Ficus obliqua
| Ara daun kecil | |
|---|---|
| Ficus obliqua, Milton, New South Wales | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Rosales |
| Famili: | Moraceae |
| Tribus: | Ficeae |
| Genus: | Ficus |
| Spesies: | F. obliqua
|
| Nama binomial | |
| Ficus obliqua | |
| Sinonim[2] | |
|
Ficus obliqua G.Forst. var. obliqua | |
Ficus obliqua, yang secara umum dikenal sebagai ara daun kecil, merupakan pohon dalam famili Moraceae, yang berasal dari Australia timur, Nugini, Indonesia bagian timur hingga Sulawesi, serta pulau-pulau di barat daya Samudra Pasifik. Selama bertahun-tahun sebelumnya dikenal sebagai Ficus eugenioides, tanaman ini merupakan sejenis beringin dari genus Ficus, yang mencakup sekitar 750 spesies di seluruh dunia di wilayah beriklim hangat, termasuk ara konsumsi (Ficus carica). Mengawali kehidupannya sebagai semaian yang tumbuh pada tanaman lain (epifit) atau pada bebatuan (litofit), F. obliqua dapat tumbuh hingga setinggi 60 m (200 ft) dengan lebar tajuk yang hampir serupa, memiliki batang berbanir berwarna abu-abu pucat, serta dedaunan hijau yang mengilap.
Buah kecil berbentuk bulat dan berwarna kuning akan matang dan berubah menjadi merah di sepanjang tahun, meskipun puncak kematangan terjadi pada musim gugur dan musim dingin (April hingga Juli). Dikenal sebagai sikonium, buah ini merupakan perbungaan terbalik dengan bunga-bunga yang melapisi rongga internalnya. Ficus obliqua diserbuki oleh dua spesies tawon ara—Pleistodontes greenwoodi dan P. xanthocephalus. Berbagai spesies burung, termasuk merpati, nuri, dan beragam burung pengicau, mengonsumsi buahnya. Wilayah persebarannya membentang di sepanjang pesisir timur mulai dari Queensland, hingga New South Wales mencakup hutan hujan, hutan sabana, hutan sklerofil, dan hutan galeri. Pohon ini dimanfaatkan sebagai pohon peneduh di taman dan ruang publik, serta sangat cocok digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan atau dijadikan bonsai. Seluruh bagian pohon ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional di Fiji.
Taksonomi
Dikenal luas sebagai ara daun kecil, Ficus obliqua dideskripsikan oleh naturalis Jerman Georg Forster pada tahun 1786 berdasarkan material tipe yang dikoleksi di Vanuatu. Botanis Belanda Friedrich Miquel mendeskripsikan Urostigma eugenioides dari Pulau Albany di Queensland pada tahun 1861, yang kemudian diklasifikasikan ulang oleh Botanis Pemerintah Victoria, Ferdinand von Mueller, sebagai Ficus eugenioides pada tahun 1867, dan nama tersebut digunakan selama bertahun-tahun. Namun, karena nama yang diberikan Forster lebih tua, maka nama tersebut mendapatkan prioritas. Epitet spesifiknya berasal dari kata sifat Latin obliquus yang berarti "miring", meskipun atribut yang dimaksud dalam penamaan tersebut tidaklah jelas.[3] Frederick Manson Bailey mendeskripsikan Ficus tryonii pada tahun 1906 dari koleksi di ketinggian Pulau Middle Percy di Kepulauan Whitsunday di lepas pantai Queensland tengah, yang kini dianggap sebagai F. obliqua. Joseph Banks dan Daniel Solander mengoleksi dan menamai Ficus virginea dari Pulau Booby pada tahun 1770, yang kemudian disinonimkan dengan F. obliqua oleh William Philip Hiern pada tahun 1901.