Hukum Gauss

Hukum Gauss adalah hukum yang menghubungkan penyebaran muatan listrik dengan medan listrik yang dihasilkannya. Pernyataan umum dari hukum Gauss ialah bahwa garis gaya medan listrik tidak termasuk dalam besaran nyata melainkan hanya suatu gambaran yang menyatakan arah penyebaran medan listrik di berbagai posisi pada ruang yang terpengaruh oleh medan listrik. Arah garis gaya dari medan listrik setempat pasti menyinggung garis gaya di tempat tersebut.[1]

Hukum ini dirumuskan oleh Carl Friedrich Gauss tahun 1835, tetapi tidak dipublikasikan sampai 1867.[2] Merupakan salah satu dari empat persamaan Maxwell, yang menjadi basis bagi elektrodinamika klasik, tiga lainnya adalah Hukum Gauss tentang magnetisme, Hukum induksi Faraday, dan Hukum rangkaian Ampère. Hukum Gauss dapat digunakan untuk menurunkan Hukum Coulomb.[3]

Hukum Gauss berbunyi:

Fluks listrik bersih yang melewati permukaan tertutup sama dengan ⅟ε dikali muatan listrik bersih yang berada di dalam permukaan tertutup itu.[4]

Hukum Gauss dapat dinyatakan dalam medan listrik E atau electric displacement field D.

Bentuk integral

Hukum Gauss dapat dinyatakan dengan:[5]

di mana ΦE adalah fluks listrik melewati permukaan tertutup S menutup volume V, Q adalah total muatan tertutup dalam S, dan ε0 adalah konstanta listrik. Fluks listrik ΦE didefinisikan sebagai integral permukaan medan listrik:

\oiint

dengan E adalah medan listrik, dA adalah vektor melambangkan luas elemen yang sangat kecil,[note 1] dan · melambangkan perkalian dot 2 vektor.

Karena fluks didefinisikan sebagai integral medan listrik, penulisan Hukum Gauss dalam bentuk ini disebut bentuk integral.

Catatan

  1. ^ More specifically, the infinitesimal area is thought of as planar and with area dA. The vector dA is normal to this area element and has magnitude dA.[6]

Referensi

  1. ^ Putra, V. G. V. (2017). Pengantar Fisika Dasar (PDF). Sleman: CV. Mulia Jaya Publisher. hlm. 160. ISBN 978-602-72713-6-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Bellone, Enrico (1980). A World on Paper: Studies on the Second Scientific Revolution.
  3. ^ Halliday, David; Resnick, Robert (1970). Fundamentals of Physics. John Wiley & Sons, Inc. hlm. 452–53.
  4. ^ Serway, Raymond A. (1996). Physics for Scientists and Engineers with Modern Physics, 4th edition. hlm. 687.
  5. ^ I.S. Grant, W.R. Phillips (2008). Electromagnetism (Edisi 2nd). Manchester Physics, John Wiley & Sons. ISBN 978-0-471-92712-9.
  6. ^ Matthews, Paul (1998). Vector Calculus. Springer. ISBN 3-540-76180-2.

Jackson, John David (1998). Classical Electrodynamics, 3rd ed., New York: Wiley. ISBN 0-471-30932-X.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.