Febty Febriani

Febty Febriani adalah seorang ilmuwan dan peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berfokus pada penelitian geomagnetik dan mitigasi bencana gempa bumi serta tsunami di Indonesia. Ia dianugerahi penghargaan L’Oreal-UNESCO for Women in Science 2021 bersama tiga ilmuwan perempuan Indonesia lainnya, yaitu Fransiska Krismastut, Ph.D, Peni Ahmadi, Ph.D dan Dr. Magdalena Lenny Situmorang.[1][2]

Febty Febriani merupakan lulusan Geofisika dari Chiba University, Jepang.[3]

Penelitian

Febty Febriani mengajukan riset berjudul Assessment of Indonesian’s Crustal Heterogeneity Characteristic Based on Geomagnetic Data for Disaster Risk Reduction of Earthquake and Tsunami in Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik heterogenitas kerak bumi Indonesia berdasarkan data geomagnetik guna mendukung upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.[4]

Menurut Febty, Indonesia dikelilingi oleh lempeng-lempeng tektonik aktif, yang menyebabkan kondisi kerak bumi yang heterogen. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan aktivitas seismik dan vulkanik yang tinggi, ditandai dengan seringnya terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi setiap tahunnya.

Dalam risetnya, ia berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pusat Unggulan IPTEK Geomagnetik Universitas Mataram, Lombok. Kerja sama ini bertujuan untuk menganalisis data geomagnetik dalam menentukan validitasnya sebagai prekursor gempa bumi. Data tersebut dapat digunakan untuk memahami karakteristik kerak bumi Indonesia, yang memungkinkan pemetaan bahaya, risiko, dan kerentanan suatu daerah terhadap gempa bumi.[4]

Kontribusi

Penelitian yang dilakukan oleh Febty Febriani berperan penting dalam pengembangan metode mitigasi bencana berbasis sains di Indonesia. Dengan memahami karakteristik geomagnetik kerak bumi, risetnya diharapkan dapat membantu dalam perencanaan kebijakan mitigasi bencana dan mengurangi risiko akibat gempa bumi dan tsunami di masa depan.[4]

Referensi

  1. ^ Fimela.com (2021-11-11). "4 Perempuan Jadi Pemenang L'Oreal-UNESCO For Women in Science 2021, Bukti Kesetaraan Gender di Dunia Sains". fimela.com. Diakses tanggal 2025-03-09.
  2. ^ NAPITUPULU, ESTER LINCE (2021-11-10). "Empat Perempuan Ilmuwan Terima Penghargaan L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2021". kompas.id. Diakses tanggal 2025-03-09.
  3. ^ HerStory. "HerStory - Wanita, Cinta & Cerita". HerStory. Diakses tanggal 2026-04-25.
  4. ^ a b c antaranews.com (2021-11-11). "Tiga peneliti BRIN raih penghargaan UNESCO for Women in Science 2021". Antara News. Diakses tanggal 2025-03-09.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.