[4]Spesies ini saat ini dianggap sebagai takson monotipik. Tiga varietas Ficus obliqua diakui hingga tahun 2001—F. obliqua var. petiolaris, F. obliqua var. obliqua, dan F. obliqua var. puberula dari Australia Barat. Sebuah revisi terhadap kelompok ini menghasilkan kesimpulan bahwa F. obliqua var. petiolaris termasuk dalam spesies F. rubiginosa.[5] F. obliqua var. puberula ditemukan memiliki hubungan kekerabatan yang lebih jauh dengan obliqua dibandingkan dengan rubiginosa, sehingga diklasifikasikan ulang sebagai spesies terpisah, Ficus brachypoda.[6]
Dengan lebih dari 750 spesies, Ficus merupakan salah satu marga tumbuhan berbunga terbesar.[7] Berdasarkan morfologi, botanis Inggris E. J. H. Corner membagi genus ini menjadi empat anak marga,[8] yang kemudian diperluas menjadi enam.[9] Dalam klasifikasi ini, Ficus obliqua ditempatkan dalam anak beruntun Malvanthereae, beruntun Malvanthereae, seksi Malvanthera dari anak marga Urostigma.[10] Dalam klasifikasi ulang Malvanthera Australia, botanis Australia Dale J. Dixon mengubah pembatasan seri dalam seksi tersebut, namun membiarkan spesies ini tetap berada dalam seri Malvanthereae.[8]
Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2008, Nina Rønsted dan koleganya menganalisis sekuens DNA dari internal dan external transcribed spacer (ITS dan ETS) ribosom inti sel, serta wilayah Gliseraldehida-3-fosfat dehidrogenase (G3pdh), dalam analisis molekuler pertama pada seksi Malvanthera. Mereka menemukan bahwa F. obliqua berkerabat paling dekat dengan tiga spesies dari wilayah gersang Teritorial Utara (F. platypoda, F. subpuberula, dan F. lilliputiana) dan mengklasifikasikannya ke dalam seri baru Obliquae dalam subseksi Platypodeae. Spesies ini tetap menjadi spesies hutan hujan transisi sementara kerabatnya berdiferensiasi ke wilayah yang lebih kering.[10]
Deskripsi

Ficus obliqua merupakan pohon yang dapat tumbuh mencapai ketinggian 15–60 m (49–197 ft) dengan lebar tajuk yang hampir sama.[11] Pohon ini memiliki kulit kayu yang halus, tipis, dan berwarna abu-abu dengan lentisel berwarna lebih terang, serta batang berbanir yang dapat mencapai diameter 3 m (9,8 ft). Daunnya yang berwarna hijau mengilap berbentuk elips hingga lonjong dengan ukuran panjang 5–8 cm (2,0–3,1 in) dan lebar 2–35 cm (0,79–13,78 in) pada tangkai daun berukuran 1–2 cm (0,39–0,79 in).[11] Dedaunan tersebut tersusun berseling pada batang.[3] Buah bulat berwarna kuning tumbuh berpasangan, kemudian berubah menjadi oranye atau merah-oranye dengan bintik-bintik merah gelap dan mencapai diameter 6 hingga 10 mm (0,24 hingga 0,39 in) saat matang antara bulan April hingga Juli,[11] meskipun buah dapat muncul di waktu lain sepanjang tahun.[12] Sebagaimana halnya dengan semua jenis ara, buahnya adalah perbungaan terbalik yang dikenal sebagai sikonium, dengan bunga-bunga kecil yang muncul dari permukaan bagian dalam.[13] Ficus obliqua bersifat berumah satu, bunga jantan dan betina dihasilkan oleh tanaman yang sama, dan bahkan berada dalam buah yang sama. Pada setiap buah, bunga betina matang beberapa minggu sebelum bunga jantan.[14]
