Guru Gembul

Guru Gembul
Lahir1985 (umur 40–41)
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
AlmamaterUniversitas Pendidikan Indonesia
Pekerjaan
Informasi YouTube
Kanal
Tahun aktif2019—sekarang
Pelanggan1,6 juta[1]
(11 Juli 2025)
Total tayang315.758.181[1]
(11 Juli 2025)
100.000 pelanggan 2021[2]
1.000.000 pelanggan 2023[3]

Diperbarui: 11 Juli 2025

Guru Gembul (lahir 1985)[4] adalah seorang guru sejarah, dan pembuat konten asal Indonesia, yang dikenal dengan konten bertema filsafat sosial.

Kehidupan

Ia merupakan lulusan dari Universitas Pendidikan Indonesia.[5] Guru Gembul menyatakan bahwa ia adalah seorang pengajar di salah satu sekolah di Bandung, sementara pendapatan per bulan dari kanal YouTube-nya diperkirakan mencapai $1.7K sampai $27.2K atau jika dirupiahkan sekitar Rp26.134.100 sampai Rp372.026.600. Dengan demikian, penghasilannya dalam setahun sekitar $20.4K sampai $326.1K atau jika dirupiahkan sekitar Rp313.609.200 sampai Rp5.013.135.300.[6]

Sebelum aktif di kanal YouTube, Guru Gembul aktif di media sosial Facebook dengan username "Ka Jo" yang merupakan akronim dari Kak Johan Riadi.[7]

Nama asli Guru Gembul yang diyakini secara luas oleh media adalah Johan Riadi,[8] seorang lulusan pendidikan sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2008.[7] Nama dan foto Johan Riadi sebagai direktur lembaga pendidikan Boemi Matahari[9][10] terpublikasikan pernah menjadi nara sumber di acara televisi MQTV[11] yaitu acara bincang unit pers mahasiswa UPI pada 2016.[12] Skripsi Johan berjudul "Dampak Pemikiran Al-Ghazali terhadap Perkembangan Aliran Pemikiran Teosofi (1111-1640)".[13][14]

Johan tercatat menjadi guru honorer sejarah di SMA Negeri 16 Bandung sejak 1 Juli 2017,[15][16] dan SMP Citra Cemara Bandung.[17][18][19] Salah seorang pengguna Quora pada 2021 juga menulis bahwa Guru Gembul mengajar sejarah di SMA Negeri 16 Bandung dan aktif menjadi pembicara pendidikan.[20][21] Dalam siniar bersama Richard Lee, Guru Gembul mengakui bahwa ia merupakan seorang guru honorer.[22]

Aktivitas

Guru Gembul memulai kariernya di YouTube dengan membuat video pembahasan mengenai ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat sosial, teori konspirasi dan sejarah Indonesia maupun global. Pemikirannya tentang Islam moderat dan kritiknya terhadap komunitas-komunitas keagamaan di Indonesia membuat kontennya cukup diminati di Indonesia.[23] Guru Gembul menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang Sunni ataupun Syiah, dan bahwa dirinya tidak mengikuti denominasi Islam manapun.[24]

Konfliknya dengan Bahar bin Smith dimulai ketika Guru Gembul memperhatikan bahwa Bahar tidak bisa membaca kitab kuning, perangkat teks pendidikan berbahasa Arab dalam kurikulum Islami yang umum digunakan di pesantren di Indonesia.[25][26] Guru Gembul menyayangkan hal ini, dan menyebut Bahar bin Smith sebagai "ulama gadungan", serta meragukan nasab Bahar sebagai seorang habib.[27] Guru Gembul kemudian menyoroti penggunaan hadis palsu dalam pernyataan Bahar yang digunakan Bahar untuk menegaskan bahwa ia benar-benar keturunan dari nabi Islam Muhammad.[28][29] Rhoma Irama dan Zein Assegaf, tokoh publik lain yang saat itu juga berkonflik dengan Bahar, menyetujui pernyataan Guru Gembul, menyayangkan hal ini terjadi.[30] Lebih lanjut, Rhoma Irama dan Guru Gembul menantang Bahar untuk membuktikan keaslian nasabnya melalui tes DNA, hal ini membuat Bahar tersinggung, tetapi menyatakan bahwa ia bisa saja menyanggupinya dengan sejumlah syarat.[31]

