Genjek

Genjek adalah salah satu bentuk kearifan lokal yang sangat populer di Kabupaten Karangasem. Genjek merupakan genre seni yang memanfaatkan vokal sebagai sumber bunyi utama. Vokal ini berasal dari sepuluh hingga dua puluh orang pemain, dengan pembagian vokal yang terdiri dari 1 orang sebagai pembawa melodi sekaligus komando, 1 orang sebagai pemegang ritme, dan sisanya menciptakan jalinan ritmis dengan suara-suara seperti sapak, spriang, cek, de, tudeng, tut, ces, byos, tria, tipung, ces, jengsi, sir, kesek. Suara-suara ini meniru bunyi instrumen gamelan Bali seperti kajar/tawa-tawa, cengceng, kendang, reong, dan gong. Jalinan serta perpaduan harmonis dari berbagai jenis warna suara inilah yang membentuk musik yang dikenal sebagai genjek.[1]

Genjek atau megenjekan berasal dari istilah 'gonna' yang berarti gegonjakan, candaan, atau senda gurau. Sejarah atau asal mula tarian Genjek di Bali ini tentunya berbeda dengan tari tradisional lainnya yang diciptakan oleh para maestro seni. Megenjekan ini bermula dari acara kumpul-kumpul setelah beraktivitas, yang kemudian disertai dengan tuak, sejenis minuman beralkohol yang dihasilkan dari pohon lontar, kelapa, atau enau.

Kawasan Bali Timur merupakan penghasil minuman tuak terbesar di Bali dan memiliki kualitas terbaik. Dalam perkembangan terkini, tuak juga diolah menjadi arak dengan konsentrasi alkohol yang cukup tinggi. Kumpul bersama sambil menikmati alkohol sejenis tuak ini dikenal oleh masyarakat sebagai tradisi 'metuakan', yang umumnya dilakukan oleh kaum laki-laki. Seiring berjalannya waktu, kesadaran mereka semakin berkurang alias mabuk, dan mereka mulai bernyanyi untuk meluapkan kegembiraan, diikuti oleh teman-teman lainnya.

Akhirnya, kebiasaan metuakan ini hampir selalu disertai dengan megenjekan atau tarian genjek tersebut; metuakan tanpa genjek terasa kurang lengkap. Maka, muncullah grup-grup genjek yang menciptakan gending (nyanyian) yang kemudian digunakan saat acara metuakan.[2]

Referensi

  1. ^ kemendikdasmen, Pusdatin Kemendikbudristek (2022). "Genjek". Pusdatin Kemendikbudristek. Diakses tanggal 2025-10-26.
  2. ^ "Performance Genjek Karangasem". BASAbaliWiki (dalam bahasa Inggris). 2022-01-07. Diakses tanggal 2025-10-26.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.