Lungsir
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
| Lungsir | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosid |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | N. juglandifolium
|
| Nama binomial | |
| Nephelium juglandifolium | |
[[Kategori:Semua regnum plantae
|- style="vertical-align:top;" |klad:||tracheophyta
|- style="vertical-align:top;" |klad:||angiospermae
|- style="vertical-align:top;" |klad:||eudikotil
|- style="vertical-align:top;" |klad:||rosid]]
Lungsir (Nephelium juglandifolium),[1] merupakan kerabat dekat rambutan yang mempunyai potensi sebagai tanamn buah dan tanaman peneduh pekarangan. Nama lainnya adalah rambutan hutan dan rambutan pecat. Perilaku fisiologi mirip dengan rambutan. Buahnya relatif lebih kecil tetapi salut bijinya manis dan mudah terlepas dari biji sehingga memiliki potensi sebagai buah meja seperti rambutan. Selain itu, lungsir dapat dipertimbangkan sebagai batang bawah rambutan.
Tumbuhan ini asli dari Sumatra, Jawa, dan Semenanjung Malaya. Dapat ditemukan tumbuh liar di hutan dataran rendah, tinggi hingga 30 m, dengan 3–7 per helai anak daun. Buahnya agak lonjong dan gepeng.
Pemerian
Pohon
Pohon yang menyukai alam basah dan terbuka. Umumnya tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 650 m (Lenthouts,1986). Tumbuhan dapat mencapai usia lebih dari 80 tahun dan masih berbuah. Ketinggian pohon dapat mencapai 30 m.
Batang
Batang pohon dewasa bagian luarnya kasar dan kecokelatan bila dikelupas batang kayunya kuning. Kayu cukup keras dan berbatang lurus menjulang, dapat digunakan sebagai bahan bangunan.
Daun
Daun tersusun majemuk yang helainya tersusun berpasangan. Banyak pasangan daun rata-rata 3–7 pasang dalam satu tangkai daun. Bentuk anak daun bulat telur, helainya tebal dan berbulu halus. Warna daun hijau muda dan tidak licin.
Buah
Buah bertipe buah batu (drupa). Bentuk agak gepeng, elipsoid.
Bunga
Pembungaan terjadi pada pertengahan musim penghujan (Februari hingga April). Tumbuhan berumah tunggal, meskipun ada yang berumah dua (monodioecious), sehingga terdapat pohon banci, jantan, dan betina. Perbungaan majemuk, dengan tandan bunga berbentuk kerucut, terletak pseudoterminal. Bunga mekar dimulai pada bagian pangkal dan berikutnya menuju ke bagian ujung. Serangga penyerbuk terutama lebah. Benang sarinya berjumlah 7–8 dan kepala putik terbelah dua. Menurut Van der Ham (1990), serbuk sarinya kecil dengan ukuran diameter ekuatorial (E) 26 milimikron dan tinggi secara polar (P) 25 mili-mikron (1 mikron = 0,001 mm).
Biji
Biji terlindung oleh kulit biji, sisa-sisa nukleus, dan endosperma (Sutopo,1988). Kulit biji mengalami modifikasi membentuk salut biji (sarcotesta) yang berkembang dari ujung biji. Daging buah ini bewarna putih agak jernih. Rasanya asam hingga manis dan berair. Tebal daging buah antara 2–4 mm dilindungi oleh kulit buah yang berbingkul-bingkul. Pada waktu masih muda, kulit buah ini bewarna hijau muda kemudian menjelang masak berubah menjadi merah dan selanjutnya merah tua pada saat masak. Buah berbentuk lonjong. Ukurannya setelah masak panjang 3,5–4 cm dan diameter 2,5–3 cm. Kulit buah agak bergetah dan lengket, tebal 3–5 mm. Biji tidak tahan lama disimpan karena tergolong rekalsitran, tidak mampu bertahan hidup pada kadar air rendah.
Referensi
- ^ I G. Kariasa, Z. A. F. Akmal, K. A. P. Syawalluna, R. A. Saputra, N. L. Aziza, M. Noor (2023). "Prospek Lahan Kering sebagai Wilayah Agrowisata dan Produksi Buah Lokal Kalimantan untuk Menyangga Daerah Ibu Kota Negara (*The Potential of Dryland as an Area of Agro-Tourism and Kalimantan's Local Fruit Producing for Buffer New National Capital Region*)". Gontor Agrotech Science Journal. 9 (2). Universitas Darussalam Gontor: 135. doi:10.21111/agrotech.v9i2.9901. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Agustus 2025. Diakses tanggal 21 Agustus 2025. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- Leenhouts, P. 1986. Blumea 31:415.
- Ham, R.W.J.M. van der 1990. Nephelieae Pollen (Sapindaceae). Form, Function, and Evolution. (Leiden Bot.Series,13). 61 plates (SEM & TEM - micrographs). 21 textfigures. 255pp.
Pranala luar
- Situs rimbundahan.org Diarsipkan 2008-06-04 di Wayback Machine.. Foto lungsir muda.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.