Dalam sebuah seminar di Bandung, Guru Gembul mengkritik sistem pendidikan di Indonesia yang dianggapnya hanya terlalu berfokus pada hal-hal administratif, ia kemudian mendorong perubahan pada sistem pendidikan.[32] Ia juga mengkritik pemberian gaji rendah terhadap guru-guru di Indonesia, yang menurutnya hal inilah yang memicu penurunan kualitas pendidikan Indonesia.[33]

Kontroversi

Somasi

Pada tahun 2023, sebagai akibat kritiknya terhadap guru dan pendidikan di Indonesia, lima aktivis pendidikan melayangkan surat terbuka berisi somasi kepada Guru Gembul atas pernyataannya dalam gelar wicara pendidikan nasional yang ditayangkan di BTV edisi 1 Juni 2023. Para aktivis menilai pernyataan Guru Gembul tentang kompetensi guru telah melecehkan profesi guru. Dalam klarifikasinya, Guru Gembul mengatakan bahwa dirinya hanya mengkritik Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menyiapkan para guru, lebih lanjut menyatakan bahwa pernyataannya telah disalahpahami dan tidak seharusnya berujung pada somasi.[34] Masalah ini kemudian diselesaikan dengan damai, dengan semua pihak sepakat bahwa "hanya sebagian guru yang tidak kompeten".[35]

Menyatakan sistem indrawi sering bohong

Pada tahun 2024, Guru Gembul pernah menyatakan,

Semua sistem indrawi kita ini sering bohong atau dikibulin atau eror, kalau begitu maka dia tidak layak, tidak cocok untuk menjadi sumber informasi yang terpercaya.

Pernyataan ini membuat seorang alumnus Universitas Minnesota, Abdul Muin Banyal berkomentar bahwa indra manusia memang terbatas, namun keterbatasan itu bukan malah membuat indra manusia tidak layak dijadikan sumber informasi terpercaya seperti yang dikatakan oleh Guru Gembul. Menurut Abdul Muin, justru keterbatasan itulah yang mendorong manusia untuk menciptakan alat bantu yang bisa kita gunakan untuk memperluas indra manusia, bahkan setelah manusia membuat alatnya, manusia masih harus menggunakan indra mereka untuk mengamati fenomena di sekitar mereka.[36][butuh sumber nonprimer]

Respons saat debat dengan Muhammad Nuruddin

Guru Gembul mengalami kekalahan atas Muhammad Nuruddin mengadakan debat panas dengan tema "Bisakah Keshahihan Akidah Islam Dibuktikan Secara Ilmiah?". Debat panas melibatkan Guru Gembul dengan Muhammad Nuruddin telah digelar di Aula PSJ Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia (UI), Depok. Guru Gembul menjelaskan bahwa Muhammad Nuruddin dalam urusan perdebatan sangat matang dari segi persiapan dan referensi. Ia menganggap Muhammad Nuruddin juga kerap kali mengenakan logika saat berdebat dengan dirinya karena didasari dengan kaidah keilmuan dan lain-lain.[37]

Ketika debat antara keduanya berlangsung, Guru Gembul tampak tidak siap menghadapi hujan referensi dan dalil yang dibawakan oleh Muhammad Nuruddin. Alih-alih merespons dengan argumen yang terstruktur dan berbasis ilmu, Guru Gembul lebih banyak membahas hal-hal di luar topik debat, mengalihkan pembicaraan, dan bahkan tidak menghormati moderator yang bertugas menjaga kelancaran diskusi. Gaya berbicaranya yang terkesan asal, tanpa dasar yang kuat, serta kurangnya referensi ilmiah yang mendukung pernyataannya, makin memperlihatkan bahwa ia tidak memiliki pemahaman mendalam mengenai topik yang sedang dibahas.[38]

