Efek Cinderella

Cinderella adalah tokoh utama dalam cerita dongeng klasik Eropa yang dipopulerkan dalam berbagai versi termasuk edisi 1865. Cinderella digambarkan sebagai anak perempuan yang diperlukan buruk oleh ibu tiri dan saudara tirinya, tetapi akhirnya mendapatkan perubahan nasib melalui bantuan "peri" dan kesempatan menghadiri pesta kerajaan. Dari cerita tersebut muncul istilah Cinderella Efek dalam psikologi evolusioner, yang digunakan sebagai metafora untuk menjelaskan dugaan bahwa anak tiri memiliki risiko lebih tinggi diperlakukan buruk dibandingkan anak kandung dalam rumah tangga.

Dalam psikologi evolusi, efek Cinderella adalah terjadinya perlakuan tidak menyenangkan terhadap anak-anak dari orang tua tiri. Efek Cinderella mengambil nama dari karakter dongeng Cinderella, seorang gadis yang diperlakukan buruh oleh ibu tiri dan saudari-saudari tirinya. Para pakar psikologi evolusi mendeskripsikan efek tersebut sebagai biproduk dari bias terhadap keluarga biologis dan konflik antara kerabat reproduktif yang campur tangan dengan anak muda yang tak berkerabat dengan salah satu pasangan.[1]

Latar belakang

Pada awal 1970an, sebuah teori timbul pada hubungan antara orangtua tiri dan perlakuan buruk anak-anak. Pada 1973, psikiatris forensik P. D. Scott menjelaskan informasi tentang contoh "kasus bayi babak belur yang berakibat fatal" yang dilakukan dengan nuansa marah, dan mendapati bahwa 15 dari 29 pembunuhan yang ia dipertimbangkan, atau 52%, dilakukan oleh ayah tiri.[1]

Catatan

  1. ^ a b Daly & Wilson (1999), p. 33

Referensi

  • Burgess, R. L., & Drais, A. A. (1999). Beyond the "Cinderella effect": Life history theory and child maltreatment. Human Nature, 10(4), 373–398. DOI:10.1007/s12110-999-1008-7
  • Martin Daly; Margo Wilson (1988). Homicide. Transaction Publishers. ISBN 978-0-202-01178-3. Diakses tanggal 4 November 2012.
  • Martin Daly; Margo Wilson (11 October 1999). The Truth about Cinderella: A Darwinian View of Parental Love. Yale University Press. ISBN 978-0-300-08029-2. Diakses tanggal 4 November 2012.
  • Crawford, Charles; Dennis Krebs (2008). Foundations of Evolutionary Psychology. New York: Lawrence Erlbaum Associates. ISBN 978-0-8058-5957-7.
  • Buss, David (1996). Sex, power, conflict: feminist and evolutionary perspectives. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-510357-1.
  • White, Lynn (1994). Booth, A.; Dunn, J. (ed.). Stepfamilies. Who benefits? Who does not?. Hillsdale: Lawrence Erlbaum. ISBN 978-0-8058-1544-3.

Bacaan tambahan

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.