Secara historis, terdapat kerancuan antara Ficus obliqua dan kerabatnya F. rubiginosa.[6] F. obliqua dapat dibedakan dari buahnya yang lebih kecil pada tangkai yang lebih pendek dan daunnya yang gundul (tidak berbulu); selain itu, tangkai daunnya memiliki rambut hialin yang tumbuh menanjak (tegak).[13] Beberapa bentuk F. rubiginosa memiliki daun dan tangkai daun yang gundul, sementara bentuk lainnya memiliki keduanya tertutup bulu halus.[6] Sikonium F. obliqua berukuran lebih kecil, dengan panjang 4,3–11,9 mm dan diameter 4,4–11,0 mm, dibandingkan dengan panjang 7,4–17,3 mm dan diameter 7,6–17,3 mm pada F. rubiginosa.[6] Ficus brachypoda adalah tanaman litofit dari daerah gersang di utara dan barat Australia, dengan tangkai daun pendek dan bentuk daun yang membuatnya mirip dengan Ficus platypoda.[15]
Persebaran dan habitat
Ficus obliqua tersebar mulai dari Gunung Dromedary (36° LS) di selatan New South Wales ke arah utara di sepanjang pantai dan Great Dividing Range hingga ujung Semenanjung Cape York di Queensland utara. Di luar Australia, spesies ini ditemukan di Nugini dan pulau-pulau di sekitarnya,[13] melalui Indonesia bagian timur hingga Sulawesi di barat, dan ke arah timur hingga Pasifik barat daya,[16] di mana ia ditemukan di Kaledonia Baru,[17] Fiji, Tonga, Samoa, dan Vanuatu.[18] Sebelumnya, tanaman ini diperkirakan tumbuh di Australia Barat, namun koleksi tersebut kini telah diklasifikasikan sebagai Ficus brachypoda.[6] Karena menyukai tanah dengan kandungan nutrisi dan air yang tinggi, ia tumbuh di tanah batu pasir atau latit di wilayah Sydney. Habitatnya berupa hutan hujan subtropis lembap hingga iklim sedang hangat. Spesimen besar dapat tumbuh menjulang di atas kanopi sebagai pohon pemuncul (emergent).[12]
Ekologi

Nuri ara mata-ganda (Cyclopsitta diophthalma) memakan buah Ficus obliqua, dan secara terus-menerus menjatuhkan serasah sisa buah ke tanah.[19] Perkici pelangi (Trichoglossus moluccanus) adalah jenis paruh bengkok lain yang mengonsumsi buah ini dan menyebarkan bijinya;[5] spesies burung Australia lainnya mencakup kasuari gelambir-ganda (Casuarius casuarius),[4] uncal cokelat (Macropygia phasianella), walik raja (Ptilinopus regina), walik wampu (P. magnificus), merpati wonga (Leucosarcia melanoleuca), merpati jambul (Lopholaimus antarcticus), kacamata biasa (Zosterops lateralis), currawong belang (Strepera graculina), kepudang-sungu muka-hitam (Coracina novaehollandae), kepudang tunggir-zaitun (Oriolus sagittatus), burung-ara australia (Sphecotheres vieilloti), burung-kucing hijau (Ailuroedus crassirostris), namdur raja (Sericulus chrysocephalus), namdur satin (Ptilonorhynchus violaceus), dan meliphaga lewin (Meliphaga lewinii).[3] Pohon ini merupakan sumber pangan penting bagi spesies Polinesia barat yaitu walik aneka-warna (Ptilinopus perousii)[20] dan walik mahkota-ungu (P. porphyraceus), serta telah direkomendasikan untuk penanaman amenitas di Tonga bagi burung-burung ini.[21] Kalong kacamata (Pteropus conspicillatus)[22] dan kalong kepala-abu (Pteropus poliocephalus) juga memakan buahnya.[12]
