Lucrinus Lacus
| Lucrinus Lacus Lago di Lucrino | |
|---|---|
| Danau Lucrinus Danau Lucrino | |
Danau Lucrinus dilihat dari Monte Nuovo | |
| Letak | Pozzuoli, Campania, Italia |
| Jenis perairan | Danau pesisir berair payau |
| Terletak di negara | Italia |
| Area permukaan | sekitar 95 hektare (230 ekar) |
| Kedalaman maksimal | sekitar 5 meter (16 ft) |
Lucrinus Lacus (bahasa Italia: Lago di Lucrino), juga disebut Danau Lucrinus atau Danau Lucrino, adalah sebuah danau pesisir kecil berair payau di wilayah Campi Flegrei, dekat Pozzuoli, Campania, Italia selatan. Danau ini terletak kurang dari satu kilometer di sebelah selatan Danau Avernus dan dipisahkan dari Teluk Pozzuoli oleh sebidang tanah sempit. Luas permukaannya sekarang sekitar 9,5 hektare, menjadikannya danau terkecil di kawasan Campi Flegrei.[1]
Pada masa Romawi Kuno, Lucrinus Lacus terkenal sebagai pusat budidaya tiram dan ikan, kawasan vila peristirahatan kaum elite, serta bagian dari sistem pelabuhan militer Portus Julius. Sebagian besar struktur pesisir Romawi di wilayah tersebut kini berada di bawah permukaan laut akibat gerakan naik-turun tanah vulkanik atau bradiseisme. Bentuk dan luas danau modern juga sangat berbeda dari keadaan kunonya setelah letusan Monte Nuovo pada 1538 menimbun sebagian besar cekungan dan menghancurkan permukiman di sekitarnya.[2][3]
Nama
Nama Latin Lucrinus Lacus secara harfiah berarti “Danau Lucrinus”. Nama modernnya dalam bahasa Italia adalah Lago di Lucrino, sedangkan dalam bahasa Napoli dikenal sebagai Laco 'e Lucrine. Nama tersebut secara tradisional dihubungkan dengan kata Latin lucrum, yang berarti keuntungan atau laba, karena kegiatan budidaya tiram dan ikan di danau menghasilkan keuntungan besar pada masa Romawi.[1]
Hubungan etimologis tersebut telah lama diterima dalam tradisi setempat, tetapi sulit memastikan apakah nama danau benar-benar berasal langsung dari kegiatan ekonomi Romawi atau telah mempunyai bentuk yang lebih tua.
Geografi dan lingkungan
Lucrinus Lacus terletak dalam kaldera vulkanik Campi Flegrei di pantai barat Teluk Napoli. Danau tersebut berada di antara Danau Avernus di utara dan Teluk Pozzuoli di selatan. Airnya bersifat payau karena keterhubungan historis dan modern dengan laut serta pengaruh air tanah dan sumber-sumber hidrotermal di kawasan vulkanik.[1]
Danau modern jauh lebih kecil daripada laguna kuno. Cekungan tersebut dibatasi oleh Monte Nuovo di barat laut dan kawasan perkotaan Lucrino di sisi lainnya. Sebuah jalur jalan raya dan rel kereta api melintasi sebidang tanah antara danau dan teluk. Jalur pantai pada masa Romawi berada lebih jauh ke arah laut daripada garis pantai sekarang; bagian jalan dan bangunan kuno tersebut kemudian tenggelam akibat penurunan tanah.[2]
Perubahan muka tanah merupakan ciri utama Campi Flegrei. Gerakan vertikal yang berulang telah menyebabkan kawasan pesisir mengalami pengangkatan dan penurunan selama berabad-abad. Struktur pelabuhan, lantai vila, tangki ikan, dan bagian Via Herculanea yang dahulu berada dekat permukaan laut kini ditemukan beberapa meter di bawah air.[2]
Zaman Romawi
Budidaya tiram dan ikan
Lucrinus Lacus merupakan salah satu pusat awal akuakultur komersial Romawi. Plinius Tua menyebut Sergius Orata sebagai orang pertama yang membuat peternakan tiram buatan di kawasan Baiae pada akhir abad ke-2 atau awal abad ke-1 SM. Menurut Plinius, Orata mengembangkan usaha tersebut untuk memperoleh keuntungan dan membantu membangun reputasi tiram Lucrinus sebagai makanan mewah.[4]
Orata tidak selalu dianggap sebagai penemu budidaya tiram dalam pengertian mutlak, tetapi sumber Romawi menghubungkannya dengan pengembangan peternakan tiram yang terorganisasi dan berorientasi komersial. Tiram dari tempat lain bahkan dibawa ke Lucrinus untuk dibesarkan atau digemukkan sebelum dijual. Ikan, terutama ikan kakap putih, juga dipelihara di laguna dan kolam-kolam pesisir.[4][1]
Keberhasilan kegiatan tersebut mungkin turut membentuk asosiasi danau dengan kata lucrum. Tiram Lucrinus kemudian disebut oleh sejumlah penulis Romawi sebagai makanan bermutu tinggi dan menjadi bagian dari citra kemewahan kawasan Baiae.
