Hasrat seksual

Hasrat seksual adalah kondisi terkait motivasi dan minat pada objek atau aktivitas seksual, atau sebagai keinginan, atau dorongan untuk mencari objek seksual atau untuk terlibat dalam suatu aktivitas seksual.[1] Istilah lain yang berkaitan dengan hasrat seksual adalah libido, ketertarikan seksual, dan nafsu seksual.[2] Hasrat seksual merupakan aspek seksualitas seseorang, yang sangat bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya, dan juga bervariasi tergantung pada keadaan pada waktu tertentu. Tidak setiap orang mengalami hasrat seksual; mereka yang tidak memiliki hasrat seksual dapat dianggap sebagai aseksual.

Hasrat seksual mungkin merupakan satu-satunya peristiwa seksual yang paling umum dalam kehidupan seseorang.[1] Hasrat seksual adalah keadaan perasaan subjektif yang dapat dipicu oleh impuls internal dan eksternal, tetapi tidak selalu terwujud atau diakhiri dengan ektivitas seksual.[3] Hasrat seksual dapat dibangkitkan melalui imajinasi dan fantasi seksual, atau mempersepsikan seseorang yang dianggap menarik.[4] Hasrat seksual juga diciptakan dan diperkuat melalui ketegangan seksual, yang disebabkan oleh hasrat seksual yang belum terwujud.

Penggunaan fantasi dan imajinasi pemikiran seksual adalah bagian penting dari hasrat seksual yang berfungsi dengan baik. Beberapa manifestasi fisik hasrat seksual pada manusia adalah; menjilati, mengisap, mengerut dan menyentuh bibir, serta menjulurkan lidah.[5]

Referensi

  1. ^ a b Regan, P.C.; Atkins, L. (2006). "Sex Differences and Similarities in Frequency and Intensity of Sexual Desire". Social Behavior & Personality. 34 (1): 95–101. doi:10.2224/sbp.2006.34.1.95. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-13. Diakses tanggal 2021-11-09.
  2. ^ Spector, I. P.; Carey, M. P.; Steinberg, L. (1996). "The sexual desire inventory: Development, factor structure, and evidence of reliability". Journal of Sex & Marital Therapy. 22 (3): 175–90. doi:10.1080/00926239608414655. PMID 8880651.
  3. ^ Beck, J.G.; Bozman, A.W.; Qualtrough, T. (1991). "The Experience of Sexual Desire: Psychological Correlates in a College Sample". The Journal of Sex Research. 28 (3): 443–456. doi:10.1080/00224499109551618.
  4. ^ Toates, F. (2009). "An Integrative Theoretical Framework for Understanding Sexual Motivation, Arousal, and Behavior". Journal of Sex Research. 46 (2–3): 168–193. doi:10.1080/00224490902747768. PMID 19308842.
  5. ^ Gonzaga, G. C.; Turner, R. A.; Keltner, D.; Campos, B.; Altemus, M. (2006). "Romantic Love and Sexual Desire in Close Relationships". Emotion. 6 (2): 163–179. CiteSeerX 10.1.1.116.1812. doi:10.1037/1528-3542.6.2.163. PMID 16768550.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.