Jamadagni
| जमदग्नि | |
|---|---|
Jamadagni (kiri) menginstruksikan Parasurama untuk mengeksekusi mati Renuka. | |
| Tokoh dalam mitologi Hindu | |
| Nama | Jamadagni |
| Ejaan Dewanagari | जमदग्नि |
| Ejaan IAST | Jamadagni |
| Arti nama | api besar[1] |
| Gelar | resi |
| Kitab referensi | Mahabharata, Purana |
| Kasta | brahmana |
| Senjata | busur Sarangga |
| Ayah | Recika[2] |
| Ibu | Satyawati |
| Istri | Renuka |
| Anak | Rumanwan, Suhotra, Basu, Wiswabasu, dan Parasurama |
Jamadagni (Dewanagari: जमदग्नि; IAST: Jamadagni) adalah salah satu resi yang tergolong ke dalam Saptaresi pada Manwantara ketujuh dalam kepercayaan agama Hindu.[3] Ia merupakan keturunan Resi Brigu, salah satu Prajapati yang diciptakan oleh Brahma. Jamadagni menikah dengan Renuka dan memiliki beberapa anak, yang termuda adalah Parasurama, awatara (penitisan) Wisnu.[4][5]
Legenda
Beberapa legenda India yang melibatkan Jamadagni adalah kisah perebutan sapi ajaib dan hukuman mati bagi Renuka, istri Jamadagni. Kisah perebutan sapi ajaib yang melibatkan Jamadagni dan Kartawirya Arjuna mirip dengan legenda tentang perselisihan antara Raja Wiswamitra dengan Resi Wasista.
Jamadagni dan Kartawirya Arjuna
Pada suatu ketika, Raja Kartawirya Arjuna beserta pasukannya dari Kerajaan Hehaya datang mengunjungi asrama Jamadagni. Sang resi melayaninya dengan sangat takzim. Ketika Kartawirya Arjuna memohon agar Jamadagni memberikan sapi ajaib Kamadhenu yang ada di asrama tersebut, Jamadagni menolaknya dengan tegas. Karena berambisi untuk memiliki sapi Kamadhenu maka Kartawirya Arjuna menempuh jalan kekerasan. Sapi tersebut diambil secara paksa. Parasurama menjadi marah ketika mengetahui bahwa Kartawirya Arjuna hendak merebut sapi ayahnya. Parasurama mengambil kapak pemberian Siwa, lalu memotong seribu lengan Kartawirya Arjuna, setelah itu memenggal kepalanya.
Hukuman mati bagi Renuka
Pada suatu pagi, Renuka gagal memberikan air untuk keperluan upacara yang akan diselenggarakan Jamadagni. Jamadagni meminta agar puteranya menghukum ibunya. Selain Parasurama, seluruh putera Jamadagni tidak bersedia untuk menghukum ibunya. Akhirnya Jamadagni mengutuk mereka menjadi batu. Setelah Parasurama berhasil memenggal kepala ibunya, ayahnya memberi kesempatan kepada Parasurama untuk meminta dua anugerah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Parasurama. Pertama, Parasurama meminta agar kakak-kakaknya diubah kembali menjadi manusia. Kedua, Parasurama meminta agar ibunya dihidupkan kembali.[6]
Kematian
Terdapat beberapa versi mengenai kematian Jamadagni. Beberapa legenda mengatakan bahwa ia dibunuh oleh Kartawirya Arjuna karena tidak mau menyerahkan sapi kesayangannya. Versi lain mengatakan bahwa Jamadagni tidak dibunuh oleh Kartawirya Arjuna. Setelah Kartawirya Arjuna berhasil merebut sapi kesayangan Jamadagni, Parasurama datang untuk memotong seribu lengan Kartawirya Arjuna lalu memenggal kepalanya. Demi membalas dendam kematian ayahnya, para putera Kartawirya Arjuna membunuh Jamadagni saat Parasurama tidak berada di rumah.[7][8]
Lihat pula
Referensi
- ^ The Illustrated Weekly of India (dalam bahasa Inggris). Published for the proprietors, Bennett, Coleman & Company, Limited, at the Times of India Press. 1975. hlm. 11.
- ^ Subodh Kapoor (2004). A Dictionary of Hinduism: Including Its Mythology, Religion, History, Literature, and Pantheon. Cosmo Publications. hlm. 185–. ISBN 978-81-7755-874-6.
- ^ Avalon, Arthur (Sir John Woodroffe) (1913, reprint 1972) (tr.) Tantra of the Great Liberation (Mahāanirvāna Tantra), New York: Dover Publications, ISBN 0-486-20150-3, p. xli
- ^ George Mason Williams (2003). Handbook of Hindu Mythology. ABC-CLIO. hlm. 160–161. ISBN 978-1-57607-106-9.
- ^ Yves Bonnefoy; Wendy Doniger (1993). Asian Mythologies. University of Chicago Press. hlm. 82–83. ISBN 978-0-226-06456-7.
- ^ www.wisdomlib.org (2019-01-28). "Story of Jamadagni". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-10-09.
- ^ Lochtefeld, James G. (2002). The illustrated encyclopedia of Hinduism. Internet Archive. New York : Rosen. ISBN 978-0-8239-2287-1. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
- ^ Mani, Vettam (2015-01-01). Puranic Encyclopedia: A Comprehensive Work with Special Reference to the Epic and Puranic Literature (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass. ISBN 978-81-208-0597-2.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.