Daun Ficus obliqua berfungsi sebagai sumber makanan bagi larva spesies kupu-kupu gagak biasa (Euploea core),[23] gagak tanpa-tanda (Euploea alcathoe),[24] dan spesies ngengat geometrid Scopula epigypsa.[25] Spesies kutu trips Gynaikothrips australis memakan bagian bawah daun baru F. obliqua, serta F. rubiginosa dan F. macrophylla. Seiring matinya sel-sel tumbuhan, sel-sel di dekatnya terinduksi untuk membentuk jaringan meristem. Akibatnya, puru terbentuk dan daun-daun menjadi terdistorsi serta menggulung. Trips tersebut tinggal di dalam puru pada malam hari dan berkeliaran pada siang hari sebelum kembali pada sore hari, kemungkinan ke puru yang berbeda di pohon tersebut. Trips mulai makan ketika pohon mengalami trubusan (pertumbuhan tunas baru), dan siklus hidupnya berlangsung sekitar enam minggu. Pada waktu lain, trips berdiam di daun tua tanpa makan atau mengalami pupasi sambil berlindung di kulit kayu.[26]
Reproduksi dan masa hidup

Ara memiliki mutualisme obligat dengan tawon ara (Agaonidae); ara hanya diserbuki oleh tawon ara, dan tawon ara hanya dapat bereproduksi di dalam bunga ara. Umumnya, setiap spesies ara bergantung pada satu spesies tawon untuk penyerbukan. Tawon tersebut juga sama bergantungnya pada spesies ara inangnya untuk bereproduksi.[27] Asumsi bahwa spesies ara biasanya diserbuki oleh hanya satu spesies tawon ara telah ditantang oleh penemuan kompleks spesies kriptik di antara apa yang sebelumnya dianggap sebagai spesies tunggal tawon ara.[28] Ficus obliqua diserbuki oleh dua spesies tawon ara—Pleistodontes greenwoodi dan P. xanthocephalus.[27]
Bunga betina dan jantan di setiap sikonium matang pada waktu yang berbeda. Tawon betina memasuki sikonium dan bertelur di bunga betina saat bunga tersebut matang. Telur-telur ini kemudian menetas dan keturunannya kawin. Betina dari generasi baru mengumpulkan serbuk sari dari bunga jantan, yang telah matang pada tahap ini, lalu pergi mengunjungi sikonia lain dan mengulangi proses tersebut. Sebuah studi lapangan di Brisbane menemukan bahwa pohon F. obliqua sering kali mengandung sikonia jantan dan betina pada saat yang sama—hal ini dapat bermanfaat bagi reproduksi dalam populasi yang terisolasi, seperti yang ada di pulau-pulau. Studi yang sama menemukan sedikit penurunan jumlah sikonia fase jantan di musim dingin, yang diperkirakan disebabkan oleh peningkatan kematian penyerbuk tawon di bulan-bulan yang lebih dingin.[14]
Hewan yang memakan ara menyebarkan bijinya, yang kemudian berkecambah dan tumbuh pada tanaman lain (epifit) atau pada batuan (litofit). Saat tanaman baru berkembang, mereka menjulurkan akar ke lantai hutan. Ara yang tumbuh pada tanaman lain akan tumbuh semakin besar hingga mereka mencekik inangnya. Ficus obliqua berumur panjang, dan pohon-pohonnya diperkirakan dapat hidup lebih dari 500 tahun.[12]
Kegunaan

Ficus obliqua adalah pohon peneduh yang elegan untuk taman atau ladang, serta mampu beradaptasi dengan tanah yang berbeda.[11] Spesimen yang terkenal di Taman Mick Ryan, Milton di pantai selatan New South Wales berdiri setinggi 14 m (46 ft) dan melebar 38 m (125 ft), serta menjadi tengara lokal.[29] Seperti spesies ara lain yang tumbuh menjadi pohon besar, Ficus obliqua tidak cocok untuk kebun apa pun kecuali yang berukuran sangat luas karena sistem akarnya yang agresif dapat menyerbu saluran pembuangan dan bedeng kebun. Pohon ara juga menjatuhkan buah dan daun dalam jumlah besar, sehingga meninggalkan kotoran di bawahnya.