Jumhur Hidayat

Jumhur Hidayat
Potret resmi, 2026
Menteri Lingkungan Hidup Indonesia ke-12
Mulai menjabat
27 April 2026
PresidenPrabowo Subianto
WakilDiaz Hendropriyono
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ke-2
Mulai menjabat
27 April 2026
PresidenPrabowo Subianto
WakilDiaz Hendropriyono
Sebelum
Pendahulu
Hanif Faisol Nurofiq
Pengganti
Petahana
Sebelum
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ke-1
Masa jabatan
11 Januari 2007 – 11 Maret 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Sebelum
Pendahulu
Jabatan baru
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir18 Februari 1968 (umur 58)
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Partai politik  Independen
Afiliasi politik
lainnya
PDR (1999–2002)
PSI (2002–2005)
Suami/istriAlia Febyani Prabandari
Anak4
AlmamaterInstitut Teknologi Bandung
Universitas Nasional (Ir.)
Universitas Indonesia (M.Si.)
PekerjaanAktivis
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Mohammad Jumhur Hidayat (lahir 18 Februari 1968) adalah aktivis pergerakan dan pemberdayaan rakyat yang menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup Indonesia/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sejak 27 April 2026.[1][2]

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI yang diangkat pada 11 Januari 2007 dan diberhentikan pada tanggal 11 Maret 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setelah menjabat selama 7 (tujuh) tahun dan dua bulan.

Latar Belakang

Masa kecil dan pendidikan

Jumhur menghabiskan masa kecilnya di Tebet, Jakarta Selatan. Semasa hidup, ayahnya seorang pejabat di Bapindo (Bank Pembangunan Indonesia). Ia memulai pendidikannya di SD Menteng Pulo Pagi Jakarta Selatan kemudian pindah SD Menteng 02 Pagi Jakarta Pusat.[3]

Sehabis pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri 1 Jakarta Pusat, kemudian ia pindah ke SMP Negeri 1 Denpasar.Setamat SMP, ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Denpasar, kemudian pindah di SMA Negeri 3 Bandung.[3]

Ia kemudian berkuliah jurusan Teknik Fisika di Institut Teknologi Bandung.[3] Selanjutnya, ia berkuliah di Universitas Nasional (Unas) pada jurusan Teknik Fisika dan berhasil menyelesaikan studinya pada 1996. Kemudian, ia menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Magister Sains (M.Si.) di bidang sosiologi.[3]

Mahasiswa Aktivis

Semasa kuliahSejak tercatat mahasiswa tingkat pertama di ITB, Jumhur beberapa kali ambil bagian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di kampus maupun aksi lain bersama mahasiswa di kota Bandung dan Jakarta, utamanya terkait pembelaan hak-hak petani ataupun menentang penggusuran tanah rakyat seperti dalam kasus tanah Badega, Kacapiring, Cimacan, dan Kedung Ombo yang isunya menonjol pada 1988. Akibat berkali-kali menyelenggarakan aksi turun ke jalan, Jumhur merasa dirinya acap menjadi target aparat keamanan. Penangkapan terhadap Jumhur terjadi dalam momentum peristiwa 5 Agustus 1989, yang juga melibatkan kawan-kawannya di antaranya Fadjroel Rachman, Arnold Purba, Supriyanto alias Enin, Amarsyah, dan Bambang Sugiyanto Lasijanto.[4] Salah satu alasan mengapa ia ditangkap setelah menyelenggarakan aksi mahasiswa menentang kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini pada tanggal 5 Agustus 1989 di depan kampus ITB.[5]

Jumhur mulai diadili di Pengadilan Negeri Bandung pada hari Rabu 29 November 1989. Ia orang pertama yang diadili. Pada Kamis 8 Februari 1990, majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung memvonis Jumhur Hidayat, Amarsyah, dan Bambang masing-masing tiga tahun penjara dipotong masa tahanan sementara. Pada 25 Februari 1992, Jumhur ia bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin.[5]

