Legong Binoh
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (November 2025) |
Sejarah
Tarian legong binoh menceritakan krama Binor pada zaman Bali kuno dibangun oleh seorang Rsi dengan sebutan Dang Acarya Widyarka Kacaiwan bersama para muridnya. Benua atau daerah yang penuh dengan hutan glagah, dikelilingi oleh 2 sungai dan sangat terisolir. Karena ini mempunyai ciri daerah yang sangat angker dan “kabinawa” datanglah para ksatria Gading Wani, Bendesa Manik Mas, Pasek Kubayan, Pasek Gelgel, Para Arya, Prabali dan lain sebagainya. Kisah itu disampaikan Kelian Banjar Binoh Kaja, Ketut Suena didampingi Kelian Sekaa Palegongan, Wayan Sudiana di sela-sela pembinaaan.
Lebih lanjut Suena mengatakan, seiring dengan berjalannya sang kala atau waktu, pada sasih jiyesta, rah 3, tenggek 7 oleh pejabat IPemayun dibangunlah Prahyangan Pura Dalem Bengkel dan Pura Dalem Penataran Batan Dulang. Dengan terbangunnya Prahyangan, keamanan dan kenyamanan karma ini membuat daya tarik orang lain untuk menetap disini. Krama Binor kemudian menjadi Binoh yang Kabinawa.[1]
Legong dikembangkan di keraton-keraton Bali pada abad ke-19 paruh kedua. Konon idenya diawali dari seorang pangeran dari Sukawati yang dalam keadaan sakit keras bermimpi melihat dua gadis menari dengan lemah gemulai diiringi oleh gamelan yang indah. Ketika sang pangeran pulih dari sakitnya, mimpinya itu dituangkan dalam repertoar tarian dengan gamelan lengkap.
Awal Perkembangan
Legong dikembangkan di keraton-keraton Bali pada abad ke-19 paruh kedua. Konon idenya diawali dari seorang pangeran dari Sukawati yang dalam keadaan sakit keras bermimpi melihat dua gadis menari dengan lemah gemulai diiringi oleh gamelan yang indah. Ketika sang pangeran pulih dari sakitnya, mimpinya itu dituangkan dalam repertoar tarian dengan gamelan lengkap.[1][1][2]
Daftar Pustaka
- ^ a b c "Mengenal Legong Binoh yang Jadi Unggulan Denpasar di Pesta Kesenian Bali". kumparan. Diakses tanggal 2025-10-26.
- ^ Haryati, Putra, Pramanasari., Ni Made, I Wayan, Kadek Diah. (2024). "KAJIAN ESTETIKA TARI LEGONG PELAYON BANJAR BINOH KAJA DALAM PELESTARIAN DI ERA MODERNISASASI". Jurnal Institut Seni Indonesia. 2 (2085): 20–87. doi:10.37057. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.