Makromolekul

Makromolekul adalah molekul yang sangat besar. Polimer baik itu alami maupun sintetik adalah makromolekul, misalnya hemoglobin. Beberapa senyawa non-polimer juga ada yang termasuk ke dalam makromolekul, misalnya lipid. Bagaimanapun juga, sistem jaringan atom besar lainnya seperti ikatan kovalen logam tidak dapat dikatakan sebagai makromolekul. Istilah makromolekul ini pertama kali diperkenalkan oleh pemenang hadiah Nobel, Hermann Staudinger sekitar 1920an. Makromolekul terdiri dari hidrogen, karbon, nitrogen, oksigen, belerang, dan fosfor.
Definisi
Istilah makromolekul (dari makro yang berarti besar, dan molekul) diperkenalkan oleh peraih Nobel, Hermann Staudinger pada 1920-an. Namun, dalam publikasi awalnya di bidang ini, ia menyebut zat-zat ini sebagai “senyawa molekul tinggi,” yang didefinisikan sebagai memiliki lebih dari 1.000 atom. Pada saat itu, istilah polimer, yang pertama kali diciptakan oleh Berzelius pada 1832, memiliki arti yang berbeda dengan sekarang. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan suatu jenis isomerisme, seperti hubungan antara benzena dan asetilena, dan tidak secara khusus terkait dengan ukuran molekul.
Penggunaan istilah makromolekul bervariasi di berbagai disiplin ilmu. Dalam biologi, istilah ini secara khusus merujuk pada empat jenis molekul besar yang penting bagi kehidupan: protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid. Namun, dalam kimia, istilah ini juga dapat menggambarkan agregat dari dua atau lebih molekul yang disatukan oleh gaya antarmolekul, bukan ikatan kovalen, dan yang tidak mudah dipisahkan.
Menurut definisi IUPAC dalam ilmu polimer, istilah makromolekul mengacu secara khusus pada molekul tunggal. Sebagai contoh, molekul polimer tunggal secara tepat disebut sebagai makromolekul atau molekul polimer. Istilah polimer, di sisi lain, mengacu pada zat yang terdiri dari banyak makromolekul, bukan molekul tunggal.
Karena ukurannya yang besar, makromolekul tidak dapat dengan mudah dijelaskan dengan menggunakan stoikiometri saja. Untuk makromolekul sederhana, seperti homopolimer, strukturnya dapat diuraikan dengan menentukan subunit monomer individu dan massa molekul total. Sebaliknya, biomakromolekul yang lebih kompleks memerlukan deskripsi struktur bertingkat yang terperinci, seperti tingkat hierarki yang digunakan untuk protein (struktur primer, sekunder, tersier, dan kuartener). Dalam bahasa Inggris British, istilah makromolekul sering disebut sebagai polimer tinggi.
Bacaan lebih lanjut
- Johari, J.M.C. (2007). Kimia 3 SMA dan MA Untuk Kelas XII. Jakarta: Esis/Erlangga. ISBN 974-734-721-4. (Indonesia)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.