Vila dan tempat peristirahatan
Pantai Lucrinus Lacus berada dekat Baiae, salah satu kawasan peristirahatan paling terkenal bagi kaum elite Romawi. Sejak akhir Republik, tepi pantai Campi Flegrei dipenuhi vila, pemandian, kolam ikan, taman, dan bangunan rekreasi. Sumber air panas dan pemandangan teluk menarik senator, pejabat, dan anggota keluarga kekaisaran.[2]
Cicero mempunyai sebuah vila di kawasan tersebut yang dikenal sebagai Cumanum atau Academia. Ia menggunakan vila itu sebagai tempat belajar, menulis, dan menerima tamu. Lokasi tepat bangunan tersebut tidak lagi dapat ditentukan secara pasti karena perubahan garis pantai, penimbunan akibat letusan, dan pembangunan modern.[5]
Para penyair seperti Horatius, Martialis, dan Juvenalis menyebut Lucrinus atau kawasan Baiae dalam konteks hidangan laut, kemewahan, dan kehidupan rekreasi. Akan tetapi, karya sastra mereka sering menggunakan tempat tersebut sebagai lambang moral tentang kemewahan dan tidak selalu merupakan deskripsi geografis yang tepat.
Portus Julius
Pada 37 SM, ketika Octavianus berperang melawan Sextus Pompeius, Marcus Vipsanius Agrippa mengubah Lucrinus Lacus dan Danau Avernus menjadi pangkalan armada yang disebut Portus Julius. Pelabuhan itu dinamai untuk menghormati keluarga Julia dan digunakan untuk pembangunan, pelatihan, serta perlindungan armada Octavianus.[2]
Agrippa memperlebar jalur air antara Lucrinus dan Danau Avernus serta membuka atau memperkuat saluran antara Lucrinus dan laut. Tanggul pesisir yang membawa Via Herculanea digunakan sebagai pemecah gelombang dan jalan. Sistem dua danau tersebut menghasilkan pelabuhan dalam yang terlindung dan sebagian tersembunyi dari pengamatan armada lawan.[6][2]
Vergilius menyinggung pekerjaan raksasa tersebut dalam Georgica, dengan menggambarkan terbukanya Danau Avernus dan suara laut yang mengalir ke dalam pelabuhan.[7]
Fungsi militer Portus Julius berlangsung relatif singkat. Kedangkalan dan kecenderungan pendangkalan membatasi penggunaannya oleh kapal perang besar. Sekitar 12 SM, pangkalan utama armada Romawi di kawasan tersebut dipindahkan ke Misenum, yang memiliki pelabuhan alami lebih sesuai. Bagian Portus Julius kemudian diubah untuk penggunaan sipil dan komersial, termasuk pembangunan gudang dan tangki ikan.[2]
Penelitian arkeologi bawah air menunjukkan sekurang-kurangnya dua tahap pembangunan: tahap militer mulai 37 SM dan tahap komersial setelah sekitar 12 SM. Sisa-sisanya meliputi pilar beton pelabuhan, saluran masuk, gudang, jalan, vila maritim, dan tangki ikan berbentuk segitiga yang dibangun dengan memotong tanggul pelabuhan.[2]
Agrippina Muda
Lucrinus Lacus juga dikaitkan dengan kematian Agrippina Muda, ibu Kaisar Nero, pada 59 M. Menurut Tacitus, Nero terlebih dahulu mencoba membunuh ibunya dengan kapal yang dirancang untuk tenggelam atau runtuh. Agrippina selamat, mencapai perahu-perahu kecil, dan dibawa ke Lucrinus sebelum memasuki rumahnya. Pasukan yang dikirim Nero kemudian membunuhnya di rumah tersebut.[8]
