Ercis

Ercis
Ercis dengan polong muda
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Genus: Lathyrus
Spesies:
L. oleraceus
Nama binomial
Lathyrus oleraceus
Lam. (1779)[1]
Sinonim[1]
  • Lathyrus schaeferi Kosterin (2017)
  • Pisum abyssinicum A.Braun (1841)
  • Pisum album Garsault (1764), opus utique rej.
  • Pisum arvense L. (1753)
  • Pisum baclium Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum biflorum Raf. (1810)
  • Pisum borussicum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum chlorospermum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum coccineum Medik. (1787)
  • Pisum coerulescens Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum commune Clavaud (1884)
  • Pisum elatius M.Bieb. (1808)
  • Pisum elatum Ser. (1825)
  • Pisum excorticatum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum fertile Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum granulatum J.Lloyd (1844)
  • Pisum hortense Asch. & Graebn. (1910)
  • Pisum humile Mill. (1768)
  • Pisum humile Boiss. & Noë (1856), nom. illeg.
  • Pisum jomardii Schrank (1805)
  • Pisum leptolobum Rchb. (1832)
  • Pisum macrocarpum Ser. ex Schur (1866)
  • Pisum macrospermum Steud. (1841)
  • Pisum oleraceus var. govorovii Golodk. (1935)
  • Pisum praecox Steud. (1841)
  • Pisum prolificum Steud. (1841)
  • Pisum pumilio (Meikle) Greuter (1973)
  • Pisum quadratum (L.) Rchb. (1832)
  • Pisum ramulare Rchb. (1832)
  • Pisum roseum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum rugosum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum saccharatum Rchb. (1832)
  • Pisum sativum L. (1753)
  • Pisum sibiricum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum smyrnense Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum syriacum C.O.Lehm. ex El-Gadi & al. (1987), nom. superfl.
  • Pisum tetragonum Pasq. (1867)
  • Pisum thebaicum Willd. (1814)
  • Pisum transcaucasicum (Govorov) Stankov (1949), not validly publ.
  • Pisum tuffetii R.Lesson (1835)
  • Pisum umbellatum (L.) Mill. (1768)
  • Pisum uniflorum Moench (1794)
  • Pisum variegatum C.Presl (1826)
  • Pisum viride Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum vulgare J.Jundz. (1830)
  • Pisum zeylanicum Steud. (1841), not validly publ.
Pisum sativum

Ercis, kacang ercis, atau kacang polong (Lathyrus oleraceus Lam., suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil sayuran berupa biji berwarna hijau. Ercis didatangkan oleh kolonial Belanda ke Indonesia karena sayuran ini populer di Eropa sebagai bagian dari salad atau sup. Nama "ercis" adalah pinjaman dari bahasa Belanda (erwtjes, "ercis kecil").

Biji ercis kaya karbohidrat serta protein dan cepat membuat kenyang ketika dimakan.

Tumbuhan yang berasal dari Asia Kecil ini masih sejenis dengan kapri (sering kali dicampuradukkan penamaannya). Berbeda dengan kapri, ercis hanya dimakan bijinya dan hampir tidak pernah dimakan dengan polongnya seperti kapri. Sejak ribuan tahun lalu telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan tetapi sekarang penggunaannya lebih banyak sebagai sayuran atau pakan.

Dalam budidaya di Indonesia, ercis tumbuh baik di daerah pegunungan berhawa sejuk dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, pada suhu seperti di daerah asalnya.

Penggunaan

Kacang polong beku siap diolah

Kacang polong biasa dijual dalam bentuk segar (dengan polong) di pasar tradisional Eropa, tetapi sekarang banyak dijual dalam kemasan di pasar swalayan, baik dalam kaleng (dengan pemanasan), dikeringkan, maupun dibekukan. Pembekuan dianggap lebih baik karena mempertahankan kandungan gizi di dalam biji ercis.

Masakan di Indonesia yang banyak menggunakan ercis kebanyakan merupakan makanan dengan pengaruh Eropa serta Tiongkok. Sup ercis (erwtensoep dalam bahasa Belanda) merupakan sup yang memberikan sentuhan tempo doeloe bagi kalangan senior di Indonesia. Sejumlah salad juga menggunakan kacang ini. Masakan dengan pengaruh dari Tiongkok bagian selatan, seperti nasi goreng dan fuyonghai (masakan dari telur yang disajikan dengan saus tomat bersama dengan kacang polong) menggunakan kacang ercis sebagai pemberi aksen. Cara memasaknya biasanya dengan ditumis. Bijinya yang dikeringkan sering dijadikan makanan kecil di Malaysia, Thailand, dan Taiwan.

Masakan Turki, Arab, serta Eropa Selatan juga banyak menggunakan ercis. Di Amerika Serikat ercis adalah sumber protein nabati populer dan sering menjadi makanan sehari-hari.

Pranala luar dan Referensi

Referensi


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.