Kalau Tak Untung
| Pengarang | Sariamin Ismail |
|---|---|
| Judul asli | Kalau Ta' Oentoeng |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
| Genre | Novel |
| Penerbit | Balai Pustaka |
Tanggal terbit | 1933 |
| Jenis media | Cetak (sampul keras & lunak) |
| Halaman | 131 |
| ISBN | ISBN 9794070866 |
| OCLC | 63981202 |
| LCC | MLCSE 92/00668 (P) |
Kalau Tak Untung[1] (Kalau Ta' Oentoeng) adalah novel yang ditulis oleh Selasih (nama samaran dari Sariamin Ismail) pada tahun 1933[2] dan diterbitkan oleh PN Balai Pustaka dengan ketebalan buku 188 halaman. Novel tersebut merupakan novel pertama yang ditulis oleh penulis perempuan Indonesia yang memberikan jejak tersendiri dalam perkembangan sastra Indonesia, baik dari aspek struktur cerita hingga latar belakang pengarang.[2] Realitas sosial yang dibangun dalam cerita tersebut juga merefleksikan secara semu kondisi sosial masyarakat pada masa kepenulisannya, yaitu sebelum kemerdekaan.
Sinopsis
Kalau Tak Untung bercerita tentang kisah hidup seorang perempuan muda bernama Rasmani. Ia berasal dari keluarga yang mementingkan pendidikan ketika masyarakat di sekitarnya masih menuruti aturan yang konservatif, terutama tentang hak perempuan untuk memperoleh pendidikan. Pertentangan dengan lingkungannya tersebut tidak menghalangi usaha Rasmani hingga mampu menjadi guru. Ia juga mencintai Masrul, seorang pemuda yang mendukung pula hak pendidikan untuk perempuan. Baik Rasmani maupun Masrul juga menentang aturan pernikahan sedarah dalam budaya Minangkabau.[1]
Masrul sempat dijodohkan dengan Aminah, anak mamaknya yang belum berpendidikan, kemudian meminta Rasmani untuk mengajarinya. Masrul akhirnya menikah dengan Muslina yang lebih berpendidikan, kaya, dan tidak sekaum dengannya. Namun, Muslina justru bersifat jahat dan tidak menghargai suaminya sendiri sehingga mengakibatkan mereka bercerai. Rasmani semakin menderita dengan sakitnya dan sejak tidak bersama dengan Masrul yang dicintainya. Di akhir cerita, Rasmani sudah mengetahui bahwa Masrul mencintainya dan hendak memperistrinya, tetapi nasibnya tak beruntung karena kematian lebih dahulu menjemputnya.[1]
Daftar Pustaka
- ^ a b c Ismail, Sariamin (1933). Kalau Tak Untung. Jakarta: Balai Pustaka. ISBN 978-979-407-086-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Mujiningsih, Erlis Nur (1995). Biografi Sejarah Selasih dan Karyanya. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 27–32. ISBN 979-459-486-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.