Fusi labia
| Fusi labia | |
|---|---|
| Nama lain | Fusi labia, adhesi labia, sinekia labia, aglutinasi labia, adherensi labia, ginatresia, fusi vulva, dan sinekia vulva.[1] |
| Spesialisasi | Genetika kedokteran |
Fusi labia adalah suatu kondisi medis pada vulva ketika labia minora menyatu. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak (pediatrik).[2]
Tanda dan gejala
Fusi labia jarang ditemukan saat lahir, melainkan baru didapat belakangan pada masa bayi. Hal ini terjadi karena kondisi tersebut dipicu oleh paparan estrogen yang tidak mencukupi, sementara bayi baru lahir telah terpapar estrogen maternal in utero (di dalam kandungan). Kondisi ini biasanya muncul pada bayi berusia setidaknya 3 bulan.[3] Sebagian besar kasus bersifat asimtomatik (tanpa gejala) dan ditemukan oleh orang tua atau saat pemeriksaan medis rutin. Pada kasus lain, pasien dapat menunjukkan gejala terkait seperti disuria, peningkatan frekuensi berkemih, menolak untuk buang air kecil, atau urine menetes setelah berkemih.[1][4] Beberapa pasien datang dengan keluhan keputihan akibat penumpukan urine di vestibulum vulva atau vagina.[5]
Komplikasi
Fusi labia dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, vestibulitis vulva, dan peradangan yang disebabkan oleh paparan urine secara kronis. Pada kasus yang parah, adhesi labia dapat menyebabkan penyumbatan total pada uretra, yang berujung pada anuria dan retensi urine.[3]
Patofisiologi
Faktor penyumbang utama terjadinya fusi labia adalah kadar estrogen yang rendah.[3] Vulva dengan paparan estrogen yang rendah, seperti pada anak pra-remaja, memiliki lapisan epitel yang halus sehingga rentan terhadap iritasi. Kondisi yang menyebabkan iritasi, seperti infeksi, peradangan, dan trauma, mengakibatkan tepi-tepi labia minora menyatu. Penyatuan ini biasanya dimulai dari frenulum posterior labia minora dan berlanjut ke arah anterior.[1][3]
Sebagian besar kasus adhesi labia sembuh secara spontan sebelum pubertas seiring dengan meningkatnya kadar estrogen dan terjadinya kornifikasi pada epitel vagina.[4]
Diagnosis
Kondisi ini dapat didiagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik pada vulva. Pada pasien dengan fusi labia, bidang jaringan datar dengan garis jaringan tengah yang padat biasanya terlihat saat labia majora diregangkan, sementara bukaan anterior umumnya masih ada di bawah klitoris.[1]
Penanganan
Penanganan biasanya tidak diperlukan pada kasus tanpa gejala, karena sebagian besar penyatuan akan terpisah secara alami seiring berjalannya waktu. Namun, tindakan medis mungkin diperlukan jika muncul gejala.[6][7] Metode penanganan standar untuk fusi labia adalah pengolesan krim estrogen topikal pada area adhesi, yang efektif pada 90% pasien.[1] Pada kasus yang berat di mana labia minora menyatu sepenuhnya hingga menyebabkan obstruksi aliran urine atau obstruksi vagina, labia harus dipisahkan secara bedah.[3] Kambuhnya kondisi ini setelah penanganan tergolong sering terjadi,[8] tetapi diperkirakan dapat dicegah dengan praktik higiene yang baik.[4] Sebuah studi menunjukkan bahwa betametason mungkin lebih efektif daripada krim estrogen dalam mencegah kekambuhan, dengan efek samping yang lebih sedikit.[9]
Epidemiologi
Fusi labia bukanlah hal yang jarang terjadi pada bayi dan anak perempuan.[2] Kondisi ini paling sering ditemukan pada bayi berusia antara 13 hingga 23 bulan, dengan insidensi sebesar 3,3% pada kelompok usia tersebut.[3] Diperkirakan bahwa fusi labia terjadi pada 1,8% dari seluruh anak perempuan prepubertas.[3] Kondisi ini jarang terjadi pada wanita dewasa, khususnya pada usia reproduksi, tetapi terkadang ditemukan pada wanita pascapersalinan dan pascamenopause.[3]
Referensi
- ^ a b c d e Fleisher, Gary R.; Ludwig, Stephen (2010). Textbook of Pediatric Emergency Medicine. Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 842. ISBN 9781605471594.
- ^ a b "NHS Direct Wales - Encyclopedia: Labial fusion". NHS Direct Wales. Diakses tanggal 2011-09-13.
- ^ a b c d e f g h Broecker, Jane E. D. (2008). "Imperforate hymen". The 5-minute Obstetrics and Gynecology Consult. Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 122–123. ISBN 9780781769426.
- ^ a b c Zitelli, Basil J.; McIntire, Sara C.; Nowalk, Andrew J. (2012). Zitelli and Davis' Atlas of Pediatric Physical Diagnosis. Elsevier. hlm. 580. ISBN 9780323091589.
- ^ Smith, Roger Perry (2008). Netter's Obstetrics and Gynecology. Elsevier. hlm. 202. ISBN 9781416056829.
- ^ Belman, A. Barry; King, Lowell R.; Kramer, Stephen A. (2001). Clinical Pediatric Urology. CRC Press. hlm. 219–220. ISBN 9781901865639.
- ^ Creighton, Sarah (2005). "Paediatric and adolescent gynaecology". Paediatric Surgery (Edisi 2nd). CRC Press. hlm. 555–556. ISBN 9780340809105.
- ^ Baskin, Laurence; Swana, Hubert S. (2008). "Genitourinary Tumors". Clinical Problems in Pediatric Urology. John Wiley & Sons. hlm. 175–176. ISBN 9781405171854.
- ^ Mayoglou, Lazarus; Dulabon, Lori; Martin-Alguacil, Nieves; Pfaff, Donald; Schober, Justine (August 2009). "Success of Treatment Modalities for Labial Fusion: A Retrospective Evaluation of Topical and Surgical Treatments". Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology. 22 (4): 247–250. doi:10.1016/j.jpag.2008.09.003. PMID 19646671.
Pranala luar
| Klasifikasi | |
|---|---|
| Sumber luar |
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.