/s_sdt_033561_chapter3%281%29.pdf.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.