Ibrahim Arief
Ibrahim Arief adalah seorang profesional teknologi Indonesia yang dikenal sebagai mantan eksekutif perusahaan rintisan teknologi serta konsultan di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Namanya menjadi perhatian publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook Kemendikbudristek periode 2019–2022 oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada 2025. [1] Ia sebelumnya dikenal melalui kiprahnya di industri teknologi Indonesia, termasuk sebagai Vice President of Engineering di perusahaan teknologi Bukalapak dan sejumlah perusahaan digital lainnya. [2]
Karier
Ibrahim Arief menempuh pendidikan di bidang informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia juga diketahui pernah melanjutkan studi magister di University of Eastern Finland. Dalam karier profesionalnya, Ibrahim aktif di sektor teknologi perangkat lunak dan kecerdasan buatan. Ia pernah bekerja di sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Bukalapak dan OVO, dengan posisi di bidang engineering dan pengembangan teknologi.[1]
Ia juga diketahui mendirikan perusahaan teknologi kecerdasan buatan bernama Asah AI dan sempat terlibat dalam pengembangan teknologi pendidikan pemerintah melalui GovTech Edu.[1]
Pada 2025, majalah bisnis Fortune Indonesia memasukkan namanya dalam daftar 40 Under 40 kategori bisnis dan teknologi Indonesia.[3]

Kasus dugaan korupsi Chromebook
Pada Juli 2025, Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan Ibrahim Arief sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek tahun anggaran 2019–2022.[4] Menurut Kejaksaan Agung, Ibrahim berstatus sebagai konsultan perorangan pada Kemendikbudristek dan diduga terlibat dalam proses pengadaan perangkat teknologi pendidikan berbasis Chrome OS.[5] [6] Pada April 2026, jaksa penuntut umum menuntut Ibrahim Arief dengan pidana penjara 15 tahun terkait kasus tersebut.[1]
Pada Mei 2026, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis empat tahun penjara terhadap Ibrahim Arief [7] meskipun dalam proses persidangan tersebut terdapat perbedaan pendapat (dissenting opinion) dari 2 hakim anggota karena dianggap hanya sebagai konsultan tanpa memiliki kuasa sebagai pengambil keputusan. [6]
Referensi
- ^ a b c d Rakil, Amin (2025-07-16). "Profil Ibrahim Arief Mantan Bos Bukalapak Tersangka Kasus Korupsi Kemendikbud". IDN Times. Diakses tanggal 2026-05-16.
- ^ "Sosok Ibrahim Arief yang Jadi Tersangka Korupsi Chromebook". Tempo. 16 Juli 2025 | 14.21 WIB. Diakses tanggal 2026-05-16.
- ^ "Ibrahim Arief – Fortune Indonesia 40 Under 40". Fortune Indonesia. Diakses tanggal 16 Mei 2026.
- ^ "Kejagung Tetapkan Ibrahim Arief Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Chromebook". IDX Channel/RCTI+. 15 Juli 2025. Diakses tanggal 16 Mei 2026.
- ^ "Profil Ibrahim Arief: Konsultan Kemendikbudristek yang Jadi Tersangka Kejagung". kumparan. Diakses tanggal 2026-05-16.
- ^ a b Sulistyowati, Firstin I. (2026-05-13). "Saat Hakim Terpecah dalam Vonis Ibrahim Arief: Diputus Bersalah tetapi Dinilai Tidak Punya Niat Jahat". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-05-16.
- ^ "Ibam Konsultan Proyek Chromebook Divonis 4 Tahun Penjara". nasional. Diakses tanggal 2026-05-16.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.