Fauna Kalimantan

Pulau Kalimantan menjadi pulau terbesar ketiga di dunia dalam hal hewan fauna. Pada masa prasejarah, pulau ini terhubung ke Asia daratan utama karena perubahan iklim dan geologis. Selama zaman es terakhir di Pleistosen dan Holosen, perpisahan Kalimantan dari Asia daratan utama menyebabkan kepunahan dan spesiasi fauna di pulau tersebut,
Kompleksitas tinggi dari hutan hujan tropis Kalimantan telah membuat banyak relung-relung yang mengakomodasi keanekaragaman hayati fauna yang kaya. Beberapa fauna terspesialisasi dan beberapa lainnya hidup bersamaan dengan memiliki pemisahan relung untuk menghindari kompetisi inter- dan intra-spesifik pada habitat yang sama. Pemisahan ekologis dapat berwujud serikat cara makan yang berbeda, perpisahan relung dengan stratifikasi hutan hujan secara vertikal, dan strategi pemanfaatan berbeda dengan cara menjadi diurnal atau nokturnal. Sebagai contoh, fauna vertebrata (burung dan mamalia) dapat dipecah menjadi enam komunitas berbeda bedasarkan stratifikasi vertikal hutan hujan. Pertama, mamalia kecil dan burung memanfaatkan area tanah dan bawah tanah. Kedua, herbivora dan karnivora besar menggunakan dataran hutan hujan untuk mencari tempat berlindung, kawin dan mencari makan. Ketiga, mamalia omnivor dan karnivor naik turun batang pohon dari dasar hutan ke tingkat kanopi. Keempat, mamalia yang dapat terbang seperti kelelawar, dan burung, menggunakan tingkat kanopi tengah. Kelima adalah burung kanopi atas, serangga, dan mamalia yang memakan daun, buah dan nektar. Keenam adalah burung dan kelelawar penerbang cepat yang menggunakan area di atas kanopi.
Invertebrata
Terdapat 639 spesies semut, 81 genera dan 8 subfamili Formicidae di Poring Sabah
Vertebrata
Ikan
Terdapat 274 spesies ikan air tawar, dan 149 diantaranya endemik ke Kalimantan.[1]
Amfibi

Terdapat setidaknya 180 spesies amfibi.[2]
Salah satunya adalah katak kepala-pipih kalimantan, Barbourula kalimantanensis. Katak ini, yang ditemukan di sungai-sungai pegunungan, adalah satu-satunya katak yang tidak memiliki paru-paru.[3]
Reptil
Terdapat 105 spesies kadal dalam 35 genera dan 9 famili, diketahui dari Kalimantan. Sanca kembang adalah ular piton terbesar di Bumi, sekaligus ular terpanjang di dunia, dengan panjang 6 sampai 10 meter.
Burung

Kalimantan memiliki beragam jenis spesies burung. Sejarah geologis Kalimantan adalah faktor utama: Isolasi panjang pulau ini, yang selesai pada zaman es terakhir saat Kalimatan terhubung ke dataran utama Asia, mengarah ke kombinasi spesies Asia dan endemik Kalimantan. Terdapat 420 spesies burung, 37 diantaranya endemik ke Kalimantan.[4][5]
Mamalia

Catatan sejarah hubungan Eropa dengan Kalimantan beserta faunanya dirangkum oleh Lord Medway, yang ia terbitkan pada 1977 melalui Cabang Malaysia Royal Asiatic Society. Terdapat 288 spesies mamalia di Kalimantan, yang didominasi oleh chiroptera (102 spesies kelelawar) dan rodentia (61 spesies tikus). 44 diantaranya endemik ke Kalimantan. Terdapat juga 91 spesies mamalia laut yang tercatat pada wilayah perbatasan Indonesia, Malaysia dan Brunei.
Dampak deforestasi
Dengan marak dan cepatnya penggundulan hutan di Kalimantan, habitat banyak spesies hancur, menyebabkan spesies-spesies tersebut terancam punah seperti orang utan Kalimantan, atau terancam kritis, seperti gajah kalimantan.
Referensi
- ^ Nguyen, T.T.T., and S. S. De Silva (2006). "Freshwater Finfish Biodiversity and Conservation: An Asian Perspective", Biodiversity & Conservation 15(11): 3543–3568
- ^ "Frogs of Borneo". frogsofborneo.org. Diakses tanggal 2021-06-22.
- ^ Bickford, David; Iskandar, Djoko; Barlian, Anggraini (2008). "A lungless frog discovered on Borneo". Current Biology. 18 (9): R374 – R375. doi:10.1016/j.cub.2008.03.010. PMID 18424139. S2CID 1427952.
- ^ MacKinnon, K; et al. (1998). The Ecology of Kalimantan. London: Oxford University Press.
- ^ Nguyen, T.T.T., and S. S. De Silva (2006). "Freshwater Finfish Biodiversity and Conservation: An Asian Perspective", Biodiversity & Conservation 15(11): 3543–3568
Bacaan
- MacKinnon K, Hatta G, Halim H, Mangalik A.1998. The ecology of Kalimantan. Oxford University Press, London.
- Mayr. E. 1944. Wallace's line in the light of recent zoological studies. Quarterly Review of Biology 19:1-14.
- Medway L. 1971. The Quaternary mammals of Malesia: a review. In Quaternary era in Malaysia. P. Ashton and M. Ashton (eds).
- Medway L. 1977. Mammals of Borneo: field keys and an annotated checklist. Monographs of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society No.7. Kuala Lumpur.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.