Dalam tradisi populer, rumah itu sering ditempatkan langsung di tepi Lucrinus Lacus. Namun, teks-teks kuno menggunakan beberapa nama geografis di sekitar Baiae, Bauli, Misenum, dan Lucrinus secara tidak selalu konsisten. Lokasi tepat pembunuhan Agrippina karena itu telah menjadi bahan perdebatan ilmiah dan tidak dapat ditentukan hanya dari uraian Tacitus.[9]
Abad Pertengahan dan letusan 1538
Perubahan vulkanik dan bradiseisme secara bertahap mengubah garis pantai serta menggenangi sebagian struktur Romawi. Pada Abad Pertengahan, kawasan Lucrinus tetap dikenal karena sumber air panas dan pemandian. Permukiman Tripergole berkembang di antara Danau Avernus dan Lucrinus serta mempunyai bangunan sipil, keagamaan, dan fasilitas termal.[3]
Pada September 1538, serangkaian gempa bumi, pengangkatan tanah, pelepasan gas, dan letusan eksplosif menghasilkan kerucut tuf Monte Nuovo. Letusan berlangsung sekitar satu minggu dan merupakan letusan Campi Flegrei terbaru yang tercatat dalam sejarah. Material vulkanik menghancurkan Tripergole, menimbun sejumlah mata air dan bangunan, serta mengurangi luas Lucrinus Lacus secara drastis.[3][10]
Sejumlah laporan lama menyatakan bahwa bangunan yang dianggap sebagai vila Cicero turut terkubur atau dihancurkan. Karena lokasi vila itu sendiri tidak pasti, klaim tersebut lebih tepat dipahami sebagai tradisi topografi daripada identifikasi arkeologis yang telah dibuktikan.
Keadaan dan arkeologi modern
Saat ini danau dikelilingi lingkungan perkotaan Lucrino, vegetasi rawa, tempat tinggal, restoran, dan fasilitas rekreasi. Jalur di sekitar danau digunakan untuk berjalan kaki dan bersepeda. Airnya tetap berhubungan dengan ekosistem pesisir dan kawasan lahan basah, meskipun habitat aslinya telah banyak berubah akibat letusan, bradiseisme, pembangunan, dan rekayasa pantai.[1]
Sisa utama lanskap Romawi terletak di bawah laut di antara danau dan Teluk Pozzuoli. Sebagian jalur Via Herculanea dan bangunan Portus Julius berada sekitar 3–5 meter di bawah muka laut modern. Dalam kondisi laut tertentu, garis pemecah gelombang atau jalan kuno dapat dikenali dari pola ombak di permukaan.[2]
Penelitian fotogrametri dan survei penyelam telah digunakan untuk memetakan vila maritim, tangki ikan, saluran, dan pilar beton. Struktur tersebut tidak hanya penting bagi arkeologi pelabuhan, tetapi juga digunakan sebagai penanda perubahan muka laut relatif dan gerakan vertikal tanah di kaldera Campi Flegrei.[2]
Kawasan bawah air Portus Julius merupakan bagian dari warisan arkeologi pesisir Campi Flegrei dan berhubungan dengan Taman Arkeologi Bawah Air Baiae. Sebagian tinggalan dapat dikunjungi melalui kegiatan selam atau tur bawah air yang diatur oleh pengelola setempat.