[11] Meskipun jauh lebih jarang digunakan dalam bonsai dibandingkan F. rubiginosa,[30] F. obliqua sangat cocok untuk digunakan dalam media tersebut; daunnya yang kecil dan kecenderungan batangnya untuk menebal memberinya atribut yang optimal untuk pohon setinggi 10–80 cm (3,9–31,5 in). Ia terlihat di pembibitan bonsai terutama di daerah Brisbane, di mana ia merupakan spesies yang umum secara lokal, dan sangat dihargai oleh setidaknya satu pendukung, Bradley Barlow.[31][32]Barlow memasukkan spesimen dari Brisbane ke kompetisi Bonsai Clubs International pada tahun 2006, dan memenangkan hadiah.[33] Ia juga cocok digunakan sebagai tanaman dalam ruangan di ruang dengan pencahayaan rendah, sedang, atau terang.[34] Kayunya terlalu lunak untuk digunakan dalam pengerjaan kayu.[11]
Dikenal sebagai baka atau baka ni viti di Fiji, Ficus obliqua memiliki banyak bagian yang digunakan dalam pengobatan tradisional Fiji,[18] dan sebelumnya dianggap keramat di sana.[35] Getah putihnya telah digunakan untuk sendi dan anggota tubuh yang nyeri atau bengkak atau bisul, atau diencerkan dengan air dan diminum untuk meningkatkan air susu ibu. Cairan yang diekstrak dari kulit akar telah digunakan untuk sakit kepala atau, jika diencerkan, untuk meningkatkan kesehatan setelah melahirkan, dan daunnya dioleskan pada lesi kelamin. Spesies ini secara tradisional telah digunakan untuk mengobati bisul di Samoa dan Tonga.[18]
Referensi
- ^ Botanic Gardens Conservation International (BGCI).; IUCN SSC Global Tree Specialist Group (2018). "Ficus obliqua". 2018 e.T61886108A135882548. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T61886108A135882548.en. ;
- ^ a b "Ficus obliqua G.Forst.". Australian Plant Name Index (APNI), IBIS database. Centre for Plant Biodiversity Research, Australian Government.
- ^ a b c Floyd, Alex G. (2009). Rainforest Trees of Mainland Southeastern Australia. Lismore, New South Wales: Terania Rainforest Publishing. hlm. 232. ISBN 978-0-9589436-7-3.
- ^ a b F.A. Zich; B.P.M Hyland; T. Whiffen; R.A. Kerrigan (2020). "Ficus obliqua". Australian Tropical Rainforest Plants, Edisi 8. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO). Diakses tanggal 16 March 2021.
- ^ a b Cook, James M.; Rasplus, Jean-Yves (2003). "Mutualists with Attitude: Coevolving Fig Wasps and Figs" (PDF). Trends in Ecology & Evolution. 18 (5): 241–48. doi:10.1016/S0169-5347(03)00062-4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-07-20. Diakses tanggal 2008-07-12.
- ^ a b c d e Dixon, Dale J.; Jackes, Betsy R.; Bielig, L. M. (2001). "Figuring Out the Figs: the Ficus obliqua-Ficus rubiginosa Complex (Moraceae: Urostigma sect. Malvanthera)". Australian Systematic Botany. 14 (1): 133–54. Bibcode:2001AuSyB..14..133D. doi:10.1071/SB99029.
- ^ Frodin, David G. (2004). "History and Concepts of Big Plant Genera". Taxon. 53 (3): 753–76. Bibcode:2004Taxon..53..753F. doi:10.2307/4135449. JSTOR 4135449.
- ^ a b Dixon, Dale J. (2003). "A Taxonomic Revision of the Australian Ficus Species in the Section Malvanthera (Ficus subg. Urostigma: Moraceae)" (PDF). Telopea. 10 (1): 125–53. Bibcode:2003Telop..10..125D. doi:10.7751/telopea20035611. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 October 2009.
