Istati

Istati (lahir 16 Maret 1936) adalah seorang seniman tari, pengusaha, dan aktivis sosial asal Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu penari istana pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan pendiri Yayasan Pramesti Gita Enterprise.[1]

Karier

Istati lahir di Bangkalan, Madura, 16 Maret 1936 saat orang tuanya bertugas sebagai guru di sana. Karier menari Istati dimulai saat ia bergabung dengan Ikatan Seni Tari Indonesia (ISTI) pada tahun 1950 di bawah bimbingan Suyono Wongsonegoro. Ia merupakan satu dari sedikit murid perempuan di sanggar tersebut pada masa itu yang juga ikut dalam sanggar yang sama adalah Bapak Sampan Hismanto (di tahun 1980-an beliau terkenal sebagai Semar dalam program TVRI Ria Jenaka). Selain tari Jawa, ia mendalami tari Bali di sanggar tari Van Deventer di daerah Matraman di bawah bimbingan I Wayan Soepartha. Istati juga mempunya bapak dan ibu angkat yaitu Bapak I Gusti Putu Mertha yang pernah menjadi ketua DPRD Bali dan Gubernur Bali sebelum masa Orde Baru.

Pada tahun 1955, Istati memenangkan lomba tari Bali untuk kategori Tari Margapati dan Tari Condong di Jakarta. Prestasi ini membawanya menjadi penari di Istana Negara. Pada tahun 1956, ia dikukuhkan sebagai penari Bali di Seke Balaluan, Denpasar, setelah melalui upacara melaspas. Selama berkarier sebagai penari istana, ia kerap tampil di hadapan tamu negara dan Presiden Soekarno, salah satunya dengan membawakan Tari Bondan.

Karena aktivitas Bapaknya yang sering ke luar negeri dan bertemu orang asing, Istati jadi mempelajari beragam jenis tarian mancanegara seperti dansa ballroom atau chacha.[1] Selain menjadi pengajar tari, ia sendiri juga tetap menari, seperti ikut serta dalam Sendratari Ramayana di Candra Wilwatikta[2] menjadi Trijata. Selain menjadi pengajar tari, ia sendiri juga tetap menari, seperti ikut serta dalam Sendratari Ramayana di Candra Wilwatikta[2] menjadi Trijata.

Sejak duduk di bangku SMA, Istati juga membuka butik kecil yang melayani jasa pembuatan busana. Dalam perkembangannya, ia menciptakan sistem pembuatan busana tanpa pola yang disebut Muinef (Mudah, Indah, Efisien). Ia juga mengembangkan teknik batik jumputan dengan memanfaatkan biji-bijian sebagai pewarna alami untuk kain ikat celup.

Setelah menikah dan mengikuti suaminya ke berbagai daerah, Istati aktif dalam berbagai organisasi sosial antara lain: [1]

  • YPAC Manado: Memprakarsai pengaktifan kembali Yayasan Pemeliharaan Anak-anak Cacat (YPAC) di Manado pada tahun 1980.[1]
  • Lions Club Bandung Raya: Menjabat sebagai Presiden Lions Club Bandung Raya (1998–2000).[1]
  • Yayasan Pramesti Gita Enterprise: Lembaga sociopreneur yang berfokus pada pelestarian budaya Indonesia bagi generasi muda melalui kursus seni dan kerajinan tradisional.[1]

Pendidikan

Setamat dari SMA Negeri 4 Jakarta, Istati sempat berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Namun, karena situasi politik di tanah air yang sedang dilanda perubahan besar-besaran, ia tak dapat meneruskannya.[1]

Karena ayahnya sering ke luar negeri, Istati banyak menempuh pendidikan nonformal seperti mengikuti kursus desain perhiasan dan pengenalan batu-batu perhiasan di Belanda, kursus merangkai bunga atau ikebana di Jepang, kursus dansa klasik di Prancis, serta kursus menjahit di Jepang dan Prancis.[1]

Keluarga

Istati lahir dari pasangan Ibnoetadji dan Ibu R.A. Moedjihati. Pada tanggal 8 Agustus 1959. Istati menikah dengan Sudibyo, mantan Tentara Pelajar kemudian menjadi Pegawai Negeri Sipil di Departemen Keuangan Republik Indonesia yang dikaruniai enam orang anak. Bersama anaknya Istati membangun Yayasan Pramesti Gita Enterprise[3] yaitu lembaga sociopreneur yang mendidik anak-anak muda untuk mencintai budaya Indonesia dengan menjalankan bisnis dan kegiatan sosial.