Organisasi

Aktivitas di organisasi riset

Pada awal 1993, Adi Sasono mengajak Jumhur untuk aktif di CIDES (Center for Information and Development Studies) sebuah lembaga pusat kajian pembangunan yang dibidani tokoh-tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Jumhur dipercaya menggerakkan CIDES sebagai direktur eksekutifnya dengan Adi Sasono sebagai Ketua Dewan Direktur CIDES. Dan saat di CIDES Jumhur kembali kuliah di Teknik Fisika Universitas Nasional (Unas) Jakarta serta menamatkannya pada 1996. Jumhur berada di CIDES sejak 1993-1999. Ketika menjadi direktur pelaksana CIDES, Jumhur mengembangkan terobosan kepada agenda lintas agama, aliran politik, maupun dimensi penguatan hak-hak rakyat (pro rakyat) sehingga CIDES bisa diterima khalayak luas. Pengembangan itu dilakukan dengan berbagai pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat kecil, sebagai bagian upaya menjalankan konsep ekonomi kerakyatan. Sehingga CIDES menjadi jembatan masyarakat dan pemerintah. Kala itu CIDES telah berhasil sebagai lembaga kajian kebijakan publik yang memiliki gagasan-gagasan alternatif.

Aktivitas di organisasi

Jumhur aktif di beberapa organisasi menjadi Ketua Dewan Pembina Supir Indonesia. Lalu menjadi Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Pedagang Grosir Keliling Indonesia). Menjadi anggota Dewan Penasihat Asosiasi Pedang Kaki Lima Indonesia

Setelah gagal lagi dalam Pemilu Legislatif 2004 Jumhur meninggalkan kegiatan politiknya dan kembali aktif di dunia pergerakan termasuk gerakan buruh/pekerja melalui Gaspermindo (Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia) yang didirikannya pada tahun 1998.[4]

Pada Februari 2022, Jumhur Hidayat terpilih menjadi Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) hasil Kongres ke-10 periode 2022–2027.

Karier

Karier politik

Adapun aktivitas politiknya dimulai saat bergabung dengan Partai Daulat Rakyat yang dalam pemilu 1999 mendapatkan 1 (satu) kursi DPR RI.[6] Jumhur menjadi Sekretaris Jenderal di Partai Daulat Rakyat.[7]

Pada tahun 2002, Partai Daulat Rakyat bergabung dengan 7 (tujuh) partai politk (Partai Persatuan, Partai Syarikat Islam Indonesia, Partai Katolik Demokrat, Partai Bhineka Tunggal Ika, PNI Front Marhaenis, PNI Massa Marhaenis, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) menjadi Partai Sarikat Indonesia yang dideklarasikan di Surabaya pada tanggal 17 Desember 2002, Jumhur menduduki Jabatan sebagai Sekretaris Jenderal.[8]

Karier pemerintahan

Kepala BNP2TKI

Ka BNP2TKI, Jumhur Hidayat & Dubes Jepang untuk Indonesia, Kojiro Shiojiri menunjukkan KTKLN (2010)
Pertemuan Ka BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat dan Presiden HRD Korea Selatan Yu Jae Sub, bahas kerjasama penempatan TKI di Korsel (2010)

Pada Januari 2007, ia ditunjuk oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI.

Selama menjadi Kepala BNP2TKI, ia mengakomodasi tenaga kerja Indonesia peluang kerja di beberapa negara yang berlandaskan G to G (pemerintah ke pemerintah), seperti di Korea Selatan,[9][10] Jepang, Qatar,[11] dan beberapa negara di Eropa.[12] Ia sebagai Ketua BNP2TKI juga melakukan kerjasama dan promosi kerja lainnya di Kawasan Asia Pasifik dan Amerika.[13]

Jumhur menyorot hak-hak bermigrasi[14] dan perlindungan tenaga kerja Indonesia,[15][16] termasuk keterbukaan akan kritik.[17]

Selama di BNP2TKI, Jumhur juga meluncurkan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri sebagai instrumen identitas TKI yang memuat 60 jenis data.[18] Pada tahun 2011, ia mewakili BNP2TKI melakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. MoU tersebut berisikan rekrutmen dan penempatan TKI ke Arab Saudi akan diteruskan dalam kerangka persyaratan pelatihan calon TKI maupun pengetatan persyaratan lain seperti kesehatan, untuk peningkatan kualitas TKI dan penghindaran dari berbagai risiko dalam pekerjaannya.[19]