- ^ Rønsted, Nina; Weiblen, G. D.; Clement, W. L.; Zerega, N. J. C.; Savolainen, V. (2008). "Reconstructing the Phylogeny of Figs (Ficus, Moraceae) to Reveal the History of the Fig Pollination Mutualism" (PDF). Symbiosis. 45 (1–3): 45–56.
- ^ a b Rønsted, Nina; Weiblen, George D.; Savolainen, V.; Cook, James M. (2008). "Phylogeny, Biogeography, and Ecology of Ficus section Malvanthera (Moraceae)" (PDF). Molecular Phylogenetics and Evolution. 48 (1): 12–22. Bibcode:2008MolPE..48...12R. doi:10.1016/j.ympev.2008.04.005. PMID 18490180.
- ^ a b c d e f Elliot, Rodger W.; Jones, David L.; Blake, Trevor (1986). Encyclopaedia of Australian Plants Suitable for Cultivation: Volume 4 (Eu-Go). Port Melbourne, Victoria: Lothian Press. hlm. 280, 287–88. ISBN 978-0-85091-589-1.
- ^ a b c d Benson, Doug; McDougall, Lyn (1997). "Ecology of Sydney Plant Species Part 5: Dicotyledon Families Flacourtiaceae to Myrsinaceae" (PDF). Cunninghamia. 5 (2): 330–544. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-12-23.
- ^ a b c Fairley, Alan; Moore, Philip (2000). Native Plants of the Sydney District: An Identification Guide (Edisi 2nd). Kenthurst, New South Wales: Kangaroo Press. hlm. 62. ISBN 978-0-7318-1031-4.
- ^ a b McPherson, John R. (2005). "Phenology of Six Ficus L., Moraceae, Species and its Effects on Pollinator Survival, in Brisbane, Queensland, Australia". Geographical Research. 43 (3): 297–305. Bibcode:2005GeoRs..43..297M. doi:10.1111/j.1745-5871.2005.00329.x.
- ^ Dixon, Dale J. (2001). "A chequered history: The taxonomy of Ficus platypoda and F. Leucotricha (Moraceae: Urostigma sect. Malvanthera) unravelled". Australian Systematic Botany. 14 (4): 535–63. Bibcode:2001AuSyB..14..535D. doi:10.1071/SB00028.
- ^ "Ficus obliqua G.Forst.". Flora of Australia Online. Departemen Lingkungan dan Warisan, Pemerintah Australia. Diakses tanggal 1 Oktober 2013.
- ^ Morat, Philippe; Jaffre, Tanguy; Veillon, Jean-Marie (2001). "The flora of New Caledonia's calcareous substrates" (PDF). Adansonia. 23 (1): 109–27. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-08-08.
- ^ a b c Cambie, R.C.; Ash, Julian Edward (1994). Fijian Medicinal Plants. Collingwood, Victoria: CSIRO Publishing. hlm. 256. ISBN 978-0-643-05404-2.
- ^ Forshaw, Joseph M.; Cooper, William T. (1978). Parrots of the World (Edisi 2nd). Melbourne, Victoria: Landsdowne Editions. hlm. 162. ISBN 978-0-7018-0690-3.
- ^ Watling, Dick (2003). A Guide to the Birds of Fiji and Western Polynesia. Suva, Fiji: Environmental Consultants. hlm. 122. ISBN 978-982-9030-04-7.
- ^ Steadman, David W. (1998). "Status of Land Birds on Selected Islands in the Ha'apai Group, Kingdom of Tonga" (PDF). Pacific Science. 52 (1): 14–34. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-05.
- ^ Parsons, Jennifer G.; Cairns, Andi; Johnson, Christopher N.; et al. (2006). "Dietary Variation in Spectacled Flying Foxes (Pteropus conspicillatus) of the Australian Wet Tropics". Australian Journal of Zoology. 54 (6): 417–28. doi:10.1071/ZO06092. Diakses tanggal 25 July 2010.
