Hutan Deodar
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (September 2025) |

Hutan Deodar adalah hutan yang didominasi oleh Cedrus deodara, yaitu pohon cedar deodar. Pohon ini ditemukan secara alami di Himalaya Barat dari Sungai Gandaki di Nepal Tengah hingga pegunungan Hindu Kush di Afghanistan.
Kayu deodar berasal dari Himalaya, di mana nama lokalnya adalah deodar, yang diterjemahkan dari bahasa Sanskerta aslinya sebagai "kayu para dewa". Mereka secara resmi diperkenalkan dalam budidaya pada tahun 1831, meskipun mereka telah dibudidayakan di taman dan kebun di Tiongkok selama berabad-abad.
Hutan asli
Hutan-hutan asli dari cedar deodar (Cedrus deodara) terletak di Himalaya, dari Nepal melalui Pakistan, India, dan Afghanistan. Rentang ini sebagian besar didominasi oleh Cedrus deodara; spesies lain termasuk Quercus ilex, Juglans regia, Taxus wallichiana, Picea smithiana, Abies pindrow, Pinus giardiana, Pinus wallichiana. Ada beberapa area yang tampak monospeifik, di mana Cedrus deodara adalah spesies dominan. Sebagian besar area monospefik adalah area kering dengan iklim sedang, tetapi ada beberapa area monospefik yang tercatat sebagai daerah basah dengan iklim sedang.[1]
Hutan Deodar telah tercatat mulai tumbuh pada ketinggian 5.600 kaki (1.700 m) dan akan berhenti pada ketinggian sekitar 9.000 kaki (2.700 m). Cedrus deodara tidak akan bertahan pada suhu di bawah 0 °F (−18 °C), meskipun berada pada ketinggian alami yang tinggi.[2]
Hutan perkotaan
Kayu deodar sangat populer di lingkungan perkotaan, menjadikannya sangat umum. Menanam lebih banyak pohon di sekitar kota semakin populer dan menjadi kebutuhan, menambah nilai properti dan kualitas udara. Ini menciptakan hutan perkotaan baru dengan mencampurkan spesies baru bersama-sama dan menciptakan lebih banyak keragaman habitat alami. Kayu deodar berasal dari iklim tinggi yang mendapatkan banyak salju di musim dingin. Sebagian besar tempat di mana spesies ini diperkenalkan ke lingkungan perkotaan memiliki kondisi yang kurang keras, memungkinkan untuk tumbuh lebih tahan banting. Deodar dapat memiliki tinggi antara 40 kaki (12 m) hingga 160 kaki (49 m), menjadikannya sosok yang mencolok di hutan perkotaan.
Lapisan bawah
Kayu deodar bukanlah satu-satunya kehidupan tanaman di hutan. Tanah hutan dipenuhi dengan banyak tanaman lain yang berkontribusi terhadap ekosistem, termasuk Rosa webbiana, Rubus brunonii, Hedera nepalensis, Vicia sativa, Medicago denticulata, Rumex hastatulus, Cynodon dactylon, Rumex dentatus, Urtica dioica, Geranium rotundifolium, Viola conescens, Tribulus terrestris, dan Aconitum chasmanthus.
Iklim
Budidaya umum pohon cedar deodar terbatas pada daerah dengan musim dingin yang ringan, karena pohon-pohon ini sering mati akibat suhu di bawah -13 °F (-25 °C). Mereka lebih suka lokasi yang cerah dan drainase yang baik.
Ancaman dan tantangan
Spesies pohon ini digunakan secara industri untuk kayu dan minyaknya di wilayah asalnya. Afghanistan, Pakistan, dan India telah mengeksploitasi pohon ini secara berlebihan dan mulai mengancam lingkungan aslinya. Ada laporan terbaru tentang Phytophthora cinnamomi yang memengaruhi cedar deodar di wilayah Himalaya. Phytophthora cinnamomi telah membunuh 200 pohon sejauh ini, dan 150 pohon lainnya mulai menunjukkan gejala tidak sehat.
Pentingnya budaya
Hutan deodar di Himalaya dianggap sebagai tempat suci bagi umat Hindu di India. Darukavana, yang diterjemahkan sebagai 'hutan deodar', disebutkan cukup sering dalam teks-teks kuno Hindu. Hutan-hutan ini dianggap sebagai tempat spiritual untuk tinggal bagi keluarga yang devosi kepada tuhan Shiva, dewa Hindu.
Referensi
- ^ Mesaik, Ahmed; Nazim, Kanwal; Siddiqui, Muhammad; Wahab, Muhammad; Khan, Nazreen; Khan, Nasrullah; Hussain, Syed (2010-10-01). "Community description of Deodar forests from Himalayan range of Pakistan". Pakistan Journal of Botany. 42: 3091–3102.
- ^ Hansen, Gail (2011-10-31). "Landscape Design: Arranging Plants in the Landscape". EDIS. 2011 (10). doi:10.32473/edis-ep449-2011. ISSN 2576-0009.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.