  • Mengaktifkan kembali YPAC (Yayasan Pemeliharaan Anak-anak Cacat) Manado pada tahun 1980.
  • Dinobatkan sebagai Insan Berjiwa Pengabdian dari Ikatan Wanita Sulawesi Utara, Manado berkat kegiatannya sebagai Koordinator Pembuatan YPAC di Manado dalam pemeliharaan anak-anak tuna­rungu dan tunagrahita pada tahun 1982.
  • Memperoleh Penghargaan Tingkat Nasional dalam Menciptakan Sistem Membuat Busana Tanpa Pola tahun 1989.
  • Menciptakan sistem Muinef (Mudah, Indah, Efisien) yang memudahkan dan mempercepat proses produksi busana.
  • Mengembangkan batik jumputan dengan memanfaatkan biji tumbuhan untuk Ikat Celup.[4], kain jumputan Istati sering dipakai untuk diberikan sebagai cendera mata beberapa istri pejabat.
  • Menjadi Ketua Wanita Pembangunan Jawa Barat, beliau membantu penggalangan dana untuk pendidikan peningkatan keterampilan dan pengetahuan para bidan tradisional (paraji) yang ada di pedesaan.
  • 17 Februari 1995 dinobatkan sebagai Top Tokoh Kecantikan Indonesia di Jakarta oleh PT Ciptawidya Swara
  • 6 Oktober 1995 Penganugerahan Karya Wanita Dalam Pembangunan Indonesia Tingkat Nasional
  • Dinobatkan sebagai Tokoh Wanita Jawa Barat pada Hari Ibu ke–67 serta Tahun Emas RI dari BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Jawa Barat tahun 1995.
  • Menjadi Ketua IAKTRI (Ikatan Amemetri Kebudayaan Tradisional Indonesia) Provinsi DKI Jakarta yang aktif dalam kegiatan kursus Ngadi saliro-Ngadi Busono[5] berkerjasama dengan PT Mustika Ratu.
  • Menjadi Presiden Women’s International Club Bandung dua periode
  • Penghargaan The Best CEO 2003 dari Foundation International Achieve­ment
  • Mempelorleh Asian Moslem Award 2004 dalam Category Sosial Care Human Award tahun 2004
  • Menjabat sebagai President Wo­men’s International Club Bandung selama 2 periode (2002–2004)
  • Mempelorleh penghargaan The Leadership Award 2006 dan Professional Award 2006 dari Pusat Prestasi Indonesia
  • Mempelorleh penghargaan sebagai Pemerhati Anak dan Perempuan dalam Peringatan Hari Ibu di Kota Bandung tahun 2018[6]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h Anjar, Anastasia (2012). Istati Wangi Perempuan Multitalenta. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 48, 53, 54, 145, 146, 147, 148, 149, 150, 172, 199, 203, 206. ISBN ISBN 978-979-22-8485-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b "Berkas:Panggung Terbuka Bernuansa Kerajaan Majapahit "Candra Wilwatikta" Pandaan - panoramio.jpg - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas". commons.wikimedia.org. Diakses tanggal 2026-03-30.
  3. ^ kanalsatu.com. ""Anak-anak lebih pintar disko ketimbang menari" | kanalsatu.com". kanalsatu.com. Diakses tanggal 2026-03-30.
  4. ^ Kompasiana.com (2023-08-08). "Lingkungan Pemanfaatan Biji Tumbuhan untuk Ikat Celup". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-03-30.
  5. ^ Astuti, Windri (2024-10-08). "5 Perawatan Kecantikan Tradisional Asli Indonesia". Jamupedia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-30.
  6. ^ "Pemkot Bandung Beri Penghargaan kepada 10 Perempuan". www.inilahkoran.id. 2018-12-22. Diakses tanggal 2026-21-10. ;

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.