Kemudian pada Maret 2014 ia diberhentikan, setelah menjabat selama 7 (tujuh) tahun dan dua bulan.[4]

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH

Pada April 2026, Jumhur dilantik oleh Presiden ke-8 Prabowo Subianto sebagai Menteri Lingkungan Hidup merangkap Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.[1][2]

Kehidupan pribadi

Jumhur Hidayat lahir di Bandung, Jawa Barat pada Minggu 18 Februari 1968, sebagai anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Mohammad Sobari Sumartadinata[20] dan Ati Amiyati.[21]

Ia mempersunting Finalis “Puteri Indonesia 2001”, Alia Febyani Prabandari. Jumhur menikah di Jakarta pada 19 Januari 2007. Dari pernikahannya Jumhur dikaruniai empat orang anak yaitu Moqtav, Naeva, Ezga dan Vaniaz.[22][21]

Penghargaan

  1. Tahun 2012: Sugeng Sarjadi School of Government (SSSG) untuk bidang Good Governance for Publik Responsiveness and Accountability saat memimpin BNP2TKI sebagai satu-satunya lembaga pemerintah yang mendirikan Call Center (08001000), gratis, 24 jam bagi TKI Bermasalah serta berhasil memimpin BNP2TKI sehingga memperloleh penilaian keuangan terbaik (WTP) berturut-turut sejak berdiri.
  2. Tahun 2013: Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) untuk bidang Perlindungan Tenaga Kerja Pelaut dan Nelayan Internasional yaitu menerbitkan Peraturan Kepala BNP2TKI merujuk pada MLC (Maritime Labor Convenstions) yang selama puluhan tahun sistem perlindungannya tidak memadai.
  3. Tahun 2014: Pemerintah Korea Selatan melalui Human Resources Development Korea (HRD-Korea) untuk bidang penempatan tenaga kerja Indonesia ke Korea Selatan dengan urutan pertama yang terbanyak dibanding 14 negara pengirim lainnya.
  4. Tahun 2014: Rakyat Merdeka On Line (RMOL) untuk bidang Personal Best Performance pengembangan sistem on line pada transaksi dokumen TKI, di mana BNP2TKI adalah satu-satunya lembaga pemerintah yang sudah on line dengan hampir seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.

Karya Tulis

Jumhur menulis berbagai makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris untuk presentasi dalam seminar baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, ia juga jenulis artikel di berbagai media antara lain Kompas, Media Indonesia, Sinar Harapan dan Republika.

Berikut buku-buku yang ia tulis:

  1. Manifesto Kekuatan Ketiga: Mengobarkan Asas Nasionalisme Kerakyatan Menuju Indonesia Raya, tahun 2002.[23]
  2. Surat-Surat dari Penjara, tahun 2000.[24]
  3. Jujur Terhadap Habibie, tahun 1999.[25]
  4. Menggugat Rezim anti Demokrasi (Pidato Pembelaan di hadapan Majelis Hakim PN Bandung, 1990)
  5. Pikiran-Pikiran dari Penjara

Selain sebagai penulis, ia juga menjadi editor di beberapa buku, diantaranya:

  1. Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Bertumpu pada SDM, Teknologi dan Partisipasi Masyarakat, tahun 1995
  2. Membangun Hubungan Industrial Pancasila, tahun 1994[26]
  3. Pembaruan Sistem Upah, tahun 1994[27]
  4. Tenaga Kerja Agro Industri, tahun 1994
  5. Pembangunan Regional dan Segitiga Pertumbuhan, tahun 1994

Rujukan

  1. ^ a b "Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo". detiknews. 27 April 2026. Diakses tanggal 27 April 2026.
  2. ^ a b "Presiden Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq, Mohammad Jumhur Hidayat, dan Hasan Nasbi". Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat President - Kementerian Sekretariat Negara. 27 April 2026. Diakses tanggal 27 April 2026.
  3. ^ a b c d "Jejak Pendidikan Jumhur Hidayat yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup". SINDOnews.com. 27 April 2026. Diakses tanggal 27 April 2026.
  4. ^ a b c "Profil Jumhur Hidayat". Diarsipkan dari asli tanggal 18 November 2020.
  5. ^ a b "Memoir Bunda Seorang Aktivis, Diluncurkan". Liputan6.com. 10 Juni 2012. Diakses tanggal 28 April 2026.
  6. ^ "Pimpin Massa Aksi 22 Mei, Begini Profil Jumhur Hidayat" tempo dotco 23 Mei 2019 diakses 2 Juni 2020
  7. ^ [1]
  8. ^ "DIREKTORI PARPOL PESERTA PEMILU" Diarsipkan 2020-09-24 di Wayback Machine. diakses 2 Juni 2020
  9. ^ "Direktorat SLC TKI Korea". Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Juni 2008. Diakses tanggal 28 April 2026.
  10. ^ Siprianus Edi Hardum (17 Februari 2014). "Penempatan TKI ke Korsel Terbanyak Dibanding 14 Negara Lain". beritasatu.com. Diakses tanggal 28 April 2026.
  11. ^ "Lowongan Kerja di Negara Qatar". Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Juni 2008. Diakses tanggal 28 April 2026.
  12. ^ "Peluang Kesempatan Kerja di Eropa". Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI.
  13. ^ "Kerja LN dan Promosi: Employment Business Meeting dan Pertemuan BNP2TKI dengan Perwakilan RI Kawasan Asia Pasifik dan Amerika". BNP2TKI. 15 Juli 2011. Diakses tanggal 28 April 2026.
  14. ^ "Jumhur: TKI Punya Hak Bermigrasi Kemana Saja". AntaraNews. 7 Desember 2012. Diakses tanggal 28 April 2026.
  15. ^ "Kepala BNP2TKI: Pemancungan Ruyati Menyakitkan Bangsa". AntaraNews. 19 Juni 2011. Diakses tanggal 28 April 2026.
  16. ^ "BNP2TKI: Penyebab Utama Masalah Outsourcing". detiknews. 25 April 2010. Diakses tanggal 28 April 2026.
  17. ^ "Kepala BNP2TKI menilai kritik sangat penting". antaranews.com. 19 Juli 2013. Diakses tanggal 28 April 2026.
  18. ^ "Kepala BNP2TKI dan Dubes Jepang Wajibkan Promosi KTKLN". BNP2TKI. 6 Agustus 2010. Diakses tanggal 28 April 2026.
  19. ^ "Kesepakatan Pra MoU TKI RI-Arab Saudi Ditantatangani di Wisma Tamu Kerajaan". 29 Mei 2011. Diakses tanggal 28 April 2026.
  20. ^ "Ayahanda Kepala BNP2TKI Meninggal". liputan6.com. 9 Oktober 2010. Diakses tanggal 27 April 2026.
  21. ^ a b "Jumhur Dan 100 Anak Yatim". antaranews.com. 19 Februari 2013. Diakses tanggal 27 April 2026.
  22. ^ "Biodata dan Agama Alia Febyani Prabandari, Sang Suami Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup". FTNews. 27 April 2026. Diakses tanggal 27 April 2026.
  23. ^ Hidayat, Jumhur (2002). Mengobarkan Asas Nasionalisme Kerakyatan Menuju Indonesia Raya (Edisi ke-1). ISBN 9789799726407.
  24. ^ Hidayat, Jumhur (2000). Surat-Surat dari Penjara (Edisi ke-1). Bende Press. ISBN 978-9799604903.
  25. ^ Mohamad Jumhur Hidayat (1999). Jujur terhadap Habibie.
  26. ^ Adi Sasono (1994). Membangun Hubungan Industrial Pancasila. CIDES, Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia.
  27. ^ Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia (1994). Pembaruan Sistem Upah. CIDES.
Jabatan partai politik
Posisi baru Sekretaris Jenderal Partai Daulat Rakyat
1999–2002
Fusi Partai ke
Partai Sarikat Indonesia
Posisi baru Sekretaris Jenderal Partai Sarikat Indonesia
2002–2005
Diteruskan oleh:
Nazir Muchamad
Jabatan pemerintahan
Posisi baru Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
2007–2014
Diteruskan oleh:
Gatot Abdullah Mansyur
Didahului oleh:
Hanif Faisol Nurofiq
Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
2026–sekarang
Petahana
Jabatan politik
Didahului oleh:
Hanif Faisol Nurofiq
Menteri Lingkungan Hidup Indonesia
2026–sekarang
Petahana

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.