Ikan kaleng

Ikan kaleng merupakan ikan dan produk ikan yang telah melalui pemrosesan, dikemas dalam kaleng kedap udara, dan diberikan panas untuk mematikan bakteri di dalamnya serta mematangkannya. Pengalengan merupakan salah satu jenis metode pengawetan makanan dan mampu memperpanjang usia simpan makanan hingga lima tahun.
Ikan merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki tingkat keasaman yang rendah (pH cenderung tinggi, lebih dari 4.6) sehingga bakteri dapat tumbuh dengan mudah. Dibutuhkan sterilisasi dengan temperatur yang tinggi, umumnya hingga 130 °C. Sumber panas dan cara memanaskannya bervariasi, mulai dari penggunaan panci presto hingga paparan ke uap panas sembari pemindahan dengan konveyor.[1] Sterilisasi dapat dilakukan sebelum maupun setelah kaleng ditutup. Membusuknya daging ikan dikarenakan keberadaan bakteri yang mencerna ikan serta mengeluarkan aroma dan rasa yang tidak sedap bagi daging ikan.[2][3]
Sejarah
Nicolas Appert adalah orang yang mengawali pengawetan bahan makanan pada 1795. Ketika itu ia bereksperimen dengan mengawetkan makanan di dalam toples kaca tertutup dan merebus toples tersebut.[4] Pada masa awal Peperangan Napoleon, pemerintah Prancis menawarkan hadiah kepada mereka yang dapat menemukan cara yang efektif dalam mengawetkan sejumlah besar makanan sebagai suplai dalam peperangan. Nicolas Appert memenangkan hadiah tersebut. Walaupun Appert yang memulai metode pengawetan makanan, tetapi ia sama sekali belum mengetahui apa yang menyebabkan makanan membusuk. Lima puluh tahun kemudian, Louis Pasteur menemukan bahwa mikroba menjadi penyebab membusuknya makanan.[5] Penggunaan toples kaca menimbulkan masalah dalam transportasi karena sifatnya yang mudah pecah. Masalah tersebut teratasi ketika Peter Durand, seorang inventor asal Britania Raya mengganti toples kaca dengan kaleng timah dan menciptakan proses pengalengan makanan modern.[5]
Pengalengan salmon komersial berasal dari California dan bagian barat laut Amerika Serikat, khususnya di Sungai Columbia. Pada 1940-an, pabrik pengalengan utama telah berpindah ke Alaska.[6]
Lihat pula
Referensi
- ^ William Schafer (2009-01-09). "Home Canning Tomatoes". Extension.umn.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-07-16. Diakses tanggal 2010-07-14.
- ^ Huss HH (1988). Quality and quality changes in fresh fish, FAO Fisheries Technical Paper 348, Rome. ISBN 92-5-103507-5.
- ^ "FAO: Preservation techniques". Fisheries and aquaculture department, FAO, Roma. Diakses tanggal 14 Maret 2011.
- ^ Lance Day, Ian McNeil, ed. (1996). Biographical Dictionary of the History of Technology. Routledge. ISBN 0-415-19399-0.
- ^ a b Klooster, John W (2009). Icons of invention: the makers of the modern world from Gutenberg to Gates. ABC-CLIO. hlm. 103. ISBN 978-0-313-34745-0.
- ^ Jarvis ND (1988) Curing and Canning of Fishery Products: A History Marine Fisheries Review, 50 (4): 180–185.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.