Grijoh

Grijoh adalah alat tradisional untuk menumbuk padi atau buah kopi yang digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Lampung. Alat ini bekerja dengan prinsip tuas sederhana: bagian ujung kayu diinjak hingga terangkat, lalu ketika dilepas, alu yang menempel pada ujung alat akan jatuh dan menumbuk gabah atau buah kopi di dalam lesung. Grijoh merupakan peralatan pertanian tradisional yang digunakan sebelum berkembangnya mesin penggiling modern. [1]

Deskripsi

Grijoh dibuat hampir sepenuhnya dari balok kayu yang pada ujungnya menyatu dengan alu (pemukul). Alu tersebut diarahkan tepat ke posisi lesung, tempat gabah atau buah kopi ditampung sebelum ditumbuk.

Grijoh di Museum Lampung.

Ciri-ciri utama grijoh:

  • Bagian ujung: menyatu dengan alu, berfungsi sebagai pemukul ke dalam lesung.
  • Bagian pangkal: diberi sumbu atau semacam as untuk mengunci balok kayu agar stabil.
  • Penyangga alat: biasanya terbuat dari bambu, sedangkan komponen lainnya terbuat dari kayu keras.
  • Posisi pemasangan: umum ditempatkan di bawah rumah panggung atau di ladang, biasanya di samping gubuk (anjung).

Grijoh selalu dibuat secara manual, baik oleh pemiliknya sendiri maupun dengan mengupah pembuat alat tradisional. [1]

Cara Kerja

Penggunaan grijoh dilakukan secara manual dengan memanfaatkan tenaga kaki:

  1. Gabah atau buah kopi dituangkan ke dalam lesung.
  2. Pengguna menginjak pangkal balok kayu.
  3. Ketika diinjak, bagian ujung alat terangkat.
  4. Saat kaki dilepas, balok kembali jatuh sehingga alu menumbuk gabah di dalam lesung.
  5. Tumbukan berulang membuat kulit padi atau kulit buah kopi terkelupas.

Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai gabah menjadi beras atau buah kopi keluar dari kulitnya. [1]

Fungsi

Pada masyarakat Lapung grijoh digunakan untuk menumbuk padi hingga menjadi beras, hingga mengupas kulit buah kopi secara manual. Alat ini berfungsi sebagai alternatif dari alu-lesung manual biasa, tetapi memberikan tenaga tumbukan lebih besar karena memanfaatkan beban dan gaya jatuh balok kayu. [1]

Referensi

  1. ^ a b c d Sirat, Muhiddin; Zulaiha B, Miraya; SK, Budhiono (1993). PERALATAN PRODUKSI TRADISIONAL DAN PERKEMBANGANNYA DAERAH LAMPUNG (PDF). {{cite book}}: ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.