Dalam mitologi dan sastra
Strabo mencatat tradisi bahwa sebidang tanah yang memisahkan danau dari laut telah dibuat oleh Herakles ketika menggiring ternak Geryon. Kisah tersebut menghubungkan Via Herculanea dengan perjalanan pahlawan itu melintasi Italia.[6]
Kedekatan Lucrinus dengan Danau Avernus, yang dalam tradisi Yunani dan Romawi dianggap sebagai jalan masuk ke dunia bawah, menyebabkan kedua danau kadang-kadang bercampur dalam karya sastra dan penafsiran modern. Namun, Lucrinus terutama dikenal dalam sumber kuno karena tiram, vila, kegiatan peristirahatan, dan kemudian pembangunan pelabuhan Agrippa.
Lihat pula
- Danau Avernus
- Portus Julius
- Campi Flegrei
- Monte Nuovo
- Baiae
- Pozzuoli
- Misenum
- Akuakultur di Romawi kuno
- Angkatan laut Romawi
Referensi
- ^ a b c d e "Lago Lucrino". NapoliForMe (dalam bahasa Italia). Città Metropolitana di Napoli. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ a b c d e f g h i j Aucelli, Pietro P. C.; Mattei, Gaia; Caporizzo, Claudia; Cinque, Alfredo; Amato, Vincenzo; Stefanile, Michele; Pappone, Gerardo (2020). "Ancient Coastal Changes Due to Ground Movements and Human Interventions in the Roman Portus Julius (Pozzuoli Gulf, Italy): Results from Photogrammetric and Direct Surveys". Water (dalam bahasa Inggris). 12 (3): 658. doi:10.3390/w12030658.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) - ^ a b c "Campi Flegrei" (dalam bahasa Inggris). Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanologia. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ a b Plinius Tua. "Natural History". Perseus Digital Library (dalam bahasa Inggris). Tufts University. 9.79. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ Shackleton Bailey, D. R. (1965). Cicero's Letters to Atticus (dalam bahasa Inggris). Cambridge: Cambridge University Press.
- ^ a b Strabo. "Geography". LacusCurtius (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Jones, H. L. University of Chicago. 5.4.5. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ Vergilius. "Georgics". Perseus Digital Library (dalam bahasa Latin). Tufts University. 2.161–164. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ Tacitus. "Annals". Perseus Digital Library (dalam bahasa Inggris). Tufts University. 14.5–8. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ^ Katzoff, Ranon (1973). "Where Was Agrippina Murdered?". Historia: Zeitschrift für Alte Geschichte (dalam bahasa Inggris). 22 (1): 72–78. JSTOR 4435315.
- ^ Di Vito, Mauro Antonio; Isaia, Roberto; Orsi, Giovanni; Southon, John; de Vita, Sandri (1999). "Volcanism and Deformation Since 12,000 Years at the Campi Flegrei Caldera (Italy)". Journal of Volcanology and Geothermal Research (dalam bahasa Inggris). 91 (2–4): 221–246. doi:10.1016/S0377-0273(99)00037-2.
Bacaan lanjutan
- Aucelli, Pietro P. C.; Mattei, Gaia; Caporizzo, Claudia; Cinque, Alfredo; Amato, Vincenzo; Stefanile, Michele; Pappone, Gerardo (2020). "Ancient Coastal Changes Due to Ground Movements and Human Interventions in the Roman Portus Julius (Pozzuoli Gulf, Italy): Results from Photogrammetric and Direct Surveys". Water (dalam bahasa Inggris). 12 (3): 658. doi:10.3390/w12030658.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) - Beloch, Karl Julius (1890). Campanien: Geschichte und Topographie des antiken Neapel und seiner Umgebung (dalam bahasa Jerman) (Edisi 2). Breslau: Morgenstern.
- Katzoff, Ranon (1973). "Where Was Agrippina Murdered?". Historia: Zeitschrift für Alte Geschichte (dalam bahasa Inggris). 22 (1): 72–78. JSTOR 4435315.
- Parascandola, Antonio (1944–1946). "Il Monte Nuovo ed il Lago Lucrino". Bollettino della Società dei Naturalisti in Napoli (dalam bahasa Italia). 55.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.