Monoftong

Monoftong adalah dua buah vokal yang diucapkan menjadi vokal tunggal. Vokal tunggal tersebut dihasilkan dari sebuah suku kata yang memiliki kualitas artikulasi alat bicara secara konsisten dan tetap dari awal hingga akhir.[1] Monoftong atau vokal murni dapat dikontraskan dengan diftong. Proses perubahannya disebut dengan monoftongisasi dan dalam bahasa Indonesia, hal ini terjadi untuk memudahkan ucapan.[2] Konsep monoftong dalam bahasa Indonesia diperkenalkan oleh EYD V yang dikeluarkan pada tanggal 16 Agustus 2022 oleh Badan Bahasa.

Monoftong dalam bahasa Indonesia

Berikut adalah contoh kata-kata baku yang mengandung monoftong sesuai dengan EYD V. EYD V mengadopsi monoftong eu yang dibaca sebagai /ĕ/.[3]

Kata IPA Bunyi
eurih /ɨ/ /ĕrih/
seudati /ɨ/ /sĕdati/
baheula /ɨ/ /bahĕla/
sadeu /ɨ/ /sadĕ/

Perlu diketahui bahwa monoftong eu yang ditetapkan oleh EYD V hanya berlaku pada perkataan-perkataan serapan dari bahasa-bahasa daerah di Indonesia, contohnya bahasa Aceh, Rejang, dan Sunda. EYD V secara tersirat memisahkan eu yang merupakan monoftong dan eu yang merupakan gabungan vokal belaka. Gabungan vokal eu yang berasal dari perkataan-perkataan asing tidak diperlakukan sebagai monoftong dan dilafalkan sebagaimana ia ditulis.[4]

Kata Bunyi Bunyi yang Salah
neutron /neutron/ /nĕtron/
eugenol /eugenol/ /ĕgenol/
pleura /pleura /plĕra/
nukleus /nukleus/ /nuklĕs/

Sementara berikut adalah daftar beberapa perkataan baku yang mengalami monoftongisasi yang biasa muncul dalam percakapan sehari-hari. Perlu diketahui bahwa contoh di bawah bukan merupakan monoftong asli yang diatur EYD V. Monoftongisasi ini hanya ada dalam percakapan lisan dan tulisan informal.

Kata IPA Bunyi Contoh
ramai /ay/ /é/ rame
petai /ay/ /é/ pete
satai /ay/ /é/ sate
capai /ay/ /é/ cape
gulai /ay/ /é/ gule
kalau /aw/ /ɔ/ kalo
pulau /aw/ /o/ pulo

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Kridalaksana, Harimurti (2013-05-06). Kamus Linguistik (Edisi Keempat). Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-3570-8.
  2. ^ Chaer, Abdul (2009). Fonologi bahasa Indonesia. Rineka Cipta. ISBN 978-979-518-977-0.
  3. ^ "Gabungan Huruf Vokal - EYD V". ejaan.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2026-03-30.
  4. ^ "Serapan Umum - EYD V". ejaan.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2026-03-30.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.