Manuk Patiaraja
Dalam mitologi Batak, Manuk Patiaraja adalah perwujudan dari Debata Asiasi, istri dari Mulajadi Nabolon. Ia dilambangkan sebagai seekor ayam betina berwarna biru yang diceritakan bertelur tiga butir. Dari tiga telur itu kemudian muncul Batara Guru, Soripada dan Mangala Bulan.[1]
Burung ini menjadi perlambang Debata Asi-asi yang berwujud sejenis burung dengan tiga fungsi, benama Manuk Patiaraja, Manuk Hulambujati, dan Manuk Mandoangdoang. Ada juga dewa penghuni Banua Ginjang yang disebut sebagai Debata Natolu, berwujud manusia bernama Debata Bataraguru, Debata Sori, Debata Mangalabulan.[2]
Referensi
- ^ "Mengulik Sejarah Legenda Batak Burung Patiaraja | Simbol Sifat Manusia". Diakses tanggal 2023-02-10.
- ^ "Cerita Dahulu (Bagian-1)". Batak One (dalam bahasa Inggris). 2009-09-29. Diakses tanggal 2023-02-10.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.