- ^ Robinson, Gaden S.; Ackery, Phillip R.; Kitching, Ian J.; Beccaloni, George W.; Hernández, Luis M. (2023). "Euploea core". HOSTS – A Database of the World's Lepidopteran Hostplants. Natural History Museum. doi:10.5519/havt50xw. Diakses tanggal 17 March 2012.
- ^ Braby, Michael F. (2005). The Complete Field Guide to Butterflies of Australia. Collingwood, Victoria: CSIRO Publishing. hlm. 194. ISBN 978-0-643-09027-9.
- ^ Robinson, Gaden S.; Ackery, Phillip R.; Kitching, Ian J.; Beccaloni, George W.; Hernández, Luis M. (2023). "Scopula epigypsa". HOSTS – A Database of the World's Lepidopteran Hostplants. Natural History Museum. doi:10.5519/havt50xw. Diakses tanggal 12 July 2008.
- ^ Tree, Desley J.; Walter, G. H. (2009). "Diversity of Host Plant Relationships and Leaf Galling Behaviours within a Small Genus of Thrips –Gynaikothrips and Ficus in South East Queensland, Australia". Australian Journal of Entomology. 48 (4): 269–75. doi:10.1111/j.1440-6055.2009.00706.x.
- ^ a b Lopez-Vaamonde, Carlos; Dixon, Dale J.; Cook, James M.; Rasplus, Jean-Yves (2002). "Revision of the Australian species of Pleistodontes (Hymenoptera: Agaonidae) Fig-pollinating Wasps and their Host-plant Associations". Zoological Journal of the Linnean Society. 136 (4): 637–83. doi:10.1046/j.1096-3642.2002.00040.x.
- ^ Molbo, Drude; Machado, Carlos A.; Sevenster, Jan G.; Keller, Laurent; Herre, Edward Allen (2003). "Cryptic Species of Fig-pollinating Wasps: Implications for the Evolution of the Fig–wasp Mutualism, Sex Allocation, and Precision of Adaptation". Proceedings of the National Academy of Sciences USA. 100 (10): 5867–72. Bibcode:2003PNAS..100.5867M. doi:10.1073/pnas.0930903100. PMC 156293. PMID 12714682.
- ^ Ciampa, Bernadette (2009). "Fig – Small-leaved: Tree Details". National Register of Big Trees: Australia's Champion Trees. National Register of Big Trees. Diakses tanggal 19 March 2012.
- ^ Webber, Len (1991). Rainforest to Bonsai. East Roseville, New South Wales: Simon and Schuster. hlm. 109. ISBN 978-0-7318-0237-1.
- ^ Koreshoff, Dorothy; Koreshoff, Vita (1984). Bonsai with Australian Native Plants. Brisbane, Queensland: Boolarong Publications. hlm. 52. ISBN 978-0-908175-66-6.
- ^ Barlow, Bradley (2006). "Growing the Queensland Small leaf Fig as Bonsai in South-east Queensland". ASGAP Australian Plants as Bonsai Study Group Newsletter (10): 5–8.
The Queensland Small-leaf Fig ... should be the first choice for more serious Ficus bonsai enthusiasts
- ^ Hnatiuk, Roger (2006). "International Honours to Australians with Aussie Species as Bonsai". ASGAP Australian Plants as Bonsai Study Group Newsletter (11): 1.
- ^ Ratcliffe, David; Ratcliffe, Patricia (1987). "Fancy a Feast? Try a Fig". Australian Plants. 16 (130): 251–52.
- ^ Blench, Roger (1999). Archaeology and Language IV: Language Change and Cultural Transformation. Vol. 35. London, United Kingdom: Routledge. hlm. 203. ISBN 978-0-415-11786-9.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.