Buku tanpa referensi

Guru Gembul juga menjadi sasaran kritik terkait buku yang ditulisnya berjudul "50 Muslim Paling Berpengaruh dalam Sejarah Peradaban Islam - Sejarah Islam yang Disembunyikan". Sejumlah netizen mengungkapkan kekecewaan mereka karena buku tersebut dianggap tidak memiliki referensi yang jelas. Bahkan, banyak yang menyoroti isi buku yang dianggap tidak sesuai dengan judulnya. Foto-foto dalam buku tersebut diduga tidak menyertakan asal sumbernya. Misalnya dalam buku itu ada gambar yang mengambil dari lukisan karya Antoine Jean Gros pelukis Perancis, koleksi Musée de l'Histoire de France. Namun gambar tersebut malah diberi keterangan foto "Lukisan Napoleon ketika menaklukan mesir".[39]

Buku

  • Ngomongin Logical Fallacies: Memahami Cacat Logika dalam Kehidupan Sehari-Hari (2025)
  • Ngomongin Filsafat, Ah! (2025).
  • Beyond Belief: Fact or Fiction (2024).
  • 50 Muslim Paling Berpengaruh dalam Sejarah Peradaban Islam: Sejarah Islam yang Disembunyikan (2024).

Referensi

  1. ^ a b "About guru gembul". YouTube.
  2. ^ "GURU GEMBUL BUKA PECI DAN KACAMATA : 100.000 SUBCRIBER". guru gembul. YouTube. 11 Februari 2021. Diakses tanggal 2 November 2023.
  3. ^ "REFLEKSI 1 JUTA PELANGGAN GURU GEMBUL CHANNEL. SAYA DAH PUNYA HATERS". guru gembul. YouTube. 2 November 2023. Diakses tanggal 2 November 2023.
  4. ^ "Sosok Guru Gembul, Viral Kalah Debat usai 'Dirujak' Muhammad Nuruddin, Terungkap Latar Belakangnya". Tribunnews.com. 24 Jul 2025. Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  5. ^ Suara.Com, M. Reza Sulaiman (2024-07-15). "Pendidikan Guru Gembul, Youtuber yang Sering Komentari Dunia Pendidikan". suara.com. Diakses tanggal 2024-08-19.
  6. ^ Rusdi, Febriadi (2023-09-18). Nurhayati, Desi (ed.). "Mengenal YouTuber Guru Gembul dan Hasil Pendapatannya Di YouTube". Info Indonesia. Diakses tanggal 2024-08-19.
  7. ^ a b https://web.facebook.com/profile.php?id=100064592685922
  8. ^ Online 01, Tim Purwakarta. "Debat dengan Muhammad Husein Gaza, Nama Asli Guru Gembul Terungkap ke Publik! - Purwakarta Online". Debat dengan Muhammad Husein Gaza, Nama Asli Guru Gembul Terungkap ke Publik! - Purwakarta Online. Diakses tanggal 24 Jul 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  9. ^ "Solusi dan Metode Baru Lewat Pendidikan Alternatif". IsolaPos.com. 2016-05-02. Diakses tanggal 2026-04-27.
  10. ^ "Sesuaikan Pendidikan dengan Potensi Anak". IsolaPos.com. 2016-05-02. Diakses tanggal 2026-04-27.
  11. ^ https://x.com/i/status/702033579769868288
  12. ^ "Sesuaikan Pendidikan dengan Potensi Anak". 2 Mei 2016. Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  13. ^ Johan Riadi, - (13 Mar 2008). "DAMPAK PEMIKIRAN AL-GHAZALI TERHADAP PERKEMBANGAN ALIRAN PEMIKIRAN TEOSOFI (1111-1640)". Diakses tanggal 24 Jul 2025 – via repository.upi.edu.
  14. ^ "PDDikti". pddikti.kemdiktisaintek.go.id. Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  15. ^ "SIAPA GURU GEMBUL YOUTUBER ?". Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  16. ^ "Laporan Individu Ulfah | PDF | Bisnis". Scribd. Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  17. ^ "TikTok - Make Your Day". Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  18. ^ "SMP CITRA CEMARA". citracemara.sch.id. Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  19. ^ "Profil SMP Citra Cemara, Kota Bandung (PPDB, Biaya Masuk, Pendaftaran) - Sekolahloka". 7 Okt 2022. Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  20. ^ "Siapa Guru Gumbul? Bongkar!". KASKUS. Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  21. ^ "Jawaban Mahendrayana Setiawan Triatmaja untuk Apa yang kamu ketahui tentang Guru Gembul? - Quora". Diakses tanggal 24 Jul 2025.
  22. ^ "guru gembul, beneran guru honorer!". 6 Jan 2024. Diakses tanggal 24 Jul 2025 – via YouTube.
  23. ^ Ardiansyah, Muhammad (2024). "Representasi islam moderat dalam kanal youtube Guru Gembul perspektif teori fungsi interpretasi Hermeneutika Jorge J.E Gracia". UIN Sunan Ampel Surabaya.
  24. ^ Sugianto, Enjang. "Di Podcast Macan Idealis, Guru Gembul: Sunni dan Syiah sama-sama bid'ah, saya tidak bermazhab! - Purwakarta Online". Purwakarta Online. Diakses tanggal 2024-08-19.
  25. ^ "Tak Bisa Baca Kitab Kuning, Guru Gembul Sebut Bahar Bin Smith Habib Palsu!". Bebasbaru. 2024-06-21. Diakses tanggal 2024-08-19.
  26. ^ Lufaefi (Juni 2024). "Singgung Kemampuan Baca Kitab Kuning Habib Bahar bin Smith, Guru Gembul Tak Sepenuhnya Percaya Habib Bahar Ulama". Akurat. Diakses tanggal 2024-08-19.
  27. ^ "Berani Blak-blakan Bilang Habib Bahar bin Smith Ulama Gadungan, Terungkap Siapa Sosok Guru Gembul Sebenarnya, Ternyata…". www.tvonenews.com. 2024-07-03. Diakses tanggal 2024-08-19.
  28. ^ "Heboh Habib Bahar dan Hadis Palsu: Guru Gembul Ungkap Fakta Mengejutkan | 1tulah News". 2024-07-02. Diakses tanggal 2024-08-19.
  29. ^ Pangul, R. J. (2024-07-02). "Parah! Demi Bela Silsilah Keturunan Nabinya, Habib Bahar Gunakan Hadis Palsu". info pertama. Diakses tanggal 2024-08-19.
  30. ^ "Sosok Ini Ikut Tuding Habib Bahar bin Smith Sesat: Mirip Orang-orang Penyembah Pohon". suara.com. Diakses tanggal 2024-08-19.
  31. ^ "Persoalan Nasab Rasulullah SAW Dibahas lagi, Rhoma Irama Setuju Habib di Tes DNA, Bahar bin Smith Tegas Ajukan Syarat ini". www.tvonenews.com. 2024-06-19. Diakses tanggal 2024-08-19.
  32. ^ Wijaya, Stefani (Mei 2023). BW (ed.). "Guru Gembul Dorong Perubahan Dunia Pendidikan". BeritaSatu. Diakses tanggal 2024-08-19.
  33. ^ "Guru Gembul: "Saya Gaji Gede dari YouTube, Gaji Ngajar Cuma 200 Ribu per Bulan"". KOMPASIANA. 2023-11-26. Diakses tanggal 2024-08-19.
  34. ^ DIN, ed. (Juni 2023). "Somasi Guru Gembul Berakhir Damai". BeritaSatu. Diakses tanggal 2024-08-19.
  35. ^ Putra, Ferdy Soegito. "Guru vs Guru Gembul Berakhir Damai, Sepakat Hanya Sebagian yang Tidak Berkompeten - Koran Gala". Koran Gala. Diakses tanggal 2024-08-19.
  36. ^ Bawah Pohon Science (2024-08-23), MISKONSEPSI GURU GEMBUL SAAT BAHAS SCIENCE PART 1, diakses tanggal 2024-08-24
  37. ^ tvOneNews.com; tvonenews.com, Tim (2024-10-14). "Guru Gembul Akui Kalah Telak dari Ustaz Nuruddin Berujung Debat Panas Tema Akidah Trending di Media Sosial". www.tvonenews.com. Diakses tanggal 2025-04-22.
  38. ^ Kita, Narasi (2024-10-19). "Guru Gembul versus Ustadz Nuruddin: Pentingnya Berbicara Sesuai Kapasitas". MataKita. Diakses tanggal 2025-04-22.
  39. ^ "Siapa Guru Gembul? Konten Kreator Kontroversial yang Disebut Tanpa Referensi". Jatim TIMES. Diakses tanggal 2025-04-22.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.