Lajur pendakian
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |

Lajur pendakian adalah lajur tambahan yang diperuntukkan bagi kendaraan yang kecepatannya rendah, khususnya untuk truk berat dan bus, di jalan dengan kelandaian yang besar. Lajur pendakian harus diadakan pada lokasi dimana panjang landai kritis dilampaui.
Panjang landai kritis ditetapkan atas dasar besarnya kelandaian (tanjakan) dan penurunan kecepatan kendaraan berat sebesar 25 (dua puluh lima) km/jam.
Di jalan tol Cipularang ditetapkan bahwa pada bagian jalan yang mempunyai kelandaian di atas 4 persen diterapkan lajur pendakian.
Desain Lajur Pendakian
Persyaratan dalam pembuatan desain lajur pendakian menurut Direktorat Jenderal Bina Marga[1]

- Lajur pendakian dimaksudkan untuk menampung truk-truk yang bermuatan berat atau kendaraan lain yang berjalan lebih lambat dari kendaraan kendaraan lain pada umumnya, agar kendaraan kendaraan lain dapat mendahului kendaraan lambat tersebut tanpa harus berpindah lajur atau menggunakan lajur arah berlawanan.
- Lajur pendakian harus disediakan pada ruas jalan yang mempunyai kelandaian yang besar, menerus, dan volume lalu lintasnya relatif padat.
- Penempatan lajur pendakian harus dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
- disediakan pada jalan arteri atau kolektor,
- apabila panjang kritis terlampaui, jalan memiliki VLHR > 15.000 SMP/hari, dan persentase truk > 15 %.
- Lebar lajur pendakian sama dengan lebar lajur rencana.
- Lajur pendakian dimulai 30 meter dari awal perubahan kelandaian dengan serongansepanjang 45 meter dan berakhir 50 meter sesudah puncak kelandaian dengan serongan sepanjang 45 meter.
- Jarak minimum antara 2 lajur pendakian adalah 1,5 km.
Lihat pula
Referensi
- ^ Direktorat Jenderal Bina Marga, Tata Cara Perencanaan Jalan Antar kota, 1997
Pranala luar
- Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor SK.984/AJ. 401/DRJD/2005[pranala nonaktif permanen] tentang pengaturan lalu lintas di ruas jalan tol Cipularang.
- Artikel "Effect of A Climbing Lane on Speed, Flow, and Vehicle Operating Cost"[pranala nonaktif permanen] di situs web